bacakoran.co -- seekor alias jumat siang 29 mei 2026 menampakkan dirinya di aliran dekat , desa keromongan, kecamatan martapura, kabupaten ogan komering ulu (oku) timur, sumatera selatan.
kemunculan hewan buas berukuran besar itu terlihat oleh warga dari kejauhan. reptil berukuran sekira lebih dari 2 meter itu itu nampak dengan tenang berjemur di tepian sungai hingga menjadi perhatian warga.
dalam waktu singkat, sepanjang tepian sungai komering itu dipadati warga dari desa perjaya maupun desa keromongan untuk menyaksikan pemandangan yang jarang terlihat itu.
meskipun diiringi rasa ngeri dan takut, warga berdatangan untuk melihat langsung keberadaan predator air tawar tersebut. puluhan warga memilih menyaksikan dari jarak aman sambil merekam kemunculan buaya itu menggunakan telepon genggam.
kemunculan satwa liar itu pun memicu kekhawatiran masyarakat karena lokasinya tidak jauh dari kawasan permukiman dan area aktivitas warga sehari-hari.
dion, warga desa perjaya, mengatakan kemunculan buaya di kawasan bendung perjaya bukan kali pertama terjadi. sehari sebelumnya, warga juga sempat melihat reptil serupa di lokasi yang tidak jauh dari kemunculan buaya pada hari jumat.
“kalau yang muncul hari ini (jumat) kemungkinan berbeda dengan kemarin. yang kemarin ukurannya lebih besar dan warnanya lebih gelap. yang sekarang ini warnanya lebih terang dan ukurannya sedikit lebih kecil,” jela dion di lokasi seperti dikutip dari sumateraekspresbacakoran.co.id.
menurutnya, warga mulai waspada karena sebagian masyarakat masih beraktivitas di sungai komering, mulai dari mandi, mencuci hingga mencari ikan.
kondisi itu membuat masyarakat khawatir jika buaya mendekati area aktivitas warga. “di sini masih banyak anak-anak yang bermain dekat sungai. takutnya buaya naik ke tepian atau mendekat ke lokasi warga beraktivitas,” katanya.
dion menambahkan, setelah kabar kemunculan buaya menyebar, masyarakat dari sejumlah desa sekitar terus berdatangan ke lokasi. bahkan pengendara yang melintas di sekitar bendung perjaya ikut berhenti karena penasaran ingin melihat langsung.
“dari siang ramai terus yang datang. ada yang hanya melihat sebentar, ada juga yang sengaja menunggu. tapi warga tetap saling mengingatkan supaya jangan terlalu dekat ke air,” tambahnya.
hal senada disampaikan rian, warga desa keromongan. ia mengaku resah karena kemunculan buaya dinilai semakin dekat dengan kawasan permukiman masyarakat.
“kami khawatir kalau buaya ini naik ke tepian atau masuk ke lokasi dekat rumah warga. di sini masyarakat masih banyak beraktivitas di sungai,” ungkapnya.
menurut rian, keberadaan buaya di dekat bendung perjaya menjadi perhatian serius karena lokasi tersebut cukup ramai dilalui warga setiap hari. ia berharap ada langkah cepat dari pihak terkait untuk melakukan pemantauan maupun penanganan.
“kami berharap segera ada pemantauan atau evakuasi kalau memang membahayakan. sekarang warga jadi takut mendekat ke sungai,” katanya.
akibat kemunculan buaya yang viral di media sosial dan grup percakapan warga, sebagian masyarakat mulai mengurangi aktivitas di sekitar sungai komering. suasana yang biasanya ramai pada sore hari kini terlihat lebih sepi. “biasanya sore banyak yang memancing atau anak-anak mandi di sungai. sekarang mulai sepi karena warga takut,” tambah rian.
diketahui, sungai komering yang memiliki aliran cukup luas dan masih dikelilingi kawasan alami memang dikenal sebagai habitat sejumlah satwa liar, termasuk buaya.
namun kemunculan predator tersebut yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat menimbulkan keresahan tersendiri bagi warga sekitar bendung perjaya.