bacakoran.co

Kontroversi ITB vs Bobotoh: 3 Seleb ITB Didesak Angkat Suara soal Rasisme Sunda

Kontroversi ITB vs Bobotoh memanas! 3 seleb dan dosen ITB didesak netizen speak up --Media sosial

Akun yang secara berani menuliskan profil "fisika itb 2025" tersebut mengomentari keriuhan konvoi jalanan.

"Lebih tepatnya kultur orang miskin, kelas menengah ke bawah di bandung. Tuh lihat sampe tengah malam konvoi. Orang bener mah tidur, besok kerja," tulis akun na_azhri dalam komentarnya.

Merespons kegaduhan yang berpotensi merusak citra institusi, perwakilan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2025 langsung mengambil langkah tegas.

Melalui akun resmi X fmipaitb25, sebuah rilis pers diterbitkan pada 24 Mei 2026.

BACA JUGA:Berani Speak Up, Alumni UPN Yogyakarta Bongkar Dugaan Pelecehan Verbal Dosen: Saya Tau yang Masih Perawan...

Dalam dokumen klarifikasi tersebut, diungkapkan hasil penelusuran pangkalan data akademik kampus dan PDDikti yang membuktikan bahwa akun itu bodong.

"Identitas yang tertera pada akun Instagram na_azhri dan akun Threads na_azhri BUKAN merupakan mahasiswa FMIPA ITB maupun mahasiswa Program Studi Fisika ITB angkatan 2025," tegas rilis resmi tersebut.

Pihak fakultas juga mengecam keras tindakan pencatutan nama institusi untuk tujuan provokasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Lebih jauh, eskalasi kasus ini rupanya telah masuk ke meja pimpinan kampus.

Hal ini dikonfirmasi oleh pengguna akun X Alam Adis dengan nama pengguna rskuntowiyoga pada 24 Mei 2026.

BACA JUGA:Satu dari 3 Begal Ibu-ibu Penjual Pisang di Mesuji Raya Tertangkap, Polisi Beri Tindakan Tegas

Dalam cuitannya yang sukses meraup 542.000 tayangan, ia membagikan perkembangan krusial mengenai teguran akademik.

"Baru dikabarin oleh rekan dosen di ITB. Apa yg terjadi di itbfess_x menjadi perhatian Direktorat Kemahasiswaan, dan berpotensi sebagai pelanggaran etik," ungkapnya mengutip informasi dari pihak internal kampus.

Akun Kampus ITBFess Hilang Diserbu Usai Sebut Bobotoh Hama, Kemahasiswaan ITB Turun Tangan

 Ruang publik digital kembali memanas setelah akun komunitas kampus ITBFess di platform X mendadak hilang dan tautannya secara mengejutkan beralih ke portal informasi Persib.

BACA JUGA:Tolak Tunduk pada Premanisme, Putri Penulis Ahmad Bahar Diintimidasi di Markas GRIB Jaya

Kontroversi ITB vs Bobotoh: 3 Seleb ITB Didesak Angkat Suara soal Rasisme Sunda

Anton

Gusti


bacakoran.co - kontroversi antara oknum mahasiswa itb dengan komunitas persib kembali memanas.

kali ini akun bandung fess menyoroti tiga figur yang dikenal di kalangan itb untuk angkat bicara terkait isu rasisme yang dialamatkan kepada

dalam unggahan yang beredar di media sosial x, bandung fess menyebut “tiantara 3 seleb itb” (tiga selebriti atau figur publik itb) agar tidak diam saja menghadapi kasus rasisme terhadap mahasiswa atau kaum sunda.

ketiga akun yang disebut adalah:imam santoso, dosen metallurgi itb yang aktif di media sosial dengan ratusan ribu pengikut.

rinaldi munir (@rinaldimunir), dosen teknik informatika dan sti stei-k itb yang dikenal sebagai pendidik sekaligus content creator.

material raqil (@material.raaaqil), figur muda dengan lebih dari 510 ribu followers yang sering membahas isu-isu kekinian.

unggahan ini muncul sebagai respons terhadap utas kontroversial yang sebelumnya viral, di mana seorang akun yang mengklaim sebagai mahasiswa fisika itb angkatan 2025 merendahkan konvoi kemenangan persib dan bobotoh

ramai konvoi bobotoh! siapa sosok akun na_azhri ngaku mahasiswa fisika itb hina warga bandung

siapa sosok akun na_azhri yang komentari  hingga mengaku sebagai mahasiswa fisika institut teknologi bandung angkatan 2025 dan melontarkan hinaan kepada warga bandung.

kasus ini memanas lantaran akun tersebut melabeli tradisi konvoi kendaraan di bandung sebagai kultur masyarakat kelas bawah, yang seketika memicu  dari para pengguna internet.

menanggapi situasi yang semakin liar, pihak kampus melalui perwakilan mahasiswa segera merilis pernyataan resmi untuk meluruskan fakta dan menegaskan bahwa pengguna akun itu memakai identitas palsu.

peristiwa ini pertama kali mencuat dan menjadi sorotan publik melalui tangkapan layar yang beredar luas di platform media sosial x.

berdasarkan unggahan dari salah satu pengguna anonim pada tanggal 25 mei 2026 yang telah menembus 18.000 tayangan, terungkap sebuah komentar bernada merendahkan dari akun threads na_azhri.

akun yang secara berani menuliskan profil "fisika itb 2025" tersebut mengomentari keriuhan konvoi jalanan.

