bacakoran.co

Viral Mahasiswa UI Bertemu Polisi yang Disebut Pernah Memukulnya, Netizen Kompak Soroti Pakaiannya, Nyamar?

Viral video disebut mahasiswa UI bertemu polisi yang pernah memukulnya--Twitter

BACAKORAN.CO – Video yang diklaim memperlihatkan mahasiswa UI bertemu kembali dengan polisi yang pernah memukulnya viral.

Video tersebut menjadi sorotan karena menampilkan adu argumen antara seorang mahasiswa berjaket kuning dengan pria berpakaian serba putih yang disebut sebagian pengguna media sosial sebagai anggota polisi yang menyamar.

Perbincangan mengenai mahasiswa UI dan polisi menyamar itu semakin ramai setelah sejumlah akun X mengunggah ulang potongan video yang sama dengan narasi berbeda-beda.

Di sisi lain muncul pula bantahan dari sejumlah pengguna yang menyebut narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta kejadian sebenarnya.

BACA JUGA:Warga Tolak Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di SDN 3 Banyuasin III

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar, akun X K.Wijono mengunggah video tersebut dalam unggahan yang terlihat pada gambar, akun tersebut menuliskan, "Wkwkwk... polisinya pura2 jadi 'ustad'. Penyamarannya gagal total".

Dalam video yang beredar, tampak seorang mahasiswa berjaket kuning berhadapan langsung dengan pria berpakaian putih.

Pada salah satu potongan video yang disertakan, muncul teks narasi, "Momen Mahasiswa UI Bertemu Kembali dengan Polisi yang Pernah Memukulinya".

"Lu yang ngatain gua waktu itu kan," tanya mahasiswa UI.

Perdebatan di media sosial semakin memanas setelah sejumlah pengguna memberikan tanggapan berbeda.

"mukanya nggak ada ustad ustadnyaaa," tulis X @anisrui.

BACA JUGA:Menulis Bismillah 113 Kali, Amalan Malam 1 Suro yang Diajarkan Para Ulama, Ini Keutamaannya

Namun, tidak semua pengguna menerima narasi yang beredar.

Salah satu komentar yang terlihat berasal dari akun @Schwertvonhata yang menuliskan, "Hey penyebar hoax itu demo pas puasa, dan yang teriak bukan Mahasiswa UI, sampai kampus udah klarifikasi Cenblue tapi d*ngo".

Viral Mahasiswa UI Bertemu Polisi yang Disebut Pernah Memukulnya, Netizen Kompak Soroti Pakaiannya, Nyamar?

Ario

Anggraini


bacakoran.co – video yang diklaim memperlihatkan bertemu kembali dengan polisi yang pernah memukulnya viral.

video tersebut menjadi sorotan karena menampilkan adu argumen antara seorang mahasiswa berjaket kuning dengan pria berpakaian serba putih yang disebut sebagian pengguna media sosial sebagai anggota polisi yang menyamar.

perbincangan mengenai dan polisi menyamar itu semakin ramai setelah sejumlah akun x mengunggah ulang potongan video yang sama dengan narasi berbeda-beda.

di sisi lain muncul pula bantahan dari sejumlah pengguna yang menyebut narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta kejadian sebenarnya.

berdasarkan tangkapan layar yang beredar, akun x k.wijono mengunggah video tersebut dalam unggahan yang terlihat pada gambar, akun tersebut menuliskan, "wkwkwk... polisinya pura2 jadi 'ustad'. penyamarannya gagal total".

dalam video yang beredar, tampak seorang mahasiswa berjaket kuning berhadapan langsung dengan pria berpakaian putih.

pada salah satu potongan video yang disertakan, muncul teks narasi, "momen mahasiswa ui bertemu kembali dengan polisi yang pernah memukulinya".

"lu yang ngatain gua waktu itu kan," tanya mahasiswa ui.

perdebatan di media sosial semakin memanas setelah sejumlah pengguna memberikan tanggapan berbeda.

"mukanya nggak ada ustad ustadnyaaa," tulis x @anisrui.

namun, tidak semua pengguna menerima narasi yang beredar.

salah satu komentar yang terlihat berasal dari akun @schwertvonhata yang menuliskan, "hey penyebar hoax itu demo pas puasa, dan yang teriak bukan mahasiswa ui, sampai kampus udah klarifikasi cenblue tapi d*ngo".

