Bukan Dibagi Rata Saja, Ini Cara Benar Membagikan Daging Kurban Menuju Idul Adha
Ini presentase pembagian daging kurban yang benar sesuai fikih--AI
BACAKORAN.CO – Menyambut perayaan Idul Adha, tata cara pembagian daging kurban sering kali menjadi pertanyaan besar di tengah masyarakat.
Sangat penting bagi kamu untuk memahami persentase pembagian daging kurban yang benar agar ibadah yang dijalankan sesuai dengan syariat agama dan tepat sasaran.
Ustadz Abdul Somad telah memberikan panduan terperinci mengenai hal ini untuk menghindari kekeliruan distribusi daging kurban kepada mereka yang memang berhak menerimanya.
Banyak orang yang masih kebingungan menentukan siapa saja yang paling berhak menerima daging dari hewan yang telah disembelih.
Pembagian daging kurban yang benar sejatinya bukan sekadar membagikan secara merata kepada seluruh warga kampung tanpa perhitungan.
Ada aturan fikih yang secara jelas mengatur porsi masing-masing penerima agar nilai sosial, spiritual, dan keadilan dari ibadah kurban ini tersampaikan dengan sangat sempurna.
Dikutip dari kanal YouTube DAKWAH SHORTS, pendakwah kondang Ustadz Abdul Somad mengupas tuntas mengenai persentase pembagian kurban secara lugas.
Penjelasan ini memegang peran krusial sebagai pedoman utama bagi panitia penyelenggara di masjid maupun individu yang melaksanakan ibadah kurban secara mandiri.
Dalam video singkat tersebut, Ustadz Abdul Somad membaginya ke dalam 3 golongan penerima utama dengan porsi yang proporsional.
BACA JUGA:Resep Sate Daging Sukiyaki: Olahan Daging Qurban Tanpa Santan Lezat di Momen Idul Adha
3 Golongan Penerima Daging Kurban
1. 1/3 Bagian untuk Orang yang Berkurban
Orang yang melaksanakan kurban atau sering disebut shahibul qurban memiliki hak atas daging dari hewan yang disembelihnya.
Persentase yang diberikan adalah 1/3 bagian dari total keseluruhan daging.
Hal ini merupakan bentuk keberkahan syariat agar orang yang berkurban beserta keluarganya juga dapat menikmati hasil sembelihannya sendiri sebagai wujud syukur atas rezeki yang diberikan.