bacakoran.co -- bukan sekadar pergantian angka dalam kalender hijriah.
bagi umat islam, momentum ini menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memulai lembaran baru dengan penuh harapan kepada allah swt.
di berbagai daerah, masyarakat memiliki dan amalan tersendiri dalam menyambut datangnya 1 muharram.
salah satu amalan yang cukup dikenal di kalangan pecinta ulama ahlussunnah adalah pada malam 1 muharram sebagaimana dianjurkan oleh ulama besar asal makkah, abuya as-sayyid muhammad bin alawi al-maliki.
tradisi ini tidak hanya mengandung nilai simbolik, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan optimisme dan doa di awal tahun baru islam.
siapa abuya muhammad bin alawi al-maliki?
nama abuya as-sayyid muhammad bin alawi al-maliki bukan sosok asing di dunia islam. beliau merupakan ulama besar keturunan rasulullah saw yang lahir di makkah dan dikenal luas sebagai guru para ulama dari berbagai negara, termasuk indonesia.
pemikirannya banyak berfokus pada penguatan akhlak, kecintaan kepada rasulullah saw, dan menjaga tradisi keilmuan islam yang moderat.
salah satu amalan yang beliau biasakan setiap memasuki 1 muharram adalah membagikan susu putih kepada para santri dan murid-muridnya.
menurut penjelasan para murid abuya al-maliki, amalan minum susu putih dilakukan sebagai bentuk tafa'ul atau mengambil pertanda baik.
warna putih pada susu dimaknai sebagai simbol kesucian, kebersihan hati, serta harapan agar sepanjang tahun yang akan dijalani dipenuhi kebaikan dan keberkahan.
dalam tradisi islam, tafa'ul merupakan sesuatu yang dikenal dan dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat. rasulullah saw sendiri menyukai kata-kata dan pertanda yang baik sebagai bentuk optimisme kepada allah swt.
dengan minum susu putih di awal tahun hijriah, seorang muslim diharapkan menanamkan niat agar hidupnya semakin bersih dari dosa, hatinya lebih jernih, dan rezekinya semakin diberkahi.
amalan ini dilakukan mulai malam 1 muharram hingga sebelum masuk waktu subuh. karena kalender hijriah dimulai sejak terbenamnya matahari, maka pergantian tahun islam sudah dimulai pada malam hari.
bagi yang ingin mengamalkannya, cukup menyiapkan segelas susu putih dan meminumnya dengan niat mengharap keberkahan dari allah swt.
doa saat minum susu
sebelum atau saat meminum susu, dianjurkan membaca doa berikut:
أَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
allahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu.
artinya:
"ya allah, berkahilah minuman kami dan tambahkanlah darinya (rezeki) kepada kami."
doa ini merupakan doa yang umum dibaca ketika meminum susu dan mengandung harapan agar allah memberikan keberkahan serta tambahan rezeki.
banyak orang salah memahami amalan semacam ini seolah-olah memiliki kekuatan magis. padahal, inti dari ajaran para ulama bukan pada susunya, melainkan pada niat, doa, dan harapan baik yang menyertainya.
sejumlah santri yang pernah belajar di lingkungan murid-murid abuya al-maliki menceritakan bahwa tradisi tersebut selalu dibarengi dengan doa, dzikir, serta evaluasi diri menjelang memasuki tahun baru islam.
karena itu, malam 1 muharram sebaiknya tidak hanya diisi dengan minum susu putih. lebih dari itu, umat islam dianjurkan memperbanyak istighfar, membaca al-qur'an, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta menyusun target ibadah untuk satu tahun ke depan.
selain minum susu putih, masyarakat muslim juga mengenal beberapa amalan lain, di antaranya adalah membaca doa akhir tahun dan awal tahun.
doa ini biasa dibaca menjelang pergantian tahun hijriah sebagai bentuk permohonan ampun atas kesalahan yang lalu dan harapan kebaikan di tahun baru.
kemudian memperbanyak istighfar sebagai sarana membersihkan diri dari dosa dan kesalahan yang telah dilakukan sepanjang tahun.
ada juga yang memulai tahun baru dengan berbagi kepada sesama menjadi salah satu cara mengharap keberkahan rezeki.
yang tak kalah penting dilakukan adalah mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir dan menyusun perbaikan untuk tahun berikutnya.
pergantian tahun hijriah seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan. momentum ini dapat dijadikan titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
tradisi minum susu putih yang diajarkan abuya muhammad bin alawi al-maliki mengajarkan nilai optimisme, harapan, dan doa. sebuah simbol sederhana yang mengingatkan bahwa setiap awal yang baik layak disambut dengan niat yang baik pula.
malam ini, saat memasuki 1 muharram, luangkan waktu sejenak untuk berdoa, memohon ampunan, dan menata kembali tujuan hidup. semoga allah swt menjadikan tahun baru hijriah sebagai awal yang lebih baik bagi kita semua.