bacakoran.co

Dadan Ditangkap, Prabowo Kumpulkan 14.000 PIC SPPG di Sentul Biayanya Diduga Capai Rp55 Miliar Sehari

Prabowo di Sentul Saat Dadan Ditangkap, Diduga Habiskan Rp55 Miliar dari APBN Sehari--X @Hidupsebagai62

Nilai jual kembali kepercayaan publik terhadap pengelolaan APBN menjadi taruhan utama di sini.

BACA JUGA:17 Dubes Asing Sudah di Jakarta tapi Belum Bisa Bertugas, Dino Patti Djalal Soroti Lambatnya Istana...

Banyak netizen mempertanyakan urgensi acara fisik sebesar ini.

Salah satu komentar menyarankan penggunaan smart TV dan teleconference untuk menghemat anggaran negara.

"Kebanyakkan seremonial gak sich?  Sudah ada smart TV bantuan kementerian pendidikan, khan bisa dimanfaatkan buat telekonference sama Presiden, para kepala SPPG gak usah keluar biaya, stanby di depan monitor dengerin pengarahan Presiden," tulis @siapmaju.

"Kok dia suka bgt ya bikin acara buang” duit, curiga dulu cita”nya jadi event organizer," tulis @bebekgorengghh.

"untuk mengingatkan, bosnya bukan dadan, tapi wowok," tulis @lastfenny.

BACA JUGA:Syok! Mahasiswa PNJ Kepergok Ciuman, Ayah Mohon DO, Netizen Ramai Bandingkan dengan Kasus UI

"untuk mengingatkan, bosnya bukan dadan, tapi wowok," tulis @jambari1.

"Ada yang namanya daring (zoom, google meet, dan lain sebagainya)," tulis @bu_idy.

Kegiatan koordinasi program pemerintah memang penting.

Namun di tengah tekanan ekonomi dan sorotan penangkapan pejabat, efisiensi penggunaan uang rakyat harus menjadi prioritas utama agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Dadan Ditangkap, Prabowo Kumpulkan 14.000 PIC SPPG di Sentul Biayanya Diduga Capai Rp55 Miliar Sehari

Ario

Bimo


bacakoran.co – prabowo mengumpulkan sekitar 14.000 pic sppg seluruh indonesia di sentul saat isu dadan mencuat.

acara tersebut ditaksir menghabiskan biaya hingga rp55 miliar dalam satu hari dari apbn. 

pertanyaan publik pun muncul apa agenda di balik kegiatan skala besar ini di tengah sorotan efisiensi anggaran negara?

acara yang diwarnai joget-joget itu menuai kritik karena menggunakan

menurut unggahan di akun x @hidupsebagai62 pada kamis, 4 juni 2026, yang telah ditayangkan lebih dari 127 ribu kali, acara tersebut berlangsung di sentul international convention center (sicc).

ribuan peserta dari berbagai provinsi dikumpulkan dengan seragam putih seragam. 

rincian estimasi biaya yang diuraikan dalam unggahan tersebut mencakup: tiket pesawat pulang-pergi rata-rata rp2 juta per orang untuk 14.000 peserta mencapai rp28 miliar.  

akomodasi hotel untuk 10.000 peserta luar daerah sekitar rp6 miliar.  

sewa gedung, transportasi lokal, konsumsi, seragam, produksi acara, hingga buffer administrasi membuat total estimasi menyentuh rp47-55 miliar. 

acara ini digelar oleh badan yang didanai apbn.

publik mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran, terutama di tengah penangkapan pejabat terkait.

namun di era efisiensi digital, opsi hybrid atau virtual conference bisa menjadi alternatif untuk memangkas biaya transportasi dan akomodasi yang mendominasi pengeluaran.

nilai jual kembali kepercayaan publik terhadap pengelolaan apbn menjadi taruhan utama di sini.

banyak netizen mempertanyakan urgensi acara fisik sebesar ini.

salah satu komentar menyarankan penggunaan smart tv dan teleconference untuk menghemat anggaran negara.

"kebanyakkan seremonial gak sich?  sudah ada smart tv bantuan kementerian pendidikan, khan bisa dimanfaatkan buat telekonference sama presiden, para kepala sppg gak usah keluar biaya, stanby di depan monitor dengerin pengarahan presiden," tulis @siapmaju.

"kok dia suka bgt ya bikin acara buang” duit, curiga dulu cita”nya jadi event organizer," tulis @bebekgorengghh.

"untuk mengingatkan, bosnya bukan dadan, tapi wowok," tulis @lastfenny.

"untuk mengingatkan, bosnya bukan dadan, tapi wowok," tulis @jambari1.

"ada yang namanya daring (zoom, google meet, dan lain sebagainya)," tulis @bu_idy.

kegiatan koordinasi program pemerintah memang penting.

namun di tengah tekanan ekonomi dan sorotan penangkapan pejabat, efisiensi penggunaan uang rakyat harus menjadi prioritas utama agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Tag
Share