bacakoran.co

Guru Besar Bukan Hanya Pengembang Teori Tetapi Arsitek Peradaban, UIN Raden Fatah Tambah 4 Profesor

UIN Raden Fatah Palembang, Jumat (17/4) kukuhkan 4 guru besar baru (foto: ist)--

BACAKORAN.CO -- Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sumatera Selatan, Jumat 17 April 2026 kembali mengukuhkan 4 orang guru besar.

Pengukuhan berlangsung dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Gedung PPG Kampus B UIN Raden Fatah, Jakabaring, Palembang dan disiarkan langsung melalui kanal youtube RAVA TV OFFICIAL.

Keempat guru besar yang dikukuhkan berasal dari beberapa rumpun keilmuan yaitu Prof. Dr. Hj. Ermis Suryana, M.Pd.I (Ilmu Kepakaran Inovasi Pembelajaran), Prof. Dr. Hj. Mardiah Astuti, M.Pd.I (Ilmu Kepakaran Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam).

Kemudian Prof. Dr. Maftukhatusolikhah, M.Ag. (Ilmu Kepakaran Ekonomi Pembangunan Syariah), Prof. Dr. Heri Junaidi, M.A (Ilmu Kepakaran Pengembangan Lembaga Mikro Syariah).

BACA JUGA:Setelah UI Giliran UNPAD! Suka Minta Foto 'Bikini' Guru Besar Diduga Lakukan Pelecehan ke Mahasiswa Exchange

BACA JUGA:Pihak Kampus Dukung Korban Aksi Bejat Guru Besar Farmasi UGM untuk Lapor ke Polisi: Kami Support!

Dengan Pengukuhan 4 profesor baru tersebut memperkuat keunggulan akademik UIN Raden Fatah Palembang. Setidaknya hingga pertengahan tahun 2026, perguruan tinggi tersebut telah memiliki 39 orang guru besar.

Rektor UIN Raden Fatah, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A dalam kata sambutannya mengatakan bahwa pengukuhan guru besar adalah pencapaian dan kebanggaan bagi UIN Raden Fatah Palembang dan merupakan komitmen UIN raden Palembang dalam rangka meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia.

"Semoga dengan pencapaian ini menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus melangkah mencapai jenjang akademik tertinggi,"katanya.

Selain itu kata dia, pengukuhan guru besar juga dimaknai sebagai peneguhan peran strategis intelektual kampus dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.

BACA JUGA:Timnas Indonesia U17 Terancam Tersingkir dari ASEAN U17 Boys Championship 2026 Usai Kalah dari Malaysia

BACA JUGA:Helikopter Jatuh di Kalbar, 8 Korban Dipastikan Tewas, 3 Masih Terjepit

"Terlebih lagi saat ini Indonesia tengah menapaki jalan panjang menuju visi Indonesia emas 2045, yaitu sebuah cita-cita kolektif untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju, berdaulat, adil dan makmur tepat pada satu abad kemerdekannya,"ucap Adil.

Dalam konteks tersebut lanjut Adil, Perguruan tinggi memiliki tanggungjawab besar sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, inovasi dan pembentukan sumber daya manusia yang unggul.  "Guru besar sebagai puncak otoritas akademik tentu memiliki peran sangat vital dalam mengarahkan transformasi tersebut,"katanya.

Guru Besar Bukan Hanya Pengembang Teori Tetapi Arsitek Peradaban, UIN Raden Fatah Tambah 4 Profesor

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- universitas islam negeri , sumatera selatan, jumat 17 april 2026 kembali mengukuhkan .

pengukuhan berlangsung dalam sidang senat terbuka yang digelar di gedung ppg kampus b uin raden fatah, jakabaring, palembang dan disiarkan langsung melalui kanal youtube rava tv official.

keempat guru besar yang dikukuhkan berasal dari beberapa rumpun keilmuan yaitu prof. dr. hj. ermis suryana, m.pd.i (ilmu kepakaran inovasi pembelajaran), (ilmu kepakaran strategi pembelajaran pendidikan agama islam).

kemudian prof. dr. maftukhatusolikhah, m.ag. (ilmu kepakaran ekonomi pembangunan syariah), prof. dr. heri junaidi, m.a (ilmu kepakaran pengembangan lembaga mikro syariah).

dengan pengukuhan 4 profesor baru tersebut memperkuat keunggulan akademik uin raden fatah palembang. setidaknya hingga pertengahan tahun 2026, perguruan tinggi tersebut telah memiliki 39 orang guru besar.

rektor uin raden fatah, prof. dr. muhammad adil, m.a dalam kata sambutannya mengatakan bahwa pengukuhan guru besar adalah pencapaian dan kebanggaan bagi uin raden fatah palembang dan merupakan komitmen uin raden palembang dalam rangka meningkatkan kualitas sumberdaya manusia.

"semoga dengan pencapaian ini menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus melangkah mencapai jenjang akademik tertinggi,"katanya.

selain itu kata dia, pengukuhan guru besar juga dimaknai sebagai peneguhan peran strategis intelektual kampus dalam menjawab tantangan masa depan bangsa.

"terlebih lagi saat ini indonesia tengah menapaki jalan panjang menuju visi indonesia emas 2045, yaitu sebuah cita-cita kolektif untuk mewujudkan indonesia sebagai negara maju, berdaulat, adil dan makmur tepat pada satu abad kemerdekannya,"ucap adil.

dalam konteks tersebut lanjut adil, perguruan tinggi memiliki tanggungjawab besar sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, inovasi dan pembentukan sumber daya manusia yang unggul.  "guru besar sebagai puncak otoritas akademik tentu memiliki peran sangat vital dalam mengarahkan transformasi tersebut,"katanya.

"mereka bukan hanya pengembang teori, tetapi juga arsitek peradaban yang berperan dalam merumusukan arah kebijakan, menciptakan inovasi, serta menjawab berbagai persoalan staretgis bangsa, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial hingga keamanan,"urainya.

dia menambahkan, tema pengukuhan guru besar saat itu adalah edukonomi inovatif untuk generasi kreatif. menurutnya tema itu sangat relevan dalam kerangka mewujudkan indonesia emas 2045.

konsep edukonomi menegaskan pentingnya integrasi antara pendidikan dan ekonomi sebagai pondasi pembangunan masa depan. "indonesia tidak cukup hanya memiliki sumber daya alam yang melimpah tetapi juga harus diperkuat dengan sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan produktif,"ujarnya.

"disinilah peran guru besar menjadi krusial, yakni dalam mengembangkan riset-riset unggulan yang tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah,  tetapi dia mampu dihilirasikan menjadi produk kebijakan dan solusi nyata yang berdampak pada kersejahteraan masyarakat,"katanya.

hadir dalam acara tersebut direktur jendral pendidikan islam kementerian agama republik indonesia, prof. dr. amin suyito m.ag serta sejumlah pejabat lainnya.

Tag
Share