"saya yakin beneran itu polisi. sikap ustadz gak ada yang kayak gitu, menatap terus ke lawan bicara tanpa ekspresi," cuit @ahlisur63477265.

hingga berita ini diturunkan belm ada pernyataan resmi kepolisian yang dapat memverifikasi klaim bahwa sosok dalam video tersebut merupakan polisi yang menyamar atau bahwa peristiwa itu benar melibatkan mahasiswa ui.

polisi blokade mahasiswa demo, ibu-ibu turun langsung protes: saya di sini sebagai ibu mereka

perwakilan ibu-ibu memprotes pemblokadean laju mahasiswa yang hendak berdemonstrasi di bundaran hotel indonesia (), jakarta pusat, jumat (12/6/2026).

mereka menyatakan siap menjaga anak-anaknya yang turun ke jalan.

peristiwa ini menjadi sorotan setelah video konfrontasi dengan menyebar luas di media sosial. 

video yang diunggah akun resmi kompas.com pada jumat, 12 juni 2026, dalam rekaman tersebut, seorang ibu berhijab menggunakan megaphone merah untuk menyampaikan aspirasi langsung di hadapan barisan polisi.

dalam video berdurasi sekitar 49 detik, ibu tersebut dengan tegas berbicara.

"calon-calon penerus bangsa ini loh, kenapa tidak boleh mereka melewati situ," ujarnya.

ia menegaskan posisinya bukan sebagai , melainkan sebagai orang tua.

"saya di sini bukan mewakili mahasiswa, saya di sini sebagai ibu mereka. saya akan menjaga mereka," kata ibu tersebut terekam dalam video. 

adegan selanjutnya menunjukkan massa pendukung, termasuk ibu-ibu lain yang mengangkat spanduk bertuliskan "menjaga anak-anak kami".

suasana tegang namun tertib terlihat, dengan barisan polisi yang tetap berdiri di posisi blokade.

sementara itu, kabid humas polda metro jaya kombes pol budi hermanto menjelaskan alasan blokade.

menurutnya, bundaran hi merupakan wilayah kegiatan ekonomi masyarakat dan jantung lalu lintas dki jakarta.

"sehingga apabila terjadi kepadatan arus, ini akan memberikan dampak yang luar biasa sampai dengan arteri," ucapnya. 

respons netizenvideo ini memicu beragam komentar di x.

 "buat adik-adik mahasiswa, ingat hari ini, ajak keluarga kamu... di 2029, jangan sampai terkecoh," tulis @spidolmaroon.

"miris anjir, itu kenapa pada diem mematung gitu… gada perasaan kah.. yg ibunya bilang mewakilkan semuaa," tulis  @noirzee_.

banyak yang terharu dengan peran ibu-ibu yang turun langsung mendampingi demonstrasi. 

mahasiswa disebut 'pisang ambon' saat dicegat polisi, klaim tak ada yang mendengar aspirasi di hi

 mahasiswa yang melakukan dicegat dan didorong mundur oleh aparat kepolisian saat berusaha memasuki bundaran semanggi pada jumat, 12 juni 2026.

aparat beralasan demonstrasi mengganggu aktivitas masyarakat dan menyarankan lokasi lain karena tidak ada yang mendengar aspirasi di bundaran hotel indonesia (hi). 

video yang diunggah akun x @gitarangita pada jumat, 12 juni 2026, menunjukkan kerumunan mahasiswa berbaju kuning berhadapan langsung dengan barisan polisi.

dalam rekaman terlihat dorongan fisik terjadi di tengah kerumunan, sementara seorang perwira berbaju merah-hitam berinteraksi dekat dengan massa.

narasi dalam video menyatakan, “kita dicegat. didorong. mereka ga memperbolehkan kita masuk ke bundaran samsek karena ‘mengganggu aktivitas masyarakat’. emang kita mahasiswa apaan? pisang ambon???” 

dalam video kedua dari akun yang sama, seorang perwira yang disebut akbp adri menyampaikan kepada demonstran, “kalian gabisa demo ke hi karena di sana pusat masyarakat dan di sana gaada yang dengerin, kalo di sini nanti kita usahakan ada perwakilan anggota dpr yang keluar nemuin kalian.”

mahasiswa menekankan bahwa mereka juga bagian dari masyarakat dan demonstrasi dilakukan untuk menyuarakan berbagai isu publik, termasuk kebijakan ekonomi dan tata kelola pemerintahan.

keberadaan barikade dan pembatasan akses memicu kritik bahwa ruang publik seperti bundaran semanggi dan hi justru seharusnya menjadi tempat sah penyampaian aspirasi.

