bacakoran.co

Dahi Tiba-Tiba Nyut Nyutan Saat Makan Es Krim? Ternyata Ini Penyebab Brain Freeze yang Sering Diabaikan

Penyebab gigi nyeri saat makan es krim --

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa brain freeze kemungkinan memiliki kaitan dengan faktor genetik.

Menurut dr Starling, seseorang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga yang sering mengalami sakit kepala akibat makanan dingin cenderung memiliki peluang lebih besar mengalami kondisi serupa.

Meski mekanisme pastinya masih terus diteliti, temuan ini menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap perubahan suhu dingin dapat diwariskan dalam keluarga.

Faktor genetik tersebut diduga memengaruhi cara pembuluh darah dan sistem saraf merespons perubahan suhu yang mendadak.

Apakah Brain Freeze Berbahaya?

Kabar baiknya, brain freeze tidak termasuk kondisi medis yang berbahaya. 

BACA JUGA:Bukan Sekedar Bumbu Dapur, Daun Rosemary Ternyata Senjata Ampuh Detoks Tubuh, Racun Auto Ambyar

Rasa nyeri yang muncul biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga paling lama beberapa menit.

Setelah suhu di area mulut kembali normal, pembuluh darah akan stabil dan sinyal nyeri pun berhenti.

Meski demikian, bagi sebagian orang sensasi yang muncul bisa terasa cukup intens dan mengejutkan, terutama ketika mengonsumsi makanan dingin dalam jumlah besar atau terlalu cepat.

Cara Mencegah Brain Freeze Saat Makan Es Krim

Mencegah brain freeze sebenarnya cukup sederhana. 

Kuncinya adalah menghindari perubahan suhu yang terlalu cepat di rongga mulut.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

Mengonsumsi es krim atau makanan dingin secara perlahan.

Dahi Tiba-Tiba Nyut Nyutan Saat Makan Es Krim? Ternyata Ini Penyebab Brain Freeze yang Sering Diabaikan

Wira

Daren


bacakoran.co - sedang menikmati brain freeze saat menyantap mungkin menjadi pengalaman yang tidak asing bagi banyak orang.

sensasi nyeri tajam yang muncul mendadak di dahi, seperti ditusuk jarum, sering kali membuat aktivitas makan terhenti sejenak. 

meski terasa cukup mengganggu, fenomena yang dikenal sebagai brain freeze atau ice cream headache ini ternyata bukan kondisi berbahaya dan biasanya hanya berlangsung dalam waktu singkat.

fenomena tersebut menjadi salah satu respons unik tubuh ketika berhadapan dengan suhu yang sangat dingin. 

tidak sedikit orang yang menganggap rasa sakit itu berasal langsung dari otak, padahal proses yang terjadi jauh lebih kompleks dan melibatkan sistem saraf di wajah.

apa itu brain freeze?

brain freeze adalah istilah populer untuk sakit kepala singkat yang muncul setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang sangat dingin, seperti es krim, es batu, atau minuman dingin yang diminum terlalu cepat.

dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai cold-stimulus headache atau sakit kepala akibat rangsangan dingin.

meski namanya mengandung kata "brain", rasa nyeri tersebut sebenarnya tidak berasal dari otak karena otak tidak memiliki reseptor nyeri.

neurolog dari mayo clinic, dr amaal starling, menjelaskan bahwa brain freeze merupakan kondisi yang sangat umum terjadi dan tidak berbahaya.

menurutnya, rasa nyeri tersebut akan muncul secara tiba-tiba dan menghilang dalam hitungan detik hingga beberapa menit.

mengapa brain freeze bisa terjadi?

para peneliti meyakini bahwa penyebab utama brain freeze adalah pendinginan yang berlangsung sangat cepat pada langit-langit mulut atau bagian belakang tenggorokan.

ketika area tersebut terkena suhu ekstrem dalam waktu singkat, pembuluh darah di sekitarnya akan menyempit secara cepat sebagai respons alami tubuh terhadap dingin.

