bacakoran.co

Ngaku Single, Farhan Lulusan Al-Azhar Diduga Predator Aplikasi Kencan Demi Main Gila dengan 5 Wanita Sekaligus

pria bernama Farhan lulusan Al-Azhar Cairo diduga menipu banyak wanita di aplikasi kencan--Twitter

Para pelapor, yang beberapa di antaranya adalah korban, kini tengah bahu-membahu mengumpulkan bukti tambahan secara kolektif untuk membawa kasus ini ke permukaan agar tidak ada lagi perempuan yang tertular penyakit menular seksual atau menderita kerugian psikologis.

Ngaku Single, Farhan Lulusan Al-Azhar Diduga Predator Aplikasi Kencan Demi Main Gila dengan 5 Wanita Sekaligus

Bagus

Asep


bacakoran.co - kasus dugaan berkedok asmara yang melibatkan seorang pria bernama farhan lulusan al-azhar cairo, mesir, kini tengah menjadi sorotan tajam dan viral di media sosial.

pria tersebut diduga kuat menggunakan untuk memperdaya banyak perempuan di wilayah jabodetabek.

berbekal status palsu sebagai pria lajang, ia melancarkan aksinya demi memuaskan hasrat pribadi meski sebenarnya sudah berstatus sebagai suami dan memiliki 1 anak.

skandal manipulasi ini pertama kali mencuat melalui platform media sosial x (twitter).

akun pearl_gummy pada 29 mei 2026 mengunggah sebuah utas panjang yang mengungkap kedok pria tersebut secara detail beserta bukti foto wajahnya.

hingga saat ini unggahan itu telah menembus angka 1,2 juta penayangan.

bagi kamu yang aktif mencari pasangan secara online, kasus farhan lulusan al-azhar ini harus menjadi alarm kewaspadaan.

"hati-hati jabodetabek area yg pernah match/kenalan dgn org ini di dating app. namanya farhan. lulusan al-azhar cairo (valid). udh bnyk korban sejak 2023. ganti cewe buat diajak tidur, ngaku single walau udh puny anak dan istri," tulisnya.

modus operandi di aplikasi kencan

berdasarkan informasi rentetan bukti tangkapan layar obrolan dari utas tersebut, farhan sangat aktif bergerilya mencari celah di berbagai aplikasi kencan populer, dengan intensitas tertinggi berada di tinder dan bumble.

ia memiliki pola yang terstruktur dalam menjerat calon korbannya. korban pada umumnya diajak untuk bertemu secara langsung untuk pertama kali (first meet), lalu perlahan digiring menuju indekos atau hotel.

alasan klasik yang paling sering digunakan pelaku adalah hari sudah terlalu malam sehingga butuh tempat singgah sementara.

setelah situasi dirasa menguntungkan, pelaku melancarkan aksinya untuk mengajak korban berhubungan fisik.

tragisnya, korban-korban ini sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang tidur bersama mereka adalah seorang ayah beranak 1.

pengakuan istri dan bukti manipulasi berantai

fakta yang jauh lebih mengejutkan datang dari sisi kehidupan rumah tangga pelaku.

terbongkar informasi bahwa pria ini belum resmi berpisah dari istri sahnya.

sang istri mengaku sangat kelelahan karena proses perceraian menjadi sangat sulit akibat pelaku kerap menggunakan manipulasi emosional.

ia selalu menggagalkan syarat cerai dengan dalih, "kamu itu istri aku," sambil terus memaksa untuk berhubungan intim.

lebih parah lagi, rekam jejak kelam ini dikabarkan sudah berlangsung sejak tahun 2020, namun kebiasaan buruknya baru terbongkar secara gamblang pada tahun 2024.

elaku tercatat memiliki rekam jejak mendekati 5 hingga 7 perempuan sekaligus dalam satu waktu.

bahkan, seorang teman satu flatnya ketika menempuh pendidikan di kairo dulu pernah diajak melihat koleksi video asusila format 3gp miliknya, serta mengajarkan rekan lainnya menggunakan bot telegram untuk mencari perempuan.

kehebohan ini memantik kemarahan publik, termasuk mendapat atensi langsung dari akun x komunitas pelindung perempuan, sisters in danger x simponi.

melalui unggahan kutipan pada 30 mei 2026 yang berhasil meraup 9,7 ribu penayangan, mereka melontarkan kritik sangat pedas yang mewakili keresahan netizen.

"farhan lulusan al azhar, mesir. bener2 penjahat kelamin lu ya? itu hs sana sini pake kondom ga?" tulis akun tersebut.

kabar terbaru menyebutkan bahwa pacar baru pelaku saat ini yang disebut berasal dari makassar dan menetap di jakarta masih dalam fase penyangkalan.

para pelapor, yang beberapa di antaranya adalah korban, kini tengah bahu-membahu mengumpulkan bukti tambahan secara kolektif untuk membawa kasus ini ke permukaan agar tidak ada lagi perempuan yang tertular penyakit menular seksual atau menderita kerugian psikologis.

Tag
Share