bacakoran.co

Terbongkar! Selain Prihantini, 3 Peneliti Ini Terseret Kasus Dugaan Mafia Pemalsuan Riset Internasional

Jaringan Pemalsuan Riset Konferensi Denmark Tiga Nama Baru Diduga Komplotan Prihantini Berburu Travel Grant--Medsos

Semua identitas dihilangkan untuk menjaga objektivitas.

Panitia selalu berasumsi bahwa setiap cendekiawan memiliki integritas luhur, yang sayangnya menjadi sebuah "loophole" atau celah kelemahan fatal.

Ketiga, naskah abstrak yang dikirimkan oleh tim ini ditulis dengan gaya bahasa yang sangat meyakinkan.

BACA JUGA:Mengejutkan! Tes Kesehatan KDKMP Wajibkan Tanpa Busana, Diraba dan Disenter, Netizen: Kontrak 2 Tahun...

Mereka mengklaim melakukan studi skala besar di berbagai pusat layanan kesehatan global, melibatkan populasi rentan, serta menggunakan metode mutakhir yang masih jarang diteliti.

Di atas kertas, abstrak berjumlah 200 hingga 300 kata tersebut pasti terlihat sangat luar biasa atau menonjol dibandingkan penelitian konvensional lainnya.

Penilai tidak akan sampai ke tahap melakukan pengecekan silang keabsahan data mentah karena terbuai dengan premis riset yang tampak revolusioner.

Klarifikasi dan Pembelaan Tim Rifaldy

Setelah gelombang kemarahan publik membesar, beredar sebuah surat pernyataan tertulis yang mengatasnamakan Rifaldy and Team.

Dalam surat yang viral tersebut Rifaldy menyatakan niatnya untuk meluruskan masalah.

Namun, ia sangat menyayangkan tindakan warganet yang dinilai memperburuk keadaan dan sangat memengaruhi kondisi mental timnya.

Ia menyebutkan bahwa akun media sosial milik rekannya, Prihantini telah diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Kelompok ini merasa terpukul dan tertekan secara mental karena merasa belum ada upaya tabayyun atau klarifikasi dua arah sebelum masalah ini disebarluaskan dengan masif ke publik.

BACA JUGA:Pemadaman Listrik Sumatra Makan Korban: 4 Warga Tewas Akibat Keracunan Asap Genset

Mereka memohon agar semua pihak dapat menyikapi persoalan ini dengan lebih bijak, menahan diri dari serangan personal dan tidak menggiring opini kebencian.

Terbongkar! Selain Prihantini, 3 Peneliti Ini Terseret Kasus Dugaan Mafia Pemalsuan Riset Internasional

Antonio

Jesika


bacakoran.co – kasus dugaan penipuan riset dalam konferensi ilmiah internasional yang melibatkan bernama prihantini kini memasuki babak baru setelah 3 nama rekan sejawatnya mencuat ke publik.

skandal manipulasi data akademik ini dilakukan secara demi mendapatkan dana bantuan perjalanan atau travel grant ke luar negeri.

terbongkarnya jaringan pemalsuan ini memicu keprihatinan mendalam karena mencoreng reputasi komunitas akademik indonesia di kancah internasional.

informasi mengejutkan mengenai dugaan penipuan riset konferensi ilmiah ini pertama kali diunggah oleh pengguna media sosial x melalui akun @ridhaintifadha pada tanggal 26 mei 2026.

dalam unggahan yang langsung menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat netizen tersebut, sang pemilik akun membagikan tangkapan layar yang memuat daftar nama terduga pelaku pemalsuan riset.

akun tersebut menjabarkan bahwa praktik lancung ini tergolong sebagai kejahatan kerah putih yang sangat terencana.

kamu perlu mengetahui bahwa tiga nama baru yang ikut terseret dalam pusaran kasus skandal prihantini ini adalah riana dwi kurniawati, amniatus saadah, dan dimas fajar prasetyo.

ketiganya diduga bekerja sama secara sistematis untuk meloloskan proposal riset fiktif agar bisa terbang ke luar negeri menggunakan dana hibah.

melalui unggahannya di platform x, akun @ridhaintifadha memberikan kesaksian langsung dari lokasi acara.

"pemalsuan riset terorganisir yang baru ketahuan saat konferensi di denmark ini jatuhnya white collar criminal. saya pun penasaran jejaring pelakunya. di akun ig w.o.d.d sebenarnya udah di spill nama-namanya. tapi saya penasaran jejak digitalnya di internet. dan ini yang saya temukan," ungkap akun @ridhaintifadha dalam cuitannya yang viral.

berdasarkan bukti digital yang dibagikan, keempat nama yang disebutkan di atas diyakini merupakan satu kelompok terpadu yang saling mendukung aksi manipulasi ini demi mencairkan insentif dana perjalanan.

pemilik akun @ridhaintifadha menegaskan bahwa di luar nama-nama terduga pelaku tersebut, para peserta konferensi lainnya merupakan peneliti yang murni berintegritas dan saling mengenal dengan baik.

