Buntut Tendangan Kungfu Alberto Hengga, Dirut I.League: Jatuhkan Sanksi Tegas!
Dirut I.League Ferry Paulus ikuti PSSI dan Komdis terkait penindakan kekerasan dalam sepak bola -I.League-
BACAKORAN.CO - Direktur Utama atau Dirut I.League Ferry Paulus menegaskan bahwa tindakan membahayakan keselamatan pemain tidak dapat ditoleransi di sepak bola. Apalagi kejadian itu sampai tersaji di pembinaan usia muda. Pemain Bhayangkara FC U20 Fadly Alberto Hengga mendaratkan tendangan terbang ke dada pemain Dewa United U20. Kejadian itu tersaji di Stadion Citarum Semarang, Minggu (19/4).
Alberto melancarkan tendangan terbang seperti adegan film kungfu setelah adanya ketegangan di pinggir lapangan usai pertandingan. Duel antara Bhayangkara FC U20 melawan Dewa United di Elite Pro Academy (EPA) U20 ini dimenangkan Dewa United dengan kedudukan 2-0.
Elite Pro Academy (EPA) U20 merupakan kompetisi yang mengedepankan pembinaan untuk usia muda. Dari ajang ini, diharapkan muncul pemain masa depan untuk perkuat Timnas Indonesia.
BACA JUGA:Arema FC Bikin Persaingan Lepas Degradasi Memanas, 6 Tim Belum Aman
“Sangat disayangkan insiden seperti ini terjadi di kompetisi Elite Pro Academy, yang merupakan tiang penting dan fondasi sepak bola Indonesia ke depan. Dari kompetisi inilah diharapkan lahir cikal bakal pemain Timnas Indonesia di masa mendatang," ungkap Ferry Paulus.
“Kami tidak bisa mentoleransi tindakan yang membahayakan keselamatan pemain. Kami mendukung penuh langkah PSSI dan Komite Disiplin untuk memberikan sanksi tegas agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak,” tegas Ferry.

I.League tidak toleransi aksi keekrasan dalam sepak bola-I.League-
Ferry juga mengingatkan seluruh pemain, pelatih, dan ofisial tim untuk menjunjung tinggi nilai fair play serta menjaga emosi selama pertandingan berlangsung.
“Kami mengimbau seluruh pelaku sepak bola usia muda untuk tetap menjunjung sportivitas. Apa pun yang terjadi di lapangan, pemain harus mampu mengendalikan emosi karena tindakan seperti ini justru akan merugikan masa depan mereka sendiri,” terangnya.
I.League memastikan akan terus berkoordinasi dengan PSSI, Komite Disiplin, dan Komite Wasit untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan dalam pelaksanaan EPA Super League musim 2025/26.
BACA JUGA:Diduga Lakukan Tendangan Kungfu di EPA U20, Karir Bomber Timnas di Piala Dunia U17 Ini Habis?
Ia juga menegaskan bahwa aspek pembinaan karakter menjadi tujuan utama kompetisi, termasuk penanaman nilai fair play bagi seluruh elemen pertandingan.
“Karena itu, dibutuhkan sikap dan attitude yang baik dari seluruh pelaku. Pemain harus diajarkan untuk selalu mengedepankan asas fair play. Bahkan perangkat pertandingan juga diuji untuk mampu menjalankan prinsip yang sama, karena tujuan utama EPA adalah pembinaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa sistem penugasan perangkat pertandingan dalam EPA Super League juga dirancang untuk mendukung proses pembinaan tersebut.