bacakoran.co -- setelah mendengar pengakuan , yang aminah (64) yang jasadnya dimasukkan ke dalam karung dan di buangnya ke dalam sungai, di desa padang tepong, kecamatan ulu musi, kabupaten empat lawang, sumatera selatan, senin pagi 25 mei 2026 hingga sore hari, polisi bersama warga langsung melakukan pencarian jasad wanita malang itu.
sekira pukul 16.00 wib, upaya pencarian membuahkan hasil, jasad aminah atau biasa dipanggil warga dengan panggilan wak minot ditemukan masih dalam kendisi terbungkus karung.
karung berisi jasad korban kemudian dipikul warga ke tepi jalan menggunakan kayu. selanjutnya jasad dinaikkan ke mobil dan di bawa ke rumah duka.
setibanya di rumah duka, ratusan keluarga dan warga yang sudah berkumpul di rumah duka langsung menjerit histeris saat melihat jasad yang masih terbungkus karung di turunkan dari atas mobil dan dibawa masuk ke dalam rumah untuk diurus pemakamannya.
diwartakan sebelumnya, jajaran polres empat lawang sumatera selatan berhasil mengungkap kasus hilangnya aminah (64), warga desa padang tepong, kecamatan ulu musi, kabupaten empat lawang, sumatera selatan.
perempuan itu dilaporkan hilang sejak selasa 19 mei 2026 saat berada di kebun miliknya di wilayah talang ngongop, desa tanjung agung, kecamatan ulu musi, kabupaten empat lawang.
nah, minggu malam 24 mei 2026, anggota reskrim polres empat lawang mengamankan angga, yang informasinya merupakan menantu dari aminah.
dalam video penangkapan yang diunggah ke media sosial, polisi tampak menginterogasi angga. ketika itulah keluar pengakuan langsung dari mulut angga jika ia diamankan polisi karena membunuh mertuannya yaitu aminah yang selama beberapa hari sebelumnya dicari-cari warga bersama polisi.
pengakuan angga itu kemudian memicu emosi beberapa warga yang meyaksikan penangkapan itu. namun kemarahan warga berhasil diredam aparat kepolisian "kenapa kamu di tangkap,"tanya petugas "kerena membunuh ibu,"jelas angga dalam video itu.
lalu petugas bertanya dimana posisi jenazah korban saat ini. "dimana kau simpan (jenazah, red) ibu kamu?
pertanyaan itu dijawab polos oleh angga jika jenazah korban dimasukkannya ke dalam karung dan dibuangnya di sungai di talang jerambah desa tanjung agung, kecamatan ulu musi, kabupaten empat lawang. "kapan kau bunuh ibu kamu? hari apa,"lanjut polisi. "hari selasa (19/5), sekitar jam duo,"jawabnya.
pelaku kemudian menjelaskan jika korban dibunuhnya saat di kebun. pelaku mengaku menghabisi korban dengan cara menghantam korban menggunakan kayu bakar atau biasa disebut warga setempat 'puntung'.
ketika korban sudah tewas lalu dimasukkannya ke dalam karung kopi berukuran besar. lalu jenazah korban diangkutnya menggunakan sepeda motor dan dimasukkanya ke dalam sungai dibawah jembatan. menurut pelaku, karung itu sempat hanyut namun kemudian tersangkut.
petugas juga menginterogasi pelaku terkait motif pembunuhan sadis itu. kepada polisi angga mengaku menghabisi nyawa mertuanya karena kesal soal uang bagi hasil panen kopi.
"aku perohan (bagi hasil mengolah kebun) sama dia, katanya (hasil panen, red) bagi duo. tapi sudah panen, bagi empat,"jelas angga seraya mengakui jika kebun kopi itu adalah milik mertuanya dan dia hanya membantu merawat hingga panen.
diketahui, sebelum dilaporkan hilang, aminah sempat berpamitan untuk pulang dari kebun kopinya di talang ngongop menuju rumahnya di desa padang tepong pada selasa (19/5/2026).
namun hingga sabtu (23/5/2026), keberadaannya belum diketahui meski pencarian telah dilakukan sejak kamis (21/5/2026).
kapolsek ulu musi, iptu arsan fajri, mengatakan pihaknya bersama keluarga dan masyarakat setempat telah melakukan pencarian di area perkebunan kopi milik aminah.
lokasi kebun tersebut berada di kawasan perkebunan yang cukup jauh dan harus ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan sepeda motor dari desa tanjung agung.
pencarian dilakukan dengan menyisir area perkebunan dan sekitar pondok kebun yang biasa ditempati menantu aminah. “dalam proses pencarian, pihak keluarga sebelumnya menemukan sejumlah barang milik aminah berupa keranjang berisi buah lada, parang, dan botol air minum.
barang-barang tersebut ditemukan sekitar 10 meter dari pondok kebun milik aminah,” ungkapnya.
kapolsek menambahkan, saat melaporkan kehilangan korban, angga sempat memberi keterangan jika korban sempat berpamitan padanya selasa (19/5) saat mereka bertemu di kebun.
anngga mengaku, korban minta dijemput pada kamis (21/5) bersama rombongan warga untuk panen lada di kebunnya. namun setelah diiterogasi akhirnya angga mengaku jika korban telah dihabisinya.