Prabowo Beri Danantara Modal APBN Plus Dividen BUMN, Mengapa Laporan Keuangannya Masih Tertutup?
Suntikan APBN ke Danantara Disahkan Prabowo, Transparansi Laporan Keuangan Dipertanyakan--Wikipedia
BACAKORAN.CO – Presiden Prabowo Subianto baru saja mengesahkan peraturan yang memungkinkan Danantara menerima suntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebelumnya, lembaga pengelola investasi BUMN tersebut hanya memperoleh sumber pendanaan dari dividen perusahaan-perusahaan BUMN.
Kebijakan ini langsung menuai perhatian publik karena hingga saat ini Danantara belum pernah merilis laporan keuangan secara terbuka kepada masyarakat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai akuntabilitas dan transparansi pengelolaan dana yang bersumber dari keuangan negara.
Informasi mengenai kebijakan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial X (Twitter).
prabowo baru saja mensahkan peraturan
dimana danantara bakal dapat suntikan dana dari APBN yang sebelumnya hanya dari dividen bumn saja
dan sampai saat ini danantara belum
pernah merilis laporan keuangan
bayangkan danantara dapat modal
dari APBN + dividen dari seluruh BUMN… pic.twitter.com/vMnoXFgjav — Lambe Saham (@LambeSahamjja) June 9, 2026
Pada Selasa, 9 Juni 2026, akun @LambeSahamjja mengunggah pernyataan yang telah memperoleh lebih dari 30 ribu tayangan, ratusan likes, dan puluhan komentar.
“Prabowo baru saja mensahkan peraturan dimana Danantara bakal dapat suntikan dana dari APBN yang sebelumnya hanya dari dividen BUMN saja dan sampai saat ini Danantara belum pernah merilis laporan keuangan.”
Unggahan tersebut disertai foto Presiden Prabowo Subianto saat berpidato yang disebut bersumber dari Tempo.
Potensi Dana yang Dikelola Semakin Besar
Dengan aturan baru ini, Danantara berpotensi memperoleh sumber modal yang lebih besar, tidak hanya dari dividen BUMN, tetapi juga dari suntikan APBN serta aset-aset negara lainnya.
Meski demikian hingga kini belum terdapat penjelasan rinci mengenai proyek investasi yang akan dibiayai maupun mekanisme pengawasan yang akan diterapkan.
Reaksi Netizen Beragam
Sejumlah warganet menyampaikan kritik terkait minimnya transparansi lembaga tersebut.
BACA JUGA:Viral Respons Prabowo soal Pendidikan dan Bullying: Jangankan Kamu, Presiden Pun Sering Diejek