"4 nama yang ada tanda merahnya adalah komplotan mereka. sisanya kita semua saling kenal dan saling sapa/ ngobrol di conference itu. karena memang dunia penelitian pneumo di indonesia itu kecil, namanya pasti itu-itu aja. kalaupun ada nama baru pasti itu salah satu kolaborator atau mahasiswa bimbingan dari peneliti pneumo indonesia yang sudah punya nama (pemain lama)," tulis akun @ridhaintifadha dalam lembar konfirmasi digitalnya.

modus oknum peneliti indonesia diduga manipulasi data demi liburan gratis

skandal dugaan pemalsuan riset terorganisir oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan ilmuwan indonesia tengah menjadi sorotan tajam di kancah internasional.

kasus ini pertama kali meledak setelah terungkap dalam sebuah konferensi ilmiah bergengsi di kopenhagen, denmark.

kabar mengejutkan ini mulai mencuat ke publik melalui platform x dan thread.

akun pengguna bernama ardianto satriawan dengan nama pengguna ardisatriawan pada tanggal 25 mei 2026 membagikan sebuah utas yang langsung mendapatkan perhatian luas, mencapai 2,6 juta tayangan.

dalam cuitannya, ia menyoroti dugaan beberapa orang indonesia melakukan  riset terorganisir yang terungkap di konferensi ilmiah di denmark.

ardianto juga menegaskan bahwa kasus ini harus segera diselesaikan karena berpotensi mencoreng nama baik ilmuwan indonesia di mata internasional.

kronologi dan modus operandi pelaku

berdasarkan tangkapan layar utas dari pengguna x mandharabrasika yang dibagikan ulang oleh ardianto, terungkap berbagai kejanggalan dari penelitian tersebut.

sang penulis utas menyebutkan bahwa salah seorang pelaku bahkan melakukan pemalsuan identitas dengan berganti nama saat presentasi.

riset yang mereka bawa diklaim tidak masuk akal karena mencakup lokasi pengumpulan data dari berbagai belahan dunia seperti dataran tinggi ethiopia, guatemala, lebanon, yordania, bangladesh, sudan selatan, filipina, kenya, nepal, malawi, hingga india utara.

namun seluruh periset terpantau berasal dari indonesia tanpa ada satupun kolaborator setempat dan tanpa keterangan persetujuan etik.

institusi yang dicantumkan pun fiktif.

pelaku menggunakan nama afiliasi ai-biomedicine research group, imcds-biomed research foundation, jakarta, indonesia yang ternyata tidak dapat ditemukan riwayat keberadaannya secara sah.

pengakuan terkait penggunaan generasi buatan

akun mandharabrasika juga menceritakan momen saat ia mengonfrontasi langsung salah satu perwakilan tim bernama prihantini.

saat diminta menjelaskan grafik dan poster penelitiannya, yang bersangkutan kebingungan dan tidak bisa memberikan jawaban.

prihantini justru membuat pengakuan mengejutkan bahwa seluruh abstrak mereka di "generate" oleh pemimpin kelompok mereka yang bernama rifaldy fajar.

motif utama di balik tindakan curang ini diduga kuat untuk mendapatkan dana hibah perjalanan dari penyelenggara.

dengan memenangkan penghargaan para oknum ini bisa berangkat ke luar negeri secara gratis.

parahnya, bukti digital menunjukkan ini bukan kali pertama mereka beraksi.

dokumentasi foto memperlihatkan mereka pernah mendapatkan penghargaan serupa pada konferensi di taipei pada bulan september tahun 2025.

mengapa abstrak palsu bisa lolos seleksi internasional

pertanyaan teknis ini dijawab secara analitis oleh pengguna instagram w.o.d.d dalam kolom komentar yang membalas pengguna udapinto_ pada 14 jam sebelumnya.

terdapat 3 alasan utama yang menjadi celah keamanan sistem seleksi.

pertama, peserta hanya perlu mengirimkan abstrak berjumlah 250 hingga 300 kata untuk dinilai, bukan keseluruhan naskah metodologi riset secara utuh. kedua, konferensi standar internasional menerapkan sistem "blind review".

dalam sistem ini, para penilai sama sekali tidak mengetahui siapa penulis dan dari mana afiliasi asalnya.

semua identitas dihilangkan untuk menjaga objektivitas.

panitia selalu berasumsi bahwa setiap cendekiawan memiliki integritas luhur, yang sayangnya menjadi sebuah "loophole" atau celah kelemahan fatal.

ketiga, naskah abstrak yang dikirimkan oleh tim ini ditulis dengan gaya bahasa yang sangat meyakinkan.

mereka mengklaim melakukan studi skala besar di berbagai pusat layanan kesehatan global, melibatkan populasi rentan, serta menggunakan metode mutakhir yang masih jarang diteliti.

di atas kertas, abstrak berjumlah 200 hingga 300 kata tersebut pasti terlihat sangat luar biasa atau menonjol dibandingkan penelitian konvensional lainnya.

penilai tidak akan sampai ke tahap melakukan pengecekan silang keabsahan data mentah karena terbuai dengan premis riset yang tampak revolusioner.

klarifikasi dan pembelaan tim rifaldy

setelah gelombang kemarahan publik membesar, beredar sebuah surat pernyataan tertulis yang mengatasnamakan rifaldy and team.

dalam surat yang viral tersebut rifaldy menyatakan niatnya untuk meluruskan masalah.

namun, ia sangat menyayangkan tindakan warganet yang dinilai memperburuk keadaan dan sangat memengaruhi kondisi mental timnya.

ia menyebutkan bahwa akun media sosial milik rekannya, prihantini telah diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.

kelompok ini merasa terpukul dan tertekan secara mental karena merasa belum ada upaya tabayyun atau klarifikasi dua arah sebelum masalah ini disebarluaskan dengan masif ke publik.

mereka memohon agar semua pihak dapat menyikapi persoalan ini dengan lebih bijak, menahan diri dari serangan personal dan tidak menggiring opini kebencian.

Tag
Share