bacakoran.co

Laskar Mataram Bertekad Akhiri Tren Buruk di Bali, Ze Valente: Fight Hadapi Persija!

Ze Valente termotivasi hadapi Persija di Bali -I.League-

Yang pasti, pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel mengakui tidak puas dengan performa yang ditampilkan pemainnya. Hanya saja memang dia memastikan kondisi fisik pemain bukan menjadi masalah utama.

“Saya tidak khawatir dengan kelelahan pemain saya. Mereka semua bugar dan dalam kondisi baik karena sepanjang musim ini telah bekerja sangat keras," jelas Van Gastel. 

"Satu-satunya hal yang menjadi perhatian saya adalah kami menelan terlalu banyak kekalahan. Saya tidak puas dengan hasil ini karena saya rasa kami bisa jauh lebih baik,” lanjutnya.

BACA JUGA:Dewa United Siap Balas Kekalahan Atas PSIM!

Menurutnya, pada putaran pertama lalu, PSIM bisa menunjukkan performa menjanjikan. Namun di putaran kedua saat ini, situasi berbalik. 

“Pada pertandingan-pertandingan putaran kedua, kami sebenarnya sudah sangat dekat dengan kemenangan, tapi hasilnya selalu menjadi negatif. Padahal kami sering berada di posisi unggul lebih dulu,” dia menambahkan.

Di sisi lain, pemindahan laga home PSIM kali ini dari Stadion Sultan Agung, Bantul ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar juga mendatangkan kekecewaan untuk tim.

Van Gastel selaku nahkoda tim bahkan secara terbuka menyayangkan keputusan tersebut karena timnya gagal tampil di depan suporter sendiri. 

“Mengecewakan pertandingan ini tidak bisa digelar di Yogyakarta. Ini sebenarnya adalah momen yang sudah lama ditunggu untuk melawan tim besar seperti Persija,” ujar pelatih asal Belanda itu lagi.

Dia menyebutkan bahwa atmosfer laga home dengan dukungan suporter mestinya menjadi tambahan semangat dan motivasi tersendiri. 

Namun dengan pindahnya venue pertandingan ke Gianyar, Van Gastel menyebut tentu PSIM harus beradaptasi pada kondisi netral dengan tetap mengedepankan fokus dan motivasi tim.

Laskar Mataram Bertekad Akhiri Tren Buruk di Bali, Ze Valente: Fight Hadapi Persija!

Kumaidi

Kumaidi


bacakoran.co - ze valente termotivasi saat yogyakarta menjamu pekan ke-29 super league 2025/26, di stadion kapten i wayan dipta gianyar, bali, rabu sore (22/4).

ze valente merupakan pengatur permianan psim yogyakarta. pemain asal portugal itu memastikan bakal memberikan kontribusi terbaiknya di pertandingan nanti. 

dia menyebut waktu persiapan cukup singkat menjelang laga penting ini. namun dia optimistis bahwa tim mampu bersaing melawan persija.

apalagi pertandingan bakal digelar pada sore hari di stadion yang memiliki reputasi mendukung.

“kami hanya punya waktu pemulihan yang singkat, tapi kami siap. ini akan jadi pertandingan yang menarik,” kata ze valente.

pemilik nomor punggung 10 ini menjadi salah satu tulang punggung psim di arena super league 2025/26.

hingga saat ini, dia tercatat sudah bermain untuk 26 pertandingan dengan total 2.323 menit bermain. ze valente juga sudah menyumbang sembilan gol dan empat assist.

psim sendiri akan menjalani laga lawan persija dengan status laga kandang rasa tandang karena laga home digelar di stadion kapten i wayan dipta, gianyar dan bukan di home base musim ini yakni stadion sultan agung, bantul. 

di pertandingan ini, tim berjuluk laskar mataram bertekad untuk menyudahi paceklik kemenangan yang dijalani di 11 laga dengan hanya mampu mencatat satu kemenangan saja.

anak asuhan pelatih jean paul van gastel memang sedang dalam performa yang melorot. bahkan psim harus menelan kekalahan di tiga laga terakhirnya.

tak heran jika pertandingan di pulau dewata menjadi ujian penting bagi psim untuk membalikkan tren negatif serta menjaga posisi untuk dapat bertahan di papan tengah klasemen.


psim fokus hadapi persija di bali -i.league-

yang pasti, pelatih psim jean paul van gastel mengakui tidak puas dengan performa yang ditampilkan pemainnya. hanya saja memang dia memastikan kondisi fisik pemain bukan menjadi masalah utama.

“saya tidak khawatir dengan kelelahan pemain saya. mereka semua bugar dan dalam kondisi baik karena sepanjang musim ini telah bekerja sangat keras," jelas van gastel. 

"satu-satunya hal yang menjadi perhatian saya adalah kami menelan terlalu banyak kekalahan. saya tidak puas dengan hasil ini karena saya rasa kami bisa jauh lebih baik,” lanjutnya.

menurutnya, pada putaran pertama lalu, psim bisa menunjukkan performa menjanjikan. namun di putaran kedua saat ini, situasi berbalik. 

“pada pertandingan-pertandingan putaran kedua, kami sebenarnya sudah sangat dekat dengan kemenangan, tapi hasilnya selalu menjadi negatif. padahal kami sering berada di posisi unggul lebih dulu,” dia menambahkan.

di sisi lain, pemindahan laga home psim kali ini dari stadion sultan agung, bantul ke stadion kapten i wayan dipta, gianyar juga mendatangkan kekecewaan untuk tim.

van gastel selaku nahkoda tim bahkan secara terbuka menyayangkan keputusan tersebut karena timnya gagal tampil di depan suporter sendiri. 

“mengecewakan pertandingan ini tidak bisa digelar di yogyakarta. ini sebenarnya adalah momen yang sudah lama ditunggu untuk melawan tim besar seperti persija,” ujar pelatih asal belanda itu lagi.

dia menyebutkan bahwa atmosfer laga home dengan dukungan suporter mestinya menjadi tambahan semangat dan motivasi tersendiri. 

namun dengan pindahnya venue pertandingan ke gianyar, van gastel menyebut tentu psim harus beradaptasi pada kondisi netral dengan tetap mengedepankan fokus dan motivasi tim.

Tag
Share