Pemkab OKU Timur 'Sulap' Gedung Rusunawa jadi Sekolah Rakyat, Resmi Buka Pendaftaran
Pemkab OKU Timur manfaatkan Gedung Rusunawa Untuk Sekolah Rakyat. (foto : kholid/sumeks)--
BACAKORAN.CO -- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan 'sulap' Gedung Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Komplek Perkantoran Pemkab OKU Timur, Jalan Adi Wiyata, Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura menjadi gedung Sekolah Rakyat.
Bahkan Sekolah Rakyat yang merupakan program Kementerian Sosial tersebut telah resmi membuka pendaftaran tahap pertama mulai 10 April hingga 10 Mei 2026 mendatang.
Gedung Rusunawa yang dijadikan asrama Sekolah Rakyat tersebut berada di Komplek Perkantoran Pemkab OKU Timur, Jalan Adi Wiyata, Kota Baru Selatan, Kecamatan Martapura.
Sekolah Rakyat yang memberikan pendidikan gratis berbasis asrama tersebut untuk menekan angka putus sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA.
BACA JUGA:Pelatihan Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat Dimulai, Dorong Literasi Generasi Muda
Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Timur melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Andi Candra, mengatakan setelah pendaftaran, akan dilanjukan dengan proses seleksi meliputi verifikasi administrasi hingga penetapan peserta didik yang lolos.
“Setelah pendaftaran ditutup, akan dilakukan seleksi dan verifikasi berkas. Hasil akhir dijadwalkan diumumkan pada 25 Mei 2026,” jelasnya seperti dikutip dari sumateraekspres.co, Senin 20 April 2026.
Dijelaskan Andi Candra, saat ini gedung Rusunawa masih ditempati Satker Damkar dan dalam waktu dekat akan dialihkan. Kemudian pemkab OKU Timur juga telah menyiapkan lahan seluas 8,4 hektare yang berlokasi tidak jauh dari Rusunawa.
"Lahan tersebut direncanakan menjadi lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat,"katanya.
BACA JUGA:Ini Motif Penikaman yang Menewaskan Anggota DPRD Partai Golkar Maluku Tenggara
BACA JUGA: Timnas Basket 3x3 Siap Bersaing di Asian Beach Games Sanya 2026, Bawa 2 Misi!
Sementara itu, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat akan memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) milik Dinas Pendidikan yang berada di sekitar asrama. Setiap rombongan belajar dirancang berisi maksimal 25 siswa guna menjaga kualitas dan efektivitas pembelajaran.
Andi menegaskan, pembukaan pendaftaran tahun ini menjadi langkah strategis agar program tetap berjalan dan tidak gugur dalam proses pengajuan ke pemerintah pusat.