bacakoran.co

Kronologi Bentrok TNI vs Warga Lenteng Agung: Dorong, Pukul hingga Pengosongan Rumah Dini Hari

Warga Lenteng Agung Alami Kekerasan Fisik dari Aparat TNI, Listrik Dipadamkan dan Barang Diangkut--X

BACA JUGA:Mengapa Polisi Ikut Urus Gizi dan Pangan? Fakta UU Polri Baru yang Baru Disahkan Pemerintah

Terlihat saling dorong, pegang dan teriakan di tengah situasi chaos.

Satu video berdurasi sekitar 18 detik merekam aksi saling dorong di antara tentara dan penduduk setempat, sementara video pendek lainnya menangkap gerakan kaki dan kerumunan di lokasi.

Narasi warga menunjukkan ketakutan dan tuntutan transparansi surat tugas yang tidak ditunjukkan aparat. 

Hingga siang hari personel TNI juga masuk ke area masjid, memicu rasa tidak aman bagi warga.

Warga sempat meminta aparat keluar, namun upaya itu tidak berhasil.

BACA JUGA:Miris! Video Pria Saling Berpelukan Erat di Klub Malam Karawang Viral, Netizen: Plis Jangan Menormalisasi

Baru sekitar pukul 09.56 WIB warga bisa menyantap makanan yang disiapkan setelah ketegangan mereda. 

"Selalu galak ke rakyat sipil haha najis," tulis @xiaowcean.

“Njir cokkk, terror apaan ini anj*ng” tulis @shoerinn.

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun pemerintah daerah mengenai latar belakang operasi dan tuduhan kekerasan tersebut.

BACA JUGA:Viral Driver Gojek Diduga Tipu Penumpang: Tarif Rp58 Ribu Senayan-HI Berubah Jadi Rp400 Ribu

Kronologi Bentrok TNI vs Warga Lenteng Agung: Dorong, Pukul hingga Pengosongan Rumah Dini Hari

Edi

Dimas


bacakoran.co – bentrok fisik antara aparat tentara nasional indonesia (tni) dan warga rw 10 lenteng agung, jakarta selatan, terjadi pada rabu, 10 juni 2026 pagi.

peristiwa bermula sekitar pukul 06.50 wib saat rombongan tni tiba di lokasi memicu ketegangan yang berujung dorongan, pukulan, dan tuduhan penggunaan palu untuk memukul warga.

insiden ini menimbulkan kekhawatiran serius atas penanganan pengosongan area pemukiman yang diduga rumah dinas.

warga melaporkan akses listrik diputus total, sementara barang-barang mereka diangkut ke truk.

video kejadian yang diunggah serikat mahasiswa progresif ui @semarui.

menurut akun x @semarui pada rabu, 10 juni 2026 pukul 08.37 wib, peristiwa dimulai ketika warga perempuan memasak di dapur umum untuk persiapan.

ketegangan pertama pecah pukul 07.22 wib di gang kantin saat warga menghadang aparat.

aparat kemudian melakukan tindakan represif berupa dorongan dan pukulan. 

“warga mendapatkan kekerasan fisik berupa dorongan, pukulan, tendangan, hingga diinjak-injak. bahkan, aparat terpantau menggunakan palu sebagai alat untuk memukul warga,” tulis @semarui.

gesekan berlanjut di sekitar pintu masjid antara pukul 07.27-07.30 wib.

pihak tni memutus akses listrik pada pukul 07.30 wib, kemudian merangsek masuk ke area pemukiman pukul 07.32 wib. 

video yang beredar menunjukkan kerumunan massa padat di gang sempit dengan personel tni berpakaian loreng berbaur dengan warga sipil.

terlihat saling dorong, pegang dan teriakan di tengah situasi chaos.

satu video berdurasi sekitar 18 detik merekam aksi saling dorong di antara tentara dan penduduk setempat, sementara video pendek lainnya menangkap gerakan kaki dan kerumunan di lokasi.

narasi warga menunjukkan ketakutan dan tuntutan transparansi surat tugas yang tidak ditunjukkan aparat. 

hingga siang hari personel tni juga masuk ke area masjid, memicu rasa tidak aman bagi warga.

warga sempat meminta aparat keluar, namun upaya itu tidak berhasil.

baru sekitar pukul 09.56 wib warga bisa menyantap makanan yang disiapkan setelah ketegangan mereda. 

"selalu galak ke rakyat sipil haha najis," tulis @xiaowcean.

“njir cokkk, terror apaan ini anj*ng” tulis @shoerinn.

hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak tni maupun pemerintah daerah mengenai latar belakang operasi dan tuduhan kekerasan tersebut.

Tag
Share