Viral Skandal Pelecehan Seksual di Klinik UNRI, Mahasiswi Bongkar Modus Bejat Dokter Cabul Inisial LH
Mahasiswa Ungkap Kasus dugaan Dokter Cabul Inisial LH di klinik UNRI--Twitter@cmongoonjstdoit
BACAKORAN.CO - Kasus dugaan pelecehan seksual kembali mengguncang dunia pendidikan, kali ini melibatkan seorang oknum dokter inisial LH di klinik Universitas Riau.
Isu dokter cabul klinik UNRI ini meledak dan menjadi perbincangan hangat di platform media sosial X setelah sejumlah korban berani bersuara membongkar tindakan biadab tersebut.
Skandal pelecehan ini menjadi sorotan tajam publik karena pelaku menggunakan dalih pemeriksaan medis untuk melancarkan aksi tidak senonoh terhadap mahasiswi yang sedang sakit dan membutuhkan pertolongan.
Berdasarkan pantauan langsung dari media sosial X, informasi ini pertama kali mencuat luas melalui unggahan akun pengguna cmongoonjstdoit pada tanggal 26 April 2026.
Cuitan yang telah menembus 68 ribu tayangan tersebut membeberkan rentetan bukti tangkapan layar percakapan dari para korban.
Dalam unggahannya, akun tersebut memaparkan kejadian tragis yang menimpa saudaranya sendiri pada 23 April pukul 10 pagi, saat korban berniat memeriksakan keluhan sakit perut ke klinik kampus.
Kasus pelecehan seksual mahasiswa UNRI ini mengundang reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat dan aktivis perempuan.
Akun X SistersInDanger turut memaparkan pola kejahatan pelaku secara gamblang.
Mengutip langsung dari cuitan akun SistersInDanger, pelaku diduga melakukan "Sentuhan tidak senonoh saat memeriksa pasien menggunakan stetoskop yang sengaja melenceng ke area dada, perut bawah, atau payudara tanpa alasan medis yang jelas."
Awal Mula Utas Viral Di Media Sosial
Melihat pola kasus pelecehan dokter UNRI ini, kamu mungkin akan terheran-heran dengan keberanian pelaku yang melancarkan aksinya di dalam fasilitas kesehatan resmi kampus.
Berdasarkan kesaksian tertulis dari tangkapan layar yang dibagikan, dokter tersebut sering mengajak pasiennya menebak-nebak hal yang tidak relevan dengan keluhan fisik, bahkan menanyakan status hubungan asmara hingga menebak alamat rumah indekos korban.
Percakapan manipulatif ini membuat pasien berada di dalam ruang periksa jauh lebih lama dari biasanya.