bacakoran.co

Menulis Bismillah 113 Kali, Amalan Malam 1 Suro yang Diajarkan Para Ulama, Ini Keutamaannya

Amalam menulis lamafaz Bismillah malam 1 Suro. (foto: ist)--

BACA JUGA:Motor ABS atau Non-ABS? Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan yang Bisa Menentukan Keselamatan di Jalan

BACA JUGA:Indonesia Gagal Pertahankan Gelar Juara Piala AFF U19, Takluk dari Australia 0-1

4. Siapkan Kertas dan Alat Tulis

Gunakan kertas putih bersih, pulpen atau spidol yang jelas tulisannya dan tempat yang tenang dan nyaman.

5. Tulis Lafaz Bismillah Sebanyak 113 Kali

Tuliskan: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ sebanyak 113 kali dengan perlahan dan penuh konsentrasi. Hindari menulis secara tergesa-gesa. Fokuskan hati untuk berdoa dan memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT.

BACA JUGA:Rambut Rontok Tak Kunjung Berhenti? Bisa Jadi Tubuh Anda Sedang Kekurangan Nutrisi Ini

BACA JUGA:Derrick Michael Gabung Saga Ballooners di B.LEAGUE Premier Jepang, Karir Profesional Dimulai!

Di berbagai daerah, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, tradisi ini sering dilakukan secara turun-temurun dalam keluarga.1

Seorang tokoh agama di daerah Kudus pernah menceritakan bahwa sejak kecil ia melihat kakeknya selalu menulis Bismillah pada malam 1 Suro. Bukan karena percaya pada benda atau tulisan tersebut, tetapi sebagai sarana melatih kesabaran, memperbanyak zikir, dan mengawali tahun baru Islam dengan mengingat Allah.

Nilai yang diwariskan dari tradisi ini sesungguhnya bukan terletak pada kertas yang ditulis, melainkan pada proses spiritual yang menyertainya: duduk tenang, berzikir, berdoa, dan menata niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Inilah aspek yang sering luput dari pembahasan ketika orang hanya fokus pada jumlah tulisan atau ritual semata.

BACA JUGA:Pernah Jadi Rebutan Dunia, Kepulauan Banda Kini Jadi Hidden Gem yang Masih Sepi Wisatawan

BACA JUGA:Bukan Raja Ampat! Surga Bawah Laut Rahasia di Indonesia Ini Siap Jadi Destinasi Buruan Traveler 2026

Dalam berbagai kitab amalan yang berkembang di kalangan pesantren dan ulama Nusantara, amalan ini diyakini memiliki sejumlah keutamaan apabila dilakukan dengan ikhlas.

Memohon Perlindungan dari Bala dan Musibah

Banyak ulama mengajarkan bahwa membaca dan menulis Bismillah merupakan bentuk tawakal kepada Allah SWT agar dijauhkan dari berbagai keburukan. Namun perlu ditegaskan bahwa perlindungan tetap datang dari Allah semata, bukan dari tulisan itu sendiri.

Mengharapkan Keberkahan Sepanjang Tahun

Karena berkaitan dengan jumlah surat Al-Qur'an yang diawali Bismillah, amalan ini juga dimaksudkan sebagai doa agar kehidupan, rezeki, kesehatan, dan keluarga senantiasa mendapat keberkahan.

Menulis Bismillah 113 Kali, Amalan Malam 1 Suro yang Diajarkan Para Ulama, Ini Keutamaannya

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- pergantian selalu menjadi momen yang istimewa bagi umat muslim. pada tahun ini, atau 1 muharram 1448 hijriah diperkirakan jatuh pada dan berlanjut hingga selasa, 16 juni 2026.

selain memperbanyak doa, zikir, dan muhasabah diri, sebagian masyarakat muslim di indonesia juga mengenal tradisi pada malam 1 suro.

amalan ini telah diwariskan dari generasi ke generasi dan disebut dalam berbagai kitab amalan yang berkembang di kalangan ulama nusantara.

lalu, bagaimana tata cara menulis bismillah 113 kali pada malam 1 suro? benarkah amalan ini memiliki keutamaan tertentu? berikut ulasan lengkapnya.

dalam tradisi islam, bulan muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan allah swt.

allah berfirman dalam al-qur'an bahwa terdapat empat bulan haram atau bulan suci, salah satunya adalah muharram. karena itu, banyak umat islam memanfaatkan pergantian tahun hijriah untuk memperbanyak ibadah, introspeksi diri, serta memohon keberkahan untuk tahun yang akan datang.

di indonesia, khususnya masyarakat jawa, malam 1 muharram lebih dikenal sebagai malam 1 suro. momen ini sering diisi dengan doa bersama, pengajian, istighasah, hingga berbagai amalan spiritual yang bertujuan mendekatkan diri kepada allah swt.

salah satu amalan yang cukup populer adalah menulis lafaz: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ  sebanyak 113 kali di atas selembar kertas.

