Dengar Jeritan Minta Tolong, Anggota Polres Pesisir Barat Terjun ke Sungai Selamatkan Balita Hanyut
Bripda Riski Rahmatullah Solihin bersama balita yang di selamatkannya. (foto : tangkapan layar)--
BACAKORAN.CO -- Aksi heroik dilakukan anggota Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Pesisir Barat, Polda Lampung, Bripda Riski Rahmatullah Solihin.
Rabu pagi 20 Mei 2026, ketika sedang istirahat usai berpatroli bersama rekannya Briptu Senja Pramudia SH MH, dia tiba-tiba langsung terjun ke aliran Muara Sungai Krui di Kelurahan Pasar Krui, Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Aksi itu dilakukannya setelah mendengar jeritan minta tolong dan melihat seorang anak balita yang kemudian diketahui bernama Ananda Elfano (2,5), warga setempat yang hanyut terseret arus sungai dan sempat hilang dari permukaan air.
Saat kejadian air muara sungai itu sedang pasang dengan kedalaman mencapai sekitar tiga hingga empat meter.
BACA JUGA:Viral Aksi Heroik Dede: Wisatawan yang Tewas Saat Selamatkan 2 Remaja Tenggelam di Situ Salawe Garut
Upayanya menyelamatkan balita itu membuahkan hasil dan menggendongnya ke daratan. Ketika itulah sejumlah warga dan ibu korban yang diketahui bernama Winda (25) menjerit histeris bersyukur karena korban selamat
Dalam kondisi pakaian hingga sepatu dinasnya masih basah, Bripda Riski mengatakan, peristiwa itu terjadi saat dirinya bersama rekannya, Briptu Senja Pramudia, sedang berada di warung makan dekat lokasi kejadian usai patroli rutin.
“Tiba-tiba ada bapak-bapak dari atas jembatan teriak minta tolong. Dia lihat ada anak kecil tenggelam, tapi mungkin enggak bisa berenang juga,” jelas Riski kepada wartawan yang menghubunginya.
Mendengar teriakan tersebut, Riski langsung berlari menuju lokasi. Namun ketika tiba di tepi muara, korban tidak terlihat di permukaan air.
BACA JUGA:L- Men Platinum High Protein Noodle, Inovasi Mie Instan Sehat Tanpa Khawatir Banyak MSG
BACA JUGA:Yamaha Fascino Fi Hybrid 2026 Resmi Dapat Penyegaran, Skutik Retro Makin Stylish Harga Mulai Rp 14 Jutaan
“Awalnya korban sudah enggak kelihatan. Saya perhatikan dulu permukaan air, lalu terlihat rambutnya. Pas itu langsung saya lompat ke air buat nolong,” katanya.
Menurutnya, kondisi muara saat itu cukup dalam karena air laut sedang pasang. Bahkan saat terjun ke air, kakinya tidak menyentuh dasar muara. “Kalau siang biasanya dangkal, tapi tadi pagi lagi pasang jadi dalam. Kira-kira tiga sampai empat meter,” ungkapnya.
Tanpa menggunakan alat bantu keselamatan, Riski langsung berenang menyelematkan korban. Ia mengaku tidak sempat memikirkan keselamatan dirinya saat melihat balita tersebut tenggelam dan terombang ambing.
“Enggak kepikiran apa-apa lagi, langsung spontan saja. Saya cuma sempat mikirin HP biar enggak rusak, jadi saya keluarin, kalo dompet ikut basah karena lupa,” jelasnya.
BACA JUGA:Nyesel Baru Tahu! 5 Teh Diet Terbaik yang Bantu Bakar Lemak dan Bikin Perut Lebih Rata
BACA JUGA:Pagi-Pagi Jangan Asal Teguk! 3 Minuman Ini Ternyata Bisa Bikin Tubuh Cepat Drop
Setelah berhasil dievakuasi, korban Ananda Elfano langsung dibawa ke Puskesmas Krui untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Korban diketahui merupakan anak dari seorang ibu rumah tangga bernama Winda 25 warga Kelurahan Pasar Krui. "Saat ini kondisi korban telah mendapatkan penanganan medis" ujarnya.