Hotman Paris Lepas Tangan Dari Kasus Nadiem Makarim: Jangan Pelit Ke Pengacara Kalau Tidak Mau...
Hotman Paris ungkap blunder tim hukum kasus Nadiem Makarim terkait bukti audit BPKP Chromebook--Instagram
BACAKORAN.CO – Kasus Nadiem Makarim kini memasuki babak baru setelah pengacara kondang Hotman Paris membongkar kesalahan fatal tim hukum mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut dalam persidangan korupsi Chromebook.
Blunder pembuktian ini diduga kuat menjadi alasan mengapa Jaksa Penuntut Umum bisa melayangkan tuntutan pidana yang sangat tinggi kepada terdakwa.
Kegagalan strategi pertahanan dalam kasus Nadiem Makarim ini mencuat setelah kubu hukum yang baru dinilai tidak mampu memanfaatkan bukti krusial yang sudah dipersiapkan sejak awal persidangan.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang dipantau pada Selasa, 19 Mei 2026, Hotman Paris secara terbuka menyayangkan hilangnya kesempatan emas untuk melakukan perlawanan balik terhadap dakwaan jaksa.
Kasus Nadiem Makarim yang berpusat pada dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook senilai triliunan rupiah ini seharusnya bisa diringankan jika tim pengacara memanfaatkan hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan atau BPKP.
Hotman yang sempat menjadi bagian dari tim hukum sebelum menyatakan mundur pada November 2025 menegaskan bahwa langkah pembuktian saat ini sangat lemah dan merugikan posisi klien.
Jika kamu mencermati jalannya persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jaksa Penuntut Umum menuntut mantan bos Gojek ini dengan hukuman 18 tahun penjara serta denda sebesar Rp1 miliar subsider 190 hari kurungan.
Tidak hanya itu, tuntutan uang pengganti yang dibebankan dalam kasus Nadiem Makarim ini mencapai angka fantastis yaitu Rp5,6 triliun.
BACA JUGA:Kasus Korupsi Nadiem Makin Janggal! Pakar Hukum Sentil Keras Mengapa Presiden Justru Absen
Angka kerugian negara yang luar biasa besar ini dinilai Hotman bisa diperdebatkan secara hukum jika tim pengacara baru bertindak lebih jeli dan tidak mengabaikan dokumen otentik yang sudah tersedia.
Dalam rekaman video di media sosial Instagram tersebut, Hotman Paris membacakan langsung isi dari dokumen audit internal yang pernah dia siapkan sebelumnya.
"Satu hal yang harus ingat tim dari Nadiem, ada dua dulu bukti yang sangat vital yang saya persiapkan, yaitu hasil audit BPKP 2020 dan audit BPKP 2021 tentang Chromebook," ungkap Hotman dengan nada tegas.
Hotman kemudian melanjutkan dengan membacakan teks otentik dari hasil audit BPKP yang dia pegang.