Fajar/Fikri belajar Kekalahan Sabar/Reza, Percaya Diri Hadapi Semifinal Badminton Asia Championship
Fajar/Fikri sukses amankan tiket semifinal badminton asia championship.-PBSI-
BACAKORAN.CO - Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri sukses amankan tiket semifinal Badminton Asia Championship 2026. Mereka sukses jaga kans juara usai belajar dari kekalahan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.
Fajar/Fikri lolos ke semifinal Badminton Asia Championship 2026 usai kalahkan wakil Taiwan, Fang-Chih Lee/Fang-Jen Lee. Bertanding di Ningbao, mereka menang 21-15, 21-18.
Kemenangan ini tak lepas dari perjuangan Fajar/Fikri. Totalitas mereka untuk menang memaksa Fajar/Fikri melakukan persiapan matang.
Persiapan tidak hanya menajamkan kualitas permainan tapi juga bagaiman mengetahui kelemahan lawan. Cara itu dilakukan dengan mempelajari kekalahan Sabar/Reza saat kertemu pasangan Taiwan itu di babak 16 besar.
BACA JUGA:2 Ganda Campuran Lolos Babak 16 Besar Badminton Asia Championship 2026
Pada fase itu, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang hadapi pasangan Taiwan tersebut menyerah 14-21, 21-18, 15-21.
"Kunci kemenangan hari ini adalah komunikasi yang baik dengan pasangan. Di game kedua posisi kami selalu tertinggal tapi kami terus mencari peluang bagaimana kita bisa mengejar dan akhirnya ya bisa mengejar," jelas Muhammad Shohibul Fikri.

Fajar/Fikri ke semifinal usai pelajari pertandingan Sabar/Reza.-PBSI-
"Kami juga sempat menonton video kemarin mereka bermain saat mengalahkan Sabar/Reza," lanjutnya.
Kata Fikri, pasangan Taiwan itu memiliki kelebihan dari permainan yang rapi.
BACA JUGA:Jafar/Felisha Tumbang, Indonesia Berharap Pada Ganda Putra di Badminton Asia Championships 2025
"Dari segi defense-nya mereka kuat tapi kami bisa mencari kelemahan juga jadi berani mengadu permainan," ungkapnya.
Fajar Alfian menambahkan bahwa kemenangan ini layak disyukuri. Pertandingan ini diberikan kelancaran dan kemenangan.
"Kami tahu pola permainan lawan sangat baik terutama di defense mereka yang solid. Mereka juga kemarin mengalahkan pasangan Indonesia lainnya jadi kami terus mempelajari kelemahan dan kelebihan mereka," jelasnya.