bacakoran.co

Trip Aman & Nyaman, Begini Cara Rawat Mobil Sebelum Perjalanan Jauh yang Bisa Selamatkan Puluhan Juta

Lima langkah perawatan mobil wajib sebelum mudik: cek radiator, oli, aki, rem, dan ban. Investasi kecil ini bisa selamatkan nyawa dan dompet Anda.--Edited by Gemini AI

Periksa indikator warna, terminal, dan bersihkan korosi dengan air panas bila perlu.

Lampu sein dan lampu rem wajib dicek menyeluruh, karena keduanya adalah “bahasa” komunikasi di jalan.

Lampu rem redup bisa berakibat fatal karena pengemudi di belakang gagal mengantisipasi.

4. Minyak Rem dan Power Steering

Minyak rem bersifat higroskopis, mudah menyerap uap air sehingga titik didih menurun.

Jika warnanya gelap atau keruh, segera ganti.

Untuk power steering hidrolik, cek volume minyak dan pastikan tidak ada kebocoran.

Sistem yang kotor atau berbusa bisa membuat kemudi berat dan berbahaya.

5. Kondisi Ban: Kembangan, Usia, dan Tekanan

BACA JUGA:Mesin Mobil Cepat Panas? Cek 10 Daftar Oli Mobil Terbaik Tahun ini Irit BBM dan Tarikan Enteng

Ban adalah satu-satunya kontak mobil dengan jalan.

Kedalaman kembangan minimal 1,6 mm agar aman dari risiko aquaplaning.

Usia ban lebih dari lima tahun rawan retak meski tampak bagus.

Tekanan udara harus sesuai rekomendasi pabrikan—Avanza misalnya 33 PSI depan dan 36 PSI belakang.

Tekanan terlalu rendah boros BBM, terlalu tinggi mengurangi traksi.

Trip Aman & Nyaman, Begini Cara Rawat Mobil Sebelum Perjalanan Jauh yang Bisa Selamatkan Puluhan Juta

Rida Satriani

Rida Satriani


palembang, bacakoran.co – sebelum mudik sangat wajib dilakukan agar bisa menyelamatkan nyawa dan dompet pengguna.

menjelang seperti mudik lebaran, perawatan mobil bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang untuk keselamatan dan umur pakai kendaraan.

ada lima langkah pemeriksaan penting yang wajib dilakukan agar mobil tetap prima dan terhindar dari risiko kerusakan fatal di jalan.

1. sistem pendingin: radiator dan wiper

air radiator adalah kunci menjaga suhu mesin tetap stabil.

pastikan volume cairan di radiator utama dan tangki reservoir berada di batas maksimal.

gunakan coolant khusus, bukan air biasa, agar komponen logam terlindungi dari korosi.

jangan lupa cek air wiper—hindari campuran sabun atau shampoo karena bisa meninggalkan residu berbahaya di kaca.

2. oli mesin dan transmisi

oli berfungsi melumasi dan mendinginkan mesin.

periksa level oli dengan dipstick, pastikan berada di antara garis minimum dan maksimum.

warna oli juga jadi indikator: hitam pekat menandakan masa pakai habis, sedangkan warna kecoklatan susu menunjukkan kebocoran air ke dalam sistem.

untuk transmisi, cek kebocoran di area seal filter atau oil pan agar tidak berujung pada kerusakan total.

3. sistem kelistrikan: aki dan lampu

aki adalah sumber energi utama.

periksa indikator warna, terminal, dan bersihkan korosi dengan air panas bila perlu.

lampu sein dan lampu rem wajib dicek menyeluruh, karena keduanya adalah “bahasa” komunikasi di jalan.

lampu rem redup bisa berakibat fatal karena pengemudi di belakang gagal mengantisipasi.

4. minyak rem dan power steering

minyak rem bersifat higroskopis, mudah menyerap uap air sehingga titik didih menurun.

jika warnanya gelap atau keruh, segera ganti.

untuk power steering hidrolik, cek volume minyak dan pastikan tidak ada kebocoran.

sistem yang kotor atau berbusa bisa membuat kemudi berat dan berbahaya.

5. kondisi ban: kembangan, usia, dan tekanan

ban adalah satu-satunya kontak mobil dengan jalan.

kedalaman kembangan minimal 1,6 mm agar aman dari risiko aquaplaning.

usia ban lebih dari lima tahun rawan retak meski tampak bagus.

tekanan udara harus sesuai rekomendasi pabrikan—avanza misalnya 33 psi depan dan 36 psi belakang.

tekanan terlalu rendah boros bbm, terlalu tinggi mengurangi traksi.

Tag
Share