amalan ini bersumber dari petunjuk dan ijazah yang berkembang dalam tradisi para ulama terdahulu sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada allah swt dari berbagai musibah dan keburukan selama setahun ke depan.

perlu dipahami bahwa amalan ini bukanlah kewajiban dalam syariat islam. ia termasuk amalan yang berkembang dalam tradisi keagamaan sebagian umat muslim sebagai sarana berdoa dan mengingat allah.

angka 113 bukan dipilih tanpa alasan. para ulama yang mengamalkan tradisi ini mengaitkannya dengan jumlah surat dalam al-qur'an yang diawali dengan lafaz bismillah.

dari total 114 surat dalam al-qur'an, sebanyak 113 surat diawali dengan kalimat bismillahirrahmanirrahim. hanya surat at-taubah yang tidak diawali dengan lafaz tersebut.

karena itu, bilangan 113 dianggap memiliki simbol keberkahan dan menjadi pengingat bahwa setiap urusan sebaiknya diawali dengan menyebut nama allah swt.

salah satu pertanyaan yang paling banyak dicari adalah: 

berdasarkan tradisi yang berkembang di kalangan ulama, waktu pelaksanaannya cukup fleksibel.

anda dapat mulai menulis setelah azan magrib pada senin malam, 15 juni 2026, sepanjang malam hingga pagi hari, sampai sebelum azan magrib pada selasa, 16 juni 2026.

dengan demikian, seluruh rentang tanggal 1 muharram dapat dimanfaatkan untuk melaksanakan amalan tersebut.

agar amalan dilakukan dengan penuh adab dan kekhusyukan, para ulama biasanya menganjurkan beberapa langkah berikut.

1. berwudu terlebih dahulu

kesucian menjadi bagian penting dalam berbagai bentuk ibadah. karena itu, disarankan mengambil air wudu sebelum memulai penulisan agar tubuh berada dalam keadaan suci.

2. menghadap kiblat

duduklah dengan tenang menghadap kiblat sebagaimana ketika hendak berdoa atau melaksanakan ibadah lainnya.

3. menutup aurat dengan sopan

gunakan pakaian yang bersih dan menutup aurat sebagai bentuk penghormatan kepada allah swt.

4. siapkan kertas dan alat tulis

gunakan kertas putih bersih, pulpen atau spidol yang jelas tulisannya dan tempat yang tenang dan nyaman.

5. tulis lafaz bismillah sebanyak 113 kali

tuliskan: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ sebanyak 113 kali dengan perlahan dan penuh konsentrasi. hindari menulis secara tergesa-gesa. fokuskan hati untuk berdoa dan memohon perlindungan hanya kepada allah swt.

di berbagai daerah, khususnya jawa tengah dan jawa timur, tradisi ini sering dilakukan secara turun-temurun dalam keluarga.1

seorang tokoh agama di daerah kudus pernah menceritakan bahwa sejak kecil ia melihat kakeknya selalu menulis bismillah pada malam 1 suro. bukan karena percaya pada benda atau tulisan tersebut, tetapi sebagai sarana melatih kesabaran, memperbanyak zikir, dan mengawali tahun baru islam dengan mengingat allah.

nilai yang diwariskan dari tradisi ini sesungguhnya bukan terletak pada kertas yang ditulis, melainkan pada proses spiritual yang menyertainya: duduk tenang, berzikir, berdoa, dan menata niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

inilah aspek yang sering luput dari pembahasan ketika orang hanya fokus pada jumlah tulisan atau ritual semata.

dalam berbagai kitab amalan yang berkembang di kalangan pesantren dan ulama nusantara, amalan ini diyakini memiliki sejumlah keutamaan apabila dilakukan dengan ikhlas.

memohon perlindungan dari bala dan musibah

banyak ulama mengajarkan bahwa membaca dan menulis bismillah merupakan bentuk tawakal kepada allah swt agar dijauhkan dari berbagai keburukan. namun perlu ditegaskan bahwa perlindungan tetap datang dari allah semata, bukan dari tulisan itu sendiri.

mengharapkan keberkahan sepanjang tahun

karena berkaitan dengan jumlah surat al-qur'an yang diawali bismillah, amalan ini juga dimaksudkan sebagai doa agar kehidupan, rezeki, kesehatan, dan keluarga senantiasa mendapat keberkahan.

mengawali tahun dengan mengingat allah

nilai paling utama dari amalan ini adalah menjadikan pergantian tahun hijriah sebagai momentum mendekatkan diri kepada allah swt.

dalam islam, amalan yang paling utama tetaplah yang memiliki dasar kuat dari al-qur'an dan hadis sahih.

karena itu, tradisi menulis bismillah 113 kali sebaiknya dipahami sebagai bentuk amalan doa dan ikhtiar spiritual yang berkembang di kalangan sebagian ulama, bukan sebagai kewajiban agama yang harus dilakukan semua muslim.

jika seseorang mengamalkannya, hendaknya tetap meyakini bahwa segala manfaat, perlindungan, dan keberkahan hanya berasal dari allah swt.

Tag
Share