bacakoran.co - selama 87 menit per hari kini disebut sebagai salah satu cara paling efektif untuk menekan risiko serangan jantung dan stroke.
temuan ini muncul dari penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal medis ternama dan langsung menarik perhatian dunia kesehatan.
selama ini, aktivitas fisik seperti jalan kaki memang dikenal ampuh menjaga kebugaran tubuh.
namun, pertanyaan soal berapa lama durasi ideal berjalan kaki agar benar-benar berdampak besar terhadap kesehatan jantung masih terus diperdebatkan.
kini, jawabannya mulai terlihat lebih jelas.
penelitian ungkap durasi jalan kaki paling efektif
penelitian yang diterbitkan dalam british journal of sports medicine dilakukan oleh ilmuwan dari universitas politeknik makau, tiongkok.
studi tersebut melibatkan 17.088 peserta dari uk biobank dengan rata-rata usia 57 tahun.
para peserta menggunakan alat pelacak aktivitas harian dan menjalani pengukuran vo2 max atau kebutuhan oksigen maksimum saat latihan intensitas tinggi.
pengukuran ini dipakai untuk menilai kebugaran kardiovaskular, yakni kemampuan jantung, paru-paru, dan otot dalam mengelola oksigen selama aktivitas fisik.
dalam masa pemantauan sekitar 7,8 tahun, tercatat 1.233 kasus gangguan kardiovaskular, meliputi:
874 kasus fibrilasi atrium
156 kasus serangan jantung atau infark miokard
111 kasus gagal jantung
92 kasus stroke
hasilnya menunjukkan bahwa olahraga rutin selama 150 menit per minggu mampu menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke sekitar 7 hingga 8 persen.
namun angka yang paling mengejutkan muncul pada kelompok yang aktif berolahraga 560 hingga 610 menit per minggu atau setara 80-87 menit per hari.
jalan kaki 87 menit sehari turunkan risiko lebih dari 30 persen
penelitian tersebut menemukan bahwa aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat seperti jalan cepat, jogging, dan bersepeda dapat memangkas risiko serangan jantung serta stroke hingga lebih dari 30 persen jika dilakukan sekitar 87 menit setiap hari.
durasi tersebut memang jauh lebih tinggi dibanding rekomendasi kesehatan masyarakat saat ini yang hanya menyarankan olahraga minimal 150 menit per minggu.
meski begitu, para peneliti menilai semakin tinggi kebugaran kardiovaskular seseorang, maka perlindungan terhadap penyakit jantung juga semakin besar.
artinya, kebiasaan sederhana seperti rutin berjalan kaki ternyata memberi dampak signifikan terhadap kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
kenapa jalan kaki sangat baik untuk jantung?
berjalan kaki termasuk olahraga aerobik ringan yang mampu meningkatkan sirkulasi darah, menjaga tekanan darah tetap stabil, dan membantu mengontrol kadar gula serta kolesterol.
selain itu, aktivitas ini juga membantu:
mengurangi stres berlebih
menjaga berat badan tetap ideal
memperkuat otot jantung
memperbaiki kualitas tidur
meningkatkan stamina tubuh
jalan kaki juga menjadi olahraga paling mudah dilakukan karena tidak membutuhkan alat khusus maupun biaya mahal.
kebugaran kardiovaskular jadi kunci utama
peneliti menegaskan bahwa kebugaran kardiovaskular merupakan indikator penting kesehatan secara keseluruhan. seseorang dengan kebugaran rendah cenderung memiliki risiko lebih besar mengalami serangan jantung, stroke, hingga kematian dini.
karena itu, menjaga tubuh tetap aktif menjadi langkah penting untuk memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup.
tidak harus langsung memulai 87 menit per hari.
aktivitas fisik bisa ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
mulai dari langkah kecil
bagi banyak orang, meluangkan waktu lebih dari satu jam untuk olahraga mungkin terasa berat.
namun para ahli menyebut konsistensi jauh lebih penting dibanding intensitas sesaat.
memulai dari 20 hingga 30 menit jalan kaki setiap hari tetap memberi manfaat besar jika dilakukan rutin.
setelah tubuh mulai terbiasa, durasi dapat ditambah perlahan.
kebiasaan sederhana seperti memilih tangga, berjalan saat menelepon, atau berjalan santai setelah makan malam juga bisa membantu meningkatkan aktivitas harian.
pada akhirnya, menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal olahraga berat di pusat kebugaran.
langkah kaki kecil setiap hari ternyata mampu menjadi investasi besar untuk masa depan tubuh.