bacakoran.co

UMY Dukung Aspirasi Mahasiswa: Boleh Absen Kuliah Ikut Aksi Damai Titik Nol Jogja

UMY Resmi Izinkan Mahasiswa Tinggalkan Kelas Ikut Aksi Damai di Titik Nol Jogja Hari Ini--Twitter

UMY Dukung Aspirasi Mahasiswa: Boleh Absen Kuliah Ikut Aksi Damai Titik Nol Jogja

Handoko

Bima


bacakoran.co – umy mengeluarkan surat resmi yang membolehkan mahasiswa meninggalkan kelas dan ujian untuk mengikuti aksi damai di titik nol kilometer yogyakarta pada rabu, 17 juni 2026.

keputusan ini dilakukan agar mahasiswa dapat menyalurkan aspirasi rakyat secara langsung. 

surat bernomor 1237/a.2-1/dkk/vi/2026 dari direktorat kemahasiswaan dan karir universitas muhammadiyah yogyakarta itu diterbitkan pada 16 juni 2026.

surat tersebut secara eksplisit memberikan izin dispensasi kepada mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam aksi damai yang diselenggarakan badan eksekutif mahasiswa keluarga mahasiswa (bem km) umy. 

seperti informasi yang diunggah akun x (twitter) @lambesahamjja pada rabu, 17 juni 2026, gambar menampilkan foto kerumunan massa demonstrasi berlatar logo umy serta foto surat resmi beserta lampiran jadwal kegiatan aksi. 

dalam surat itu disebutkan bahwa izin diberikan untuk kegiatan pada rabu, 17 juni 2026, pukul 13.00–18.00 wib di titik nol kilometer yogyakarta.

lampiran surat juga memuat susunan kegiatan lengkap, mulai dari koordinasi dan briefing, perjalanan menuju lokasi, penyampaian aspirasi hingga konsolidasi akhir. 

keputusan umy ini langsung menjadi sorotan publik.

banyak netizen menyambut positif langkah kampus yang dianggap mendukung demokrasi dan kebebasan berpendapat mahasiswa.

“ngakak banget baca ancaman ‘anakku gak bakalan tak masukkan umy’  dikira kampus rugi apa ya? yang ada umy makin bangga karena melahirkan generasi kritis," tulis @panggilnunaaja.

 “keren umy! kampus yang bener-bener jadi wadah demokrasi dan menghargai aspirasi mahasiswanya. ini baru namanya ‘muda mendunia’ yang nyata!," tulis @amiensakimin.

hal tersebut berpotensi meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa yang mengutamakan lingkungan kampus progresif dan berpihak pada isu masyarakat.

mahasiswa ugm ricuh usir budiman sudjatmiko cs, yel-yel pengkhianat reformasi bergema di auditorium joglo

sebelumnya suasana diskusi bertajuk kopdar bareng mas dar di auditorium joglo, universitas gadjah mada (ugm), senin 15 juni 2026, berubah ricuh

mahasiswa secara massal meneriakkan saat budiman sudjatmiko, nusron wahid, serta sudaryono hadir sebagai narasumber. 

video yang beredar luas di x (twitter) menunjukkan acara yang semula kondusif langsung setelah budiman sudjatmiko memutar video terkait tiyo ardiyanto.

mahasiswa yang tidak terima langsung bereaksi keras, sehingga panitia terpaksa mengakhiri acara dan mengevakuasi ketiga pejabat kabinet prabowo-gibran.

video yang diunggah akun @kwijono pada senin, 15 juni 2026, dalam narasi video tersebut mahasiswa ugm disebut memberi “pelajaran penting” kepada budiman sudjatmiko dkk.

suasana ricuh terjadi sesaat setelah budiman memutar video tersebut, dengan yel-yel pengkhianat dan revolusi bergema. 

mahasiswa disebut tetap kawal dan melawan demi rakyat. 

dari beberapa akun x dan akun @kalistohenituse menyoroti ironi: “beberapa waktu lalu budiman sujatmiko mengusir peserta diskusi, sekarang dia yang dipermalukan dan diusir oleh mahasiswa ugm.”

menurut rekaman yang beredar, mahasiswa menolak kehadiran ketiga pejabat tersebut karena dianggap bagian dari upaya meredam kritik publik.

beberapa mahasiswa menyebut mereka sebagai “sppg” atau satuan penjilat prabowo gibran.

acara yang diklaim sebagai dialog terbuka berubah menjadi bentuk ekspresi kekecewaan atas berbagai kebijakan pemerintah

mahasiswa ugm, sebagai bagian dari kampus yang selama ini dikenal kritis, kembali menegaskan peran kontrol sosial mereka di tengah isu ekonomi, korupsi, dan kebijakan yang dianggap tidak pro-rakyat.

netizen pun ikut langsung membanjiri postingan tersebut.

“budiman menghadapi dirinya semasa muda, gak mampu rupanya,” tulis @hariselumbari.

“pantas saja mahasiswa marah dan terbakar... mahasiswa sudah sedemikian marahnya sama pemerintah di bawah prabowo gibran,” tulis @kwijono.

peristiwa ini menjadi sorotan luas di media sosial dan mencerminkan dinamika politik terkini yang semakin panas.

Tag
Share