namun setelah itu, pembuluh darah kembali melebar untuk memulihkan aliran darah normal.

perubahan mendadak dari penyempitan ke pelebaran inilah yang diyakini memicu sinyal nyeri.

proses tersebut terjadi sangat cepat sehingga tubuh langsung merespons dengan sensasi sakit kepala yang khas.

mengapa nyerinya terasa di dahi?

salah satu hal yang membuat brain freeze menarik adalah lokasi nyerinya yang sering muncul di dahi atau bagian depan kepala, bukan di mulut yang sebenarnya terkena suhu dingin.

hal ini berkaitan dengan peran saraf trigeminal, yaitu saraf utama yang bertugas membawa informasi sensorik dari wajah dan kepala ke otak.

saat pembuluh darah di langit-langit mulut mengalami perubahan mendadak akibat suhu dingin, serat saraf nyeri di area tersebut mengirimkan sinyal melalui saraf trigeminal.

otak kemudian menafsirkan sinyal itu sebagai rasa sakit yang berasal dari dahi atau wajah. 

fenomena ini dikenal sebagai referred pain, yaitu kondisi ketika sumber nyeri dan lokasi rasa sakit yang dirasakan tidak berada di tempat yang sama.

karena itulah brain freeze sering terasa seperti tekanan atau tusukan tajam di kepala bagian depan.

faktor keturunan juga berperan

menariknya, penelitian menunjukkan bahwa brain freeze kemungkinan memiliki kaitan dengan faktor genetik.

menurut dr starling, seseorang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga yang sering mengalami sakit kepala akibat makanan dingin cenderung memiliki peluang lebih besar mengalami kondisi serupa.

meski mekanisme pastinya masih terus diteliti, temuan ini menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap perubahan suhu dingin dapat diwariskan dalam keluarga.

faktor genetik tersebut diduga memengaruhi cara pembuluh darah dan sistem saraf merespons perubahan suhu yang mendadak.

apakah brain freeze berbahaya?

kabar baiknya, brain freeze tidak termasuk kondisi medis yang berbahaya. 

rasa nyeri yang muncul biasanya hanya berlangsung beberapa detik hingga paling lama beberapa menit.

setelah suhu di area mulut kembali normal, pembuluh darah akan stabil dan sinyal nyeri pun berhenti.

meski demikian, bagi sebagian orang sensasi yang muncul bisa terasa cukup intens dan mengejutkan, terutama ketika mengonsumsi makanan dingin dalam jumlah besar atau terlalu cepat.

cara mencegah brain freeze saat makan es krim

mencegah brain freeze sebenarnya cukup sederhana. 

kuncinya adalah menghindari perubahan suhu yang terlalu cepat di rongga mulut.

beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

mengonsumsi es krim atau makanan dingin secara perlahan.

tidak langsung menelan minuman dingin dalam jumlah besar.

memberi jeda beberapa detik sebelum suapan berikutnya.

membiarkan makanan dingin sedikit menghangat sebelum ditelan.

menghindari mengonsumsi es saat tubuh sedang sangat kepanasan.

dengan mengatur kecepatan makan dan minum, risiko mengalami brain freeze dapat berkurang secara signifikan.

brain freeze, fenomena sepele yang menarik diteliti

meski hanya berlangsung singkat, brain freeze menjadi salah satu fenomena tubuh yang menarik perhatian para ilmuwan.

respons sederhana terhadap suhu dingin ternyata melibatkan pembuluh darah, sistem saraf, hingga mekanisme persepsi nyeri di otak.

jadi, jika suatu saat dahi terasa nyut-nyutan saat menikmati es krim favorit, tidak perlu panik. 

kemungkinan besar itu hanyalah brain freeze, reaksi alami tubuh yang datang tiba-tiba lalu menghilang dengan sendirinya.

Tag
Share