bacakoran.co – mahasiswi universitas indonesia membantah pernyataan pendukung gerindra yang mengaitkan perjuangan anak sekolah naik perahu dengan program makan bergizi gratis ().
debat ini memicu perdebatan publik tentang prioritas pembangunan infrastruktur versus program sosial pemerintah.
video yang diunggah akun x @lambesahamjja pada rabu, 17 juni 2026, menunjukkan momen debat tersebut.
dalam video berdurasi sekitar 1 menit 38 detik dari siaran kompas tv, seorang pendukung gerindra menyatakan bahwa anak-anak di desa rela naik perahu ke sekolah untuk mendapatkan mbg.
yang merupakan wakil ketua bem ui langsung merespons dengan menekankan pentingnya infrastruktur dasar.
dalam narasi video, pendukung gerindra mengatakan anak sekolah di daerah terpencil menghadapi kesulitan akses demi mendapatkan makanan bergizi.
mahasiswi ui yang mengenakan blazer kuning cerah dan hijab krem membalas dengan logika yang lebih mendasar.
ia menyoroti bahwa anak-anak tersebut pergi ke sekolah utamanya untuk belajar, bukan sekadar mendapatkan makan.
solusi jangka panjang adalah membangun jembatan dan infrastruktur pendukung agar akses pendidikan lebih mudