Viral Sistem Deteksi Pengadaan Aneh di Komdigi Tembus Miliaran, Abil: Paling Aneh!
viral Abil Sudarman saat mengungkap temuan indikasi pengadaan aneh bernilai miliaran rupiah di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).--instagram
"Rp 1 miliar buat sewa tanaman hias, buat apaan itu? Gue rasa dia bikin Garden by the Bay yang kayak di Singapura," sebutnya secara retoris.
Menurut pemrosesan data di dalam sistem AI-nya, pengadaan aneh Komdigi ini secara otomatis mendapat label absurd karena nilainya terlampau berlebihan untuk sekadar memenuhi kebutuhan estetika visual yang bukan merupakan kebutuhan fungsional atau esensial kementerian.
BACA JUGA:Helikopter Jatuh di Kalbar, 8 Korban Dipastikan Tewas, 3 Masih Terjepit
Bukan Hanya Tanaman, Akuarium Juga Jadi Sorotan di Platform X
Selain isu sewa tanaman hias, kalangan netizen juga menemukan kejanggalan lain terkait proyek pemeliharaan akuarium.
Berdasarkan pantauan interaksi di platform media sosial X (sebelumnya Twitter), akun @dosenkesmas (MinDos) turut mengawal temuan ini.
Cuitan akun tersebut mengungkapkan adanya anggaran "Pemeliharaan Akuarium" yang berlokasi di Gedung utama lantai tujuh senilai Rp 153 juta.
Unggahan ini segera memicu gelombang diskusi panas mengenai rentetan pengadaan aneh Komdigi lainnya di kalangan pengguna internet.
Berbagai balasan dari netizen pun bermunculan menanggapi transparansi isu ini.
Pengguna X dengan nama akun @tiayuris, memuji keberanian Abil bersuara lantang.
"ya allah biaya mandiin ikan aja sampai keluar duit ratusan juta, giliran rakyat aja disuruh efesiensi terus," cuit @nggeh_monggo.
Sementara itu, sentilan satire diungkapkan oleh pengguna @Akujodoh_kamu yang berkelakar.
BACA JUGA:Pelatihan Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat Dimulai, Dorong Literasi Generasi Muda
"Akuarium ini multi fungsi bisa buat water cooling server nasional Bismillah komisaris," tulis @Akujodoh_kamu.
Sorotan dan investigasi publik terhadap rentetan pengadaan aneh Komdigi ini diharapkan mampu mendorong evaluasi menyeluruh dari Badan Pemeriksa Keuangan maupun institusi pengawas terkait.