"di hi gak ada yang dengerin. justru karena ada masyarakat, media, dan media sosial, lebih banyak orang yang bisa mendengar. selama ini aspirasi publik selalu disampaikan di depan gedung pemerintah, tapi apakah pernah didengar?," tulis @pecintareybahan.

"mahasiswa ya tetap mahasiswa, bukan pisang ambon, tapi memang di lapangan seringnya ada tarik-menarik antara pengamanan dan akses aksi. semoga bisa lebih tertib dan tetap ada ruang dialog," tulis @adatukangreview.

"siapa lagi yang bisa menyuarakan orang dibungkam kaya gini? mau dirusak kaya apa lagi si? dikuasain negara lain? bener-bener seleksi alam sama pemerintah gak becus ky gini. cmon, do something right lah wok," tulis @raenerous.

mahasiswa dan ojol turun ke jalan gelar aksi demo dengan suarakan 5 tuntutan rakyat

mahasiswa, masyarakat sipil, hingga pengemudi ojol dikabarkan akan bergabung dalam aksi demonstrasi di jakarta pada jumat, 12 juni 2026.

aksi ini menarik perhatian publik karena melibatkan berbagai elemen masyarakat yang menyuarakan tuntutan perubahan.

perkembangan di lapangan menunjukkan peningkatan aktivitas massa sejak pagi, dengan kehadiran ojol yang mulai ramai di sekitar lokasi.

situasi ini mencerminkan keresahan publik atas berbagai isu ekonomi dan kebijakan yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil. 

dari unggahan x (twitter) @tansuuuw pada jumat, 12 juni 2026, terlihat video ojol mulai berkumpul di sekitar lokasi.

"ojol mulai terlihat ramai di sekitar lokasi. apakah mereka juga akan ikut turun ke jalan hari ini?" tulis akun @tansuuuw.

unggahan lain dari akun yang sama dengan lebih dari 30 ribu tayang menyatakan, "mahasiswa, masyarakat sipil, hingga ojol dikabarkan akan turun dan bergabung hari ini."

video yang menyertai menampilkan suasana lapangan dengan narasi kewaspadaan agar semua pihak stay safe dan saling menjaga. 

5 tuntutan mahasiswa dalam aksi demo jakarta hari ini

1. menghentikan pemborosan apbn

mahasiswa menuntut agar pemerintah segera menghentikan pemborosan anggaran pendapatan dan belanja negara yang dinilai tidak prioritas dan memberatkan keuangan negara.

2. menurunkan harga kebutuhan pokok dan bbm

tuntutan ini muncul sebagai respons langsung atas beban ekonomi masyarakat, khususnya kenaikan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak yang menyulitkan daya beli rakyat kecil termasuk ojol.

3. menghentikan program makan bergizi gratis (mbg) dan pembangunan koperasi desa merah putih

mahasiswa menilai program-program tersebut perlu dievaluasi ulang karena dianggap tidak efektif dan membebani anggaran negara di tengah kondisi ekonomi saat ini.

4. menghentikan militerisme di ranah sipil

tuntutan ini menyoroti kekhawatiran atas keterlibatan militer dalam urusan sipil yang dinilai berlebihan dan berpotensi melanggar prinsip demokrasi.

5. mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak

mahasiswa mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab atas berbagai permasalahan yang terjadi dan menghentikan sikap mengelak dari kritik publik.

tuntutan tersebut mencakup berbagai isu yang menjadi sorotan publik, meski detail lengkap masih terus berkembang di lapangan. 

netizen turut merespons dengan komentar beragam.

"stay safe semuanya! saling jaga, jangan mudah terprovokasi," tulis beberapa akun seperti @tansuuuw

ada pula yang memperingatkan potensi provokasi dan pentingnya soliditas antarpeserta.

hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi dari kepolisian mengenai penutupan akses.

publik diimbau mengikuti update dari sumber terpercaya dan mendukung penyampaian aspirasi yang damai.

Tag
Share