bacakoran.co – himpunan mahasiswa teknik pangan institut teknologi bandung (hmpg ) secara resmi menonaktifkan salah satu senatornya nayla khansa adreby putri, karena terlibat ujaran kebencian di media sosial.
keputusan ini diambil untuk melindungi nama baik organisasi dan menegakkan aturan internal.
tindakan cepat badan pengurus ‘polaris’ hmpg itb periode 2026/2027 ini langsung menjadi perhatian publik.
menurut press release resmi yang diunggah akun x @hmpgitb pada rabu, 27 mei 2026 pukul 12.12 wib, hmpg itb memutuskan i sebagai senator.
“kami memutuskan untuk menonaktifkan senator hmpg itb. berdasarkan surat keputusan no.: 2927/hmpg-itb/dpa/v/2026,” demikian pernyataan resmi yang tertulis dalam press release tersebut.
kronologi cuitan nayla khansa adreby putri
kasus ini bermula pada 26 mei 2026 ketika cuitan nayla khansa adreby putri menuai kontroversi besar di media sosial x.
utas cuitannya dianggap mengandung ujaran kebencian (hate speech) terhadap kelompok (suporter persib bandung).
beberapa akun pengguna kemudian menyebarkan screenshot cuitan nayla, yang memicu reaksi keras dari netizen.
dalam hitungan jam, isu ini menjadi trending dan mendapat sorotan luas di kalangan mahasiswa itb serta komunitas suporter.
pada 27 mei 2026, hmpg itb mengeluarkan press release resmi yang menyatakan bahwa nayla khansa dinilai melanggar ad/art organisasi karena tidak menjaga nama baik hmpg itb.
sanksi diberikan berupa:
1. penonaktifan sebagai senator hmpg itb hingga waktu yang tidak ditentukan.
2. memasuki masa evaluasi dari dpa hmpg itb.
hmpg itb menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah menilai nayla khansa adreby putri selaku ketua badan senator tidak menjaga nama baik organisasi sesuai dengan ad/art hmpg itb.
sanksi yang diberlakukan berupa penonaktifan sebagai senator hingga waktu yang belum ditentukan dan memasuki masa evaluasi dari dpa hmpg itb.
klarifikasi dari nayla khansa adreby putrimelalui
pernyataan tertulisnya, nayla khansa adreby putri menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung persib.
“saya nayla khansa adreby putri selaku pemilik akun twitter dengan username @nelaknpy ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pendukung persib atas cuitan saya sebelumnya. saya menyesali kesalahan saya yang telah menggunakan kata-kata yang kasar, tidak pantas, serta melakukan generalisasi yang telah menyakiti banyak pihak,” tulisnya.
ia juga mengakui bahwa saat itu dirinya sedang dibawa emosi sehingga tidak berpikir jernih, serta berjanji menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran untuk lebih bijak di masa depan.
nayla memohon maaf kepada semua pihak yang merasa tersakiti dan meminta agar tidak menyebarkan informasi pribadi atau memberikan ancaman.
“peristiwa ini menjadi teguran sekaligus pembelajaran bagi hmpg itb untuk terus membina anggotanya dalam menyampaikan pendapat secara bijak di forum-forum komunikasi secara umum dan di media sosial,” tulis press release resmi tersebut.