bacakoran.co

Anak Obesitas Tak Perlu Stop Susu, Ini Penjelasan Dokter Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua

Bahaya obesitas pada anak dan cara penanggulangannya yang tepat--

Menurut Prof. Rini, sumber protein memang bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti ayam, daging sapi, telur, dan ikan.

BACA JUGA:7 Rempah Penurun Kolesterol Alami yang Sering Ada di Dapur, Nomor 6 Bikin Takjub

Namun susu memiliki keunggulan tersendiri.

Salah satu kelebihan susu adalah kandungan protein yang lengkap dan lebih mudah dikonsumsi dalam berbagai kondisi. 

Selain itu, zat gizi dalam susu juga lebih praktis diberikan kepada anak yang memiliki pola makan kurang baik atau cenderung pilih-pilih makanan.

Keunggulan lain adalah kombinasi nutrisi yang terdapat di dalamnya.

Tidak hanya protein, tetapi juga mineral dan vitamin yang bekerja secara sinergis untuk mendukung proses tumbuh kembang.

Penyebab Obesitas Anak Lebih Kompleks daripada Sekadar Minum Susu

Para ahli menekankan bahwa obesitas pada anak tidak terjadi hanya karena satu faktor.

BACA JUGA:Cuaca Panas Bukan Sekadar Bikin Haus, Kenali Tanda dan 3 Prinsip Melindungi dari Ancaman Gagal Ginjal Akut

Kelebihan kalori yang berlangsung dalam jangka panjang menjadi penyebab utama.

Beberapa faktor yang paling sering ditemukan meliputi:

Konsumsi makanan cepat saji berlebihan.

Minuman tinggi gula dan kalori.

Kurangnya aktivitas fisik harian.

Anak Obesitas Tak Perlu Stop Susu, Ini Penjelasan Dokter Anak yang Sering Disalahpahami Orang Tua

Wira

Daren


bacakoran.co - saat menghadapi anak tak perlu stop susu, banyak orang tua masih menganggap susu sebagai penyebab utama kenaikan berat badan.

akibatnya, konsumsi susu langsung dihentikan demi menurunkan berat badan anak. 

padahal, pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar.

para ahli kesehatan anak menegaskan bahwa obesitas pada anak merupakan kondisi yang kompleks dan tidak bisa hanya menyalahkan satu jenis makanan atau minuman, termasuk susu.

pandangan tersebut disampaikan guru besar sekaligus dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial fakultas kedokteran universitas indonesia, prof. rini sekartini. 

menurutnya, masih banyak keluarga yang keliru memahami hubungan antara susu dan obesitas pada anak.

susu sering jadi tersangka utama, padahal belum tentu bersalah

ketika berat badan anak meningkat di atas batas normal, langkah pertama yang sering dilakukan adalah mengurangi atau bahkan menghentikan konsumsi susu. 

padahal, kebiasaan tersebut belum tentu menjadi solusi terbaik.

menurut prof. rini, penyebab obesitas anak umumnya berasal dari kombinasi berbagai faktor. 

mulai dari pola makan berlebih, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, kurang aktivitas fisik, hingga kebiasaan menggunakan gawai yang membuat anak lebih banyak duduk.

dalam kondisi seperti ini, menghentikan susu justru berpotensi membuat anak kehilangan salah satu sumber nutrisi penting yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.

peran susu dalam tumbuh kembang anak masih sangat penting

selama bertahun-tahun masyarakat indonesia mengenal konsep "4 sehat 5 sempurna", di mana susu menjadi pelengkap untuk menyempurnakan asupan gizi harian.

meski konsep tersebut kini telah berganti menjadi pedoman gizi seimbang, peran susu tetap relevan. 

susu merupakan bagian dari kelompok protein yang mengandung berbagai zat gizi penting untuk mendukung pertumbuhan.

nutrisi dalam susu tidak hanya berupa protein, tetapi juga mencakup kalsium, vitamin d, fosfor, serta berbagai mikronutrien lain yang mendukung perkembangan tulang, otot, dan fungsi tubuh secara keseluruhan.

karena itu, menghentikan susu tanpa pertimbangan medis dapat membuat kebutuhan nutrisi anak menjadi kurang optimal.

mengapa susu tetap dibutuhkan anak yang mengalami obesitas?

banyak orang mengira seluruh jenis susu otomatis menyebabkan kenaikan berat badan.

faktanya, kebutuhan nutrisi anak obesitas tetap harus terpenuhi meskipun sedang menjalani pengaturan pola makan.

susu dapat menjadi sumber protein berkualitas tinggi yang membantu pertumbuhan jaringan tubuh. 

protein juga memiliki peran dalam memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan makanan tinggi gula sederhana.

selain itu, susu relatif mudah dikonsumsi dan praktis diberikan kepada anak, terutama pada usia sekolah yang memiliki aktivitas cukup padat.

yang perlu diperhatikan bukan sekadar menghentikan susu, melainkan memilih jenis susu yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anak, serta mengatur porsi konsumsi secara tepat.

protein susu dinilai lebih lengkap dan mudah diserap

menurut prof. rini, sumber protein memang bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti ayam, daging sapi, telur, dan ikan.

namun susu memiliki keunggulan tersendiri.

salah satu kelebihan susu adalah kandungan protein yang lengkap dan lebih mudah dikonsumsi dalam berbagai kondisi. 

selain itu, zat gizi dalam susu juga lebih praktis diberikan kepada anak yang memiliki pola makan kurang baik atau cenderung pilih-pilih makanan.

keunggulan lain adalah kombinasi nutrisi yang terdapat di dalamnya.

tidak hanya protein, tetapi juga mineral dan vitamin yang bekerja secara sinergis untuk mendukung proses tumbuh kembang.

penyebab obesitas anak lebih kompleks daripada sekadar minum susu

para ahli menekankan bahwa obesitas pada anak tidak terjadi hanya karena satu faktor.

kelebihan kalori yang berlangsung dalam jangka panjang menjadi penyebab utama.

beberapa faktor yang paling sering ditemukan meliputi:

konsumsi makanan cepat saji berlebihan.

minuman tinggi gula dan kalori.

kurangnya aktivitas fisik harian.

waktu layar atau screen time yang terlalu lama.

kebiasaan ngemil tanpa kontrol.

faktor genetik dan lingkungan keluarga.

karena itu, penanganan obesitas perlu dilakukan secara menyeluruh melalui perbaikan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, tidur yang cukup, serta pemantauan pertumbuhan secara berkala.

orang tua perlu fokus pada pola makan seimbang

alih-alih langsung menghilangkan susu dari menu harian, pendekatan yang lebih tepat adalah membangun pola makan seimbang.

porsi sayur dan buah perlu ditingkatkan, konsumsi makanan tinggi gula dikurangi, sementara kebutuhan protein tetap dijaga.

aktivitas fisik minimal satu jam setiap hari juga sangat dianjurkan untuk membantu menjaga keseimbangan energi.

dengan pendekatan tersebut, berat badan anak dapat dikendalikan tanpa mengorbankan kebutuhan nutrisi penting selama masa pertumbuhan.

pesan penting dari para ahli adalah bahwa anak obesitas tak perlu stop susu secara otomatis

susu bukan penyebab utama obesitas dan tetap memiliki peran penting sebagai sumber protein serta berbagai nutrisi pendukung tumbuh kembang.

fokus utama sebaiknya diarahkan pada pola makan yang seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan kesehatan anak secara menyeluruh.

dengan langkah yang tepat, berat badan dapat dikontrol tanpa mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh optimal.

Tag
Share