bacakoran.co

Ini Fakta Kiai Cabul di Pekalongan: Puluhan Santriwati Jadi Korban Sejak 2008 hingga Hamil Ghaib Terbongkar

Tampang pelaku Kiai Pekalongan Perkosa Puluhan Santriwati Modus Pengobatan hingga hamil Ghaib--Twitter

Warga asal Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap ini diketahui hamil dan melahirkan bayi pada Desember 2025 tanpa memiliki suami.

Awalnya, pihak keluarga mengklaim bahwa kehamilan tersebut adalah takdir Allah lewat mimpi.

BACA JUGA:Bikin Malu! 2 Alumni UNY Diduga Palsukan Riset Pakai AI di Kopenhagen, Begini Respons Rektorat

Walaupun kasus F bukan pelapor utama yang memicu penangkapan, peristiwa ini menjadi jalan pembuka bagi polisi untuk mendalami keterlibatan pelaku.

Kepolisian menduga kuat bahwa F adalah salah satu korban pemerkosaan, meski korban sering takut melawan karena ancaman halus dan ketakutan akan dikucilkan masyarakat.

Reaksi Geram Warganet Di Media Sosial

Kasus yang sudah berlangsung belasan tahun ini memancing amarah luar biasa dari kalangan warganet.

"Buset, itu parah banget kalo mulainya dari 2008, semoga pelaku seperti ini di kasih pelajaran di dalam lapas," tulis @Mangga1111.

Komentar penuh emosi juga dilontarkan pengguna lain.

"KENAPASI KELAKUAN MANUSIA ADA AJA YANG KAYAK GAK PUNYA AKAL PIKIRAN GINI," tulis @rosefeerin.

Sorotan terhadap lamanya waktu kejahatan beroperasi turut menjadi perbincangan.

BACA JUGA:Isu Kehamilan Julia Prastini Makin Panas Usai Rekaman Video Beredar, Benarkah Bapaknya Safrie Ramadan??

"Berlangsung 16 tahun," tulis @lovelanguage4ev.

Keganjilan sistem pengawasan pondok juga dikritik tajam.

"SEJAK 2008????? berarti 18 TAHUN memerkosa santriwatinya?????? ini mesti dicek juga sepondoknya, masa nggak pernah ada yang curiga atau tau?," tulis @tsetchaiklatte_.

Somasi Pihak Pesantren Dan Analisis Kasus

Hal yang cukup mengejutkan adalah beredarnya surat dari Pondok Pesantren Padang Ati tertanggal 21 Mei 2026.

Ini Fakta Kiai Cabul di Pekalongan: Puluhan Santriwati Jadi Korban Sejak 2008 hingga Hamil Ghaib Terbongkar

Wiwin

Gusti


bacakoran.co - update inilah beberapa yang perkosa puluhan santriwati di sebuah pondok pesantren di kabupaten pekalongan, jawa tengah.

pihak kepolisian akhirnya menangkap abdul khalim fadlun pengasuh sekaligus pendiri di desa simbang kulon, kecamatan buaran, yang diduga telah memerkosa puluhan santriwati sejak tahun 2008.

penangkapan abdul khalim fadlun (55) ini memicu kemarahan publik luas dan membuka tabir gelap penyalahgunaan relasi kuasa berkedok pengobatan.

kronologi penangkapan dan viralnya kasus

informasi mengejutkan ini viral melalui platform media sosial x (twitter) akun bernama sisters in danger x simponi dengan nama pengguna @sistersindanger mengunggah kronologi lengkap beserta foto pelaku pada 28 mei 2026 yang telah mendapat 35.000 tayangan.

berdasarkan informasi dari unggahan tersebut, pelaku ditangkap oleh satreskrim polres pekalongan kota pada hari rabu, 27 mei 2026, tepat setelah pelaksanaan salat idul adha.

korban dan modus operandi pelaku

hingga saat ini, tercatat ada 6 mantan santriwati yang sudah berani melapor secara resmi ke pihak kepolisian.

namun, jumlah korban diduga jauh lebih fantastis, mencapai 23 hingga 25 orang yang mayoritas masih di bawah umur saat kejadian nahas tersebut berlangsung.

para korban berasal dari berbagai wilayah, mulai dari pemalang, batang, pekalongan, hingga semarang.

modus operandi pelaku dinilai sangat manipulatif.

menggunakan relasi kuasa sebagai kiai atau tokoh yang harus ditaati, pelaku kerap meminta dipijat dengan alasan pengobatan atau relaksasi di ruangan tertutup.

situasi sepi ini membuat korban merasa tidak ada jalan keluar, yang kemudian berujung pada eskalasi pelecehan fisik hingga pemerkosaan.

kasus pemicu dan hamil tanpa suami

skandal ini perlahan terkuak luas berkat ramainya perbincangan mengenai kasus santriwati berinisial f yang berusia 22 tahun.

warga asal desa kedungkebo, kecamatan karangdadap ini diketahui hamil dan melahirkan bayi pada desember 2025 tanpa memiliki suami.

awalnya, pihak keluarga mengklaim bahwa kehamilan tersebut adalah takdir allah lewat mimpi.

walaupun kasus f bukan pelapor utama yang memicu penangkapan, peristiwa ini menjadi jalan pembuka bagi polisi untuk mendalami keterlibatan pelaku.

kepolisian menduga kuat bahwa f adalah salah satu korban pemerkosaan, meski korban sering takut melawan karena ancaman halus dan ketakutan akan dikucilkan masyarakat.

reaksi geram warganet di media sosial

kasus yang sudah berlangsung belasan tahun ini memancing amarah luar biasa dari kalangan warganet.

