bacakoran.co

Edan! Oknum Kiai di Pekalongan Tega Cabuli 25 Santriwati Hingga Hamil Selama 12 Tahun Berkedok Agama

oknum Kiai di Pekalongan diamankan polisi atas dugaan pencabulan 25 santriwati hingga hamil--Twitter

BACAKORAN.CO – Geger seorang oknum Kiai di Pekalongan, Jawa Tengah, diduga kuat melakukan pencabulan terhadap sedikitnya 25 santriwati hingga beberapa di antaranya dikabarkan hamil.

Pria berinisial AKF (54) yang merupakan pimpinan padepokan di wilayah Simbangkulon, Kecamatan Buaran ini terpaksa berurusan dengan polisi karena aksi bejatnya yang diduga telah berlangsung tertutup selama 12 tahun terakhir.

Informasi kali menjadi sorotan tajam publik di platform media sosial X (sebelumnya Twitter).

Berdasarkan unggahan dari akun @narkosun pada 27 Mei 2026 yang telah meraup 19.000 tayangan, terlihat momen penangkapan oknum Kiai tersebut jelang pelaksanaan Salat Iduladha.

"Lagi, lagi, dan lagi.... Sampe bingung mau komen apa. Terjadi berulang di tempat2 yg berbeda-beda," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

BACA JUGA:Bikin Malu! 2 Alumni UNY Diduga Palsukan Riset Pakai AI di Kopenhagen, Begini Respons Rektorat

Pada unggahan lainnya dari pengguna yang sama tertanggal 27 Mei 2026, disebutkan secara gamblang bahwa sedikitnya 25 santriwati diduga menjadi korban pimpinan padepokan tersebut.

Kini, tersangka AKF telah diamankan secara paksa dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Pekalongan Kota pada Rabu, 27 Mei 2026.

Polisi bergerak cepat merespons laporan warga dengan mengamankan area padepokan menggunakan garis pembatas polisi demi kelancaran dan integritas proses penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Pekalongan Kota, Riki Yariandi, memberikan jaminan keamanan bagi pihak-pihak yang berani angkat bicara guna membongkar kasus ini.

"Kami menjamin keamanan para korban dan saksi. Kami juga menyiapkan safe house agar para pelapor merasa aman selama proses hukum berjalan," tegas Kapolres.

BACA JUGA:Skandal Riset Palsu Demi Travel Grant, Rifaldy dan Tim Akhirnya Mengaku...

Aparat memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan hingga seluruh fakta terungkap, serta membuka ruang bagi kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

Menganalisis fenomena ini dari sudut pandang sosial dan psikologis, kasus kekerasan di lingkungan asrama bukan sekadar tindakan asusila biasa, melainkan bukti nyata adanya ketimpangan relasi kuasa antara pendidik dan murid.

Edan! Oknum Kiai di Pekalongan Tega Cabuli 25 Santriwati Hingga Hamil Selama 12 Tahun Berkedok Agama

Andi

Kamil


bacakoran.co – geger seorang oknum di pekalongan, jawa tengah, diduga kuat melakukan pencabulan terhadap sedikitnya 25 santriwati hingga beberapa di antaranya dikabarkan hamil.

pria berinisial akf (54) yang merupakan pimpinan padepokan di wilayah simbangkulon, kecamatan buaran ini terpaksa berurusan dengan polisi karena yang diduga telah berlangsung tertutup selama 12 tahun terakhir.

informasi kali menjadi sorotan tajam publik di platform media sosial x (sebelumnya twitter).

berdasarkan unggahan dari akun @narkosun pada 27 mei 2026 yang telah meraup 19.000 tayangan, terlihat momen penangkapan oknum kiai tersebut jelang pelaksanaan salat iduladha.

"lagi, lagi, dan lagi.... sampe bingung mau komen apa. terjadi berulang di tempat2 yg berbeda-beda," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

pada unggahan lainnya dari pengguna yang sama tertanggal 27 mei 2026, disebutkan secara gamblang bahwa sedikitnya 25 santriwati diduga menjadi korban pimpinan padepokan tersebut.

kini, tersangka akf telah diamankan secara paksa dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di mapolres pekalongan kota pada rabu, 27 mei 2026.

polisi bergerak cepat merespons laporan warga dengan mengamankan area padepokan menggunakan garis pembatas polisi demi kelancaran dan integritas proses penyelidikan lebih lanjut.

kapolres pekalongan kota, riki yariandi, memberikan jaminan keamanan bagi pihak-pihak yang berani angkat bicara guna membongkar kasus ini.

"kami menjamin keamanan para korban dan saksi. kami juga menyiapkan safe house agar para pelapor merasa aman selama proses hukum berjalan," tegas kapolres.

aparat memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan hingga seluruh fakta terungkap, serta membuka ruang bagi kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

menganalisis fenomena ini dari sudut pandang sosial dan psikologis, kasus kekerasan di lingkungan asrama bukan sekadar tindakan asusila biasa, melainkan bukti nyata adanya ketimpangan relasi kuasa antara pendidik dan murid.

manipulasi yang dibungkus dengan doktrin kepatuhan sering kali menjadi celah utama bagi pelaku untuk menundukkan korban dan menutupi kejahatannya selama bertahun-tahun.

oleh karena itu penting bagi kamu sebagai orang tua untuk selalu membangun komunikasi terbuka dan memantau perkembangan emosional anak secara proaktif meski mereka menempuh pendidikan jauh dari rumah.

saat ini kepolisian telah berkoordinasi dengan tim psikolog untuk memberikan pendampingan khusus guna memulihkan trauma mendalam para korban.

kasus ini tidak lepas dari perhatian tajam netizen di media sosial yang menyuarakan keprihatinan sekaligus kemarahan atas gagalnya sistem pengawasan.

"itu orang tuanya apa gak.pernsh cek anaknya ya? masak sih anak dilepas gitu aja. aku.pernah masukkan anakku yg laki2 ke pesantren selama 1 thn. hampir tiap mggu aku dtg sambil bawa makansn atau kebutuhannya," tulis @dedentist1966.

"gatau ajarannya apa orang nya. tapi yg pasti hal kek gini di imingin surga dari orangnya," tulis @2026reyrey.

"biar makin terbuka yaa agar beragama harus sesuai dengan kitabullah dan sunnah rasulullah," tulis @trance11uk.

Tag
Share