BACAKORAN.CO - Semen Padang tinggal tunggu waktu saja untuk degradasi ke Championship. Mereka kesulitan mengemas kemenangan hingga pekan ke-30 Super League 2025/26.
Bahkan saat menajdi tuan rumah, mereka juga kalah. Kekalahan terakhir dirasakan saat menjamu Madura United dengan kedudukan 0-1 di KH Agus Salim pada pekan ke-30 Super League.
Kekalahan ini mengundang Semen Padang terdegradasi. Kini mereka koleksi 20 poin. Teringgal 7 angka dari Persis Solo yang ada di satu trip di atasnya atau berada di jalur playoff.
Gol tunggal Madura United dicetak lewat sundulan Jose Brandao Junior pada menit ke-15 memaksimalkan umpan silang di sisi kiri pertahanan Semen Padang.
BACA JUGA:Semen Padang Belum Menyerah, Siap Berebut Poin Selamat saat Hadapi MU
Kekalahan ini membuat Semen Padang mencatat lima kekalahan secara beruntun yang membuat posisi di papan klasemen makin dekat dengan jurang degradasi.
Sementara bagi Madura United, kemenangan ini jauhkan mereka dari kejaran degradasi. Kini Madura United koleksi 29 abgka dari 30 pertandingan.
“Pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat. Segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah," terang Pelatih Semen Padang Imran Nahumarury.
"Saya tidak mau salahkan siapa-siapa. Ini kesalahan saya sebagai pelatih,” lanjut Imran.

Imran Nahumarury siap tanggung jawab jika belum membaiknya penampilan Semen Padang -I.League-
Di mata mantan pelatih Malut United FC itu, ternyata perjuangan keras di lapangan hanya dijalankan oleh sejumlah pemain saja.
“Saya lihat, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. Tapi saya sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. Ini tanggung jawab saya sebagai pelatih," tukasnya.
BACA JUGA:Semen Padang Bertekad Paksakan Kemenangan di Kandang Borneo FC Yang Ingin Juara, Mampukah?
"Kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. Namun memang mentalitas yang akhirnya bicara. Saya tetap apresiasi beberapa pemain yang tampil luar biasa hari ini,” dia menambahkan.
Semen Padang Tunggu Waktu Terdegradasi, Pelatih Imran Bilang Begini
Kumaidi
Kumaidi
bacakoran.co - semen padang tinggal tunggu waktu saja untuk degradasi ke championship. mereka kesulitan mengemas kemenangan hingga pekan ke-30 super league 2025/26.
bahkan saat menajdi tuan rumah, mereka juga kalah. kekalahan terakhir dirasakan saat menjamu madura united dengan kedudukan 0-1 di kh agus salim pada pekan ke-30 super league.
kekalahan ini mengundang semen padang terdegradasi. kini mereka koleksi 20 poin. teringgal 7 angka dari persis solo yang ada di satu trip di atasnya atau berada di jalur playoff.
gol tunggal madura united dicetak lewat sundulan jose brandao junior pada menit ke-15 memaksimalkan umpan silang di sisi kiri pertahanan semen padang.
kekalahan ini membuat semen padang mencatat lima kekalahan secara beruntun yang membuat posisi di papan klasemen makin dekat dengan jurang degradasi.
sementara bagi madura united, kemenangan ini jauhkan mereka dari kejaran degradasi. kini madura united koleksi 29 abgka dari 30 pertandingan.
“pertama tentunya saya mohon maaf kepada suporter dan masyarakat sumatera barat. segala upaya sudah kami lakukan, tapi faktanya kita kalah," terang pelatih semen padang imran nahumarury.
"saya tidak mau salahkan siapa-siapa. ini kesalahan saya sebagai pelatih,” lanjut imran.

imran nahumarury siap tanggung jawab jika belum membaiknya penampilan semen padang -i.league-
di mata mantan pelatih malut united fc itu, ternyata perjuangan keras di lapangan hanya dijalankan oleh sejumlah pemain saja.
“saya lihat, ada beberapa pemain tampil maksimal, ada yang tidak. tapi saya sudah sampaikan tidak akan salahkan pemain. ini tanggung jawab saya sebagai pelatih," tukasnya.
"kita sudah perbaiki attacking, defending, transisi. namun memang mentalitas yang akhirnya bicara. saya tetap apresiasi beberapa pemain yang tampil luar biasa hari ini,” dia menambahkan.
meski semen padang sudah ada di tepi jurang degradasi dengan hanya menyisakan empat laga saja saat ini, imran nahumarury memastikan tetap tidak akan menyerah.
“secara kalkulasi matematika memang demikian (dekat dengan degradasi). namun saya punya tanggungjawab pada kondisi apapun itu. saya akan terus sampai akhir kompetisi,” dia menegaskan.
mengenai kemungkinan faktor kelelahan akibat jadwal yang padat di kompetisi, imran mengelak.
“kelelahan karena jadwal yang ketat tidak bisa dijadikan alasan. madura united dan tim lain juga menghadapi hal yang sama. sekali lagi, ini terkait mentalitas,” ucapnya.