"buset, itu parah banget kalo mulainya dari 2008, semoga pelaku seperti ini di kasih pelajaran di dalam lapas," tulis @mangga1111.

komentar penuh emosi juga dilontarkan pengguna lain.

"kenapasi kelakuan manusia ada aja yang kayak gak punya akal pikiran gini," tulis @rosefeerin.

sorotan terhadap lamanya waktu kejahatan beroperasi turut menjadi perbincangan.

"berlangsung 16 tahun," tulis @lovelanguage4ev.

keganjilan sistem pengawasan pondok juga dikritik tajam.

"sejak 2008????? berarti 18 tahun memerkosa santriwatinya?????? ini mesti dicek juga sepondoknya, masa nggak pernah ada yang curiga atau tau?," tulis @tsetchaiklatte_.

somasi pihak pesantren dan analisis kasus

hal yang cukup mengejutkan adalah beredarnya surat dari pondok pesantren padang ati tertanggal 21 mei 2026.

surat bernomor 04.018/ph-ppa/v/2026 tersebut ditandatangani oleh ketua pondok afi aulia putri dan kepala madrasah ahmad khasna.

dalam suratnya, pengurus meminta akun media untuk menghapus unggahan dan meminta maaf karena dianggap menggiring opini negatif ke pondok dan pengasuh.

oknum kiai di pekalongan tega cabuli 25 santriwati hingga hamil selama 12 tahun berkedok agama

geger seorang oknum  di pekalongan, jawa tengah, diduga kuat melakukan pencabulan terhadap sedikitnya 25 santriwati hingga beberapa di antaranya dikabarkan hamil.

pria berinisial akf (54) yang merupakan pimpinan padepokan di wilayah simbangkulon, kecamatan buaran ini terpaksa berurusan dengan polisi karena yang diduga telah berlangsung tertutup selama 12 tahun terakhir.

informasi kali menjadi sorotan tajam publik di platform media sosial x (sebelumnya twitter).

berdasarkan unggahan dari akun @narkosun pada 27 mei 2026 yang telah meraup 19.000 tayangan, terlihat momen penangkapan oknum kiai tersebut jelang pelaksanaan salat iduladha.

"lagi, lagi, dan lagi.... sampe bingung mau komen apa. terjadi berulang di tempat2 yg berbeda-beda," tulis akun tersebut dalam keterangan videonya.

pada unggahan lainnya dari pengguna yang sama tertanggal 27 mei 2026, disebutkan secara gamblang bahwa sedikitnya 25 santriwati diduga menjadi korban pimpinan padepokan tersebut.

kini, tersangka akf telah diamankan secara paksa dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di mapolres pekalongan kota pada rabu, 27 mei 2026.

polisi bergerak cepat merespons laporan warga dengan mengamankan area padepokan menggunakan garis pembatas polisi demi kelancaran dan integritas proses penyelidikan lebih lanjut.

kapolres pekalongan kota, riki yariandi, memberikan jaminan keamanan bagi pihak-pihak yang berani angkat bicara guna membongkar kasus ini.

"kami menjamin keamanan para korban dan saksi. kami juga menyiapkan safe house agar para pelapor merasa aman selama proses hukum berjalan," tegas kapolres.

aparat memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan hingga seluruh fakta terungkap, serta membuka ruang bagi kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.

menganalisis fenomena ini dari sudut pandang sosial dan psikologis, kasus kekerasan di lingkungan asrama bukan sekadar tindakan asusila biasa, melainkan bukti nyata adanya ketimpangan relasi kuasa antara pendidik dan murid.

manipulasi yang dibungkus dengan doktrin kepatuhan sering kali menjadi celah utama bagi pelaku untuk menundukkan korban dan menutupi kejahatannya selama bertahun-tahun.

oleh karena itu penting bagi kamu sebagai orang tua untuk selalu membangun komunikasi terbuka dan memantau perkembangan emosional anak secara proaktif meski mereka menempuh pendidikan jauh dari rumah.

saat ini kepolisian telah berkoordinasi dengan tim psikolog untuk memberikan pendampingan khusus guna memulihkan trauma mendalam para korban.

kasus ini tidak lepas dari perhatian tajam netizen di media sosial yang menyuarakan keprihatinan sekaligus kemarahan atas gagalnya sistem pengawasan.

"itu orang tuanya apa gak.pernsh cek anaknya ya? masak sih anak dilepas gitu aja. aku.pernah masukkan anakku yg laki2 ke pesantren selama 1 thn. hampir tiap mggu aku dtg sambil bawa makansn atau kebutuhannya," tulis @dedentist1966.

"gatau ajarannya apa orang nya. tapi yg pasti hal kek gini di imingin surga dari orangnya," tulis @2026reyrey.

"biar makin terbuka yaa agar beragama harus sesuai dengan kitabullah dan sunnah rasulullah," tulis @trance11uk.

Tag
Share