Iblis Sungkem! Kakinya Diikat, Belasan Balita Jadi Korban Kebiadaban Daycare Little Aresha Jogja,
Pengurus Daycare Little Aresha yang diduga melakukan kekerasan pada balita--
BACAKORAN.CO - Dugaan kekerasan terhadap balita di daycare Little Aresha di kawasan Umbulharjo, Kota Jogja, memicu kemarahan publik. Setelah video perlakuan tidak manusiawi terhadap anak viral di media sosial. Fakta-fakta mengerikan membuat para orang tua korban syok dan tak percaya atas yang mereka dapati terhadap anak anak balita yang dititipkan di tempat ini.
Penggerebekan dilakukan Polresta Yogyakarta pada Jumat (24/4/2026), menyusul laporan adanya dugaan penganiayaan terhadap anak-anak yang dititipkan di tempat tersebut.
Dari video dan poto yang beredar di media sosial, nampak banyak balita yang dititipkan orang tua di Daycare Little Aresha ini mengalami kekerasan fisik.
Diantaranya yakni balita ini sengaja diikat oleh para karyawan Daycare Little Aresha dengan menggunakan kain agar tidak bisa bergerak aktif.
Pengakuan orang tua lainnya juga menyebut anaknya mendapat kekerasan fisik berupa bekas cubitan hingga kulitnya membiru.
BACA JUGA:Viral! Pengasuh Daycare Depok Siram Air Panas ke Balita, Kini Terjerat Hukum
Salah satu orang tua, Khairunisa, mengatakan anaknya yang berusia 1,5 tahun mengalami kekerasan. Tangannya diikat dan dibedong, bahkan hanya dipakaikan pampers.
Menurutnya, selama ini ia selalu membekali anaknya dengan makanan. Namun, setiap pulang ke rumah, anaknya kelaparan dan ketakutan. Ia menuding makanan tersebut dimakan oleh pengasuh di day care itu.
Sejak masuk day care tersebut, lanjut Khairunisa, sang anak punya kebiasaan baru, yakni tidak mau tidur di kasur. Bahkan, anaknya mengalami batuk-batuk.
Orang tua korban lain yakni Norman Windarto, 41, mengaku baru mengetahui kondisi sebenarnya setelah melihat bukti video yang beredar.
“Kami kaget sekali. Dari video yang kami lihat, anak-anak di bawah 3 tahun diikat tangan dan kakinya, tidak memakai baju, hanya pakai popok,” ujarnya saat di kantor polisi, Sabtu (25/4/2026).
Norman juga menemukan luka pada tubuh anaknya yang mirip dengan korban lain. Luka tersebut sebelumnya disebut pihak daycare sudah ada sejak dari rumah. Ia pun membantah klaim tersebut.
BACA JUGA:Tragis! Balita di Depok Disiram Air Panas oleh Pengasuh, Daycare Ternyata Ilegal
“Setiap pagi saya mandikan anak saya, tidak ada luka. Tapi setelah dari daycare, tiba-tiba ada laporan luka. Itu yang membuat kami curiga,” ungkapnya.