"lebih tepatnya kultur orang miskin, kelas menengah ke bawah di bandung. tuh lihat sampe tengah malam konvoi. orang bener mah tidur, besok kerja," tulis akun na_azhri dalam komentarnya.

merespons kegaduhan yang berpotensi merusak citra institusi, perwakilan mahasiswa fakultas matematika dan ilmu pengetahuan alam angkatan 2025 langsung mengambil langkah tegas.

melalui akun resmi x fmipaitb25, sebuah rilis pers diterbitkan pada 24 mei 2026.

dalam dokumen klarifikasi tersebut, diungkapkan hasil penelusuran pangkalan data akademik kampus dan pddikti yang membuktikan bahwa akun itu bodong.

"identitas yang tertera pada akun instagram na_azhri dan akun threads na_azhri bukan merupakan mahasiswa fmipa itb maupun mahasiswa program studi fisika itb angkatan 2025," tegas rilis resmi tersebut.

pihak fakultas juga mengecam keras tindakan pencatutan nama institusi untuk tujuan provokasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

lebih jauh, eskalasi kasus ini rupanya telah masuk ke meja pimpinan kampus.

hal ini dikonfirmasi oleh pengguna akun x alam adis dengan nama pengguna rskuntowiyoga pada 24 mei 2026.

dalam cuitannya yang sukses meraup 542.000 tayangan, ia membagikan perkembangan krusial mengenai teguran akademik.

"baru dikabarin oleh rekan dosen di itb. apa yg terjadi di itbfess_x menjadi perhatian direktorat kemahasiswaan, dan berpotensi sebagai pelanggaran etik," ungkapnya mengutip informasi dari pihak internal kampus.

akun kampus itbfess hilang diserbu usai sebut bobotoh hama, kemahasiswaan itb turun tangan

 ruang publik digital kembali memanas setelah akun komunitas kampus itbfess di platform x mendadak hilang dan tautannya secara mengejutkan beralih ke portal informasi persib.

kejadian ini merupakan buntut dari kemarahan massal warganet usai munculnya cuitan anonim yang secara kasar menghina pendukung persib atau bobotoh saat momen konvoi perayaan pada hari minggu, 24 mei 2026.

kasus hilangnya akun itbfess kini memicu investigasi serius dari direktorat kemahasiswaan institut teknologi bandung terkait potensi pelanggaran etik berat yang dilakukan oleh oknum mahasiswanya.

kejanggalan hilangnya akun itbfess pertama kali disadari oleh pengguna media sosial.

berdasarkan informasi dari akun x bernama @mengsans pada 24 mei 2026, ia membagikan sebuah rekaman layar yang memperlihatkan hasil pencarian akun tersebut justru mengarahkan pengguna ke situs web persib.

"akun itbfess ilang, link menfessnya masuk ke portal persib wkwkwk. nuhun," tulis akun tersebut.

peralihan tautan ini diduga kuat sebagai serangan balasan dari peretas atau suporter yang meradang akibat sentimen negatif yang dilontarkan melalui wadah komunikasi mahasiswa tersebut.

akar dari permasalahan ini bermula dari sebuah kiriman pesan anonim di itbfess yang menyamakan kelompok suporter sepak bola dengan hama perusak.

"misuh! bobotoh ganggu bet hama. hewan aja gak ganggu hewan lain," tulis pengirim anonim tersebut.

situasi semakin parah ketika akun x lain dengan nama pengguna @pookeemag turut melontarkan ujaran rasis. "sundog tolol," tulisnya.

rentetan ujaran kebencian ini muncul bertepatan dengan keriuhan konvoi bobotoh di jalanan kota, di mana sempat beredar pula tuduhan tanpa bukti kuat mengenai aksi vandalisme terhadap fasilitas papan petunjuk milik kampus itb.

menanggapi krisis etika di ranah digital ini, pihak kampus tidak tinggal diam.

berdasarkan bukti gambar tangkapan layar dari cuitan akun x alam adis dengan nama pengguna @rskuntowiyoga yang diunggah pada 24 mei 2026 telah disaksikan sebanyak 542.000 tayangan.

"update: baru dikabarin oleh rekan dosen di itb. apa yg terjadi di @itbfess_x menjadi perhatian direktorat kemahasiswaan, dan berpotensi sebagai pelanggaran etik," ungkapnya.

dalam cuitan yang sama, ia juga menambahkan kutipan apresiasi, "hatur nuhun buat rekan" yg sudah membantu. teu kudu dimention nya, pak dos".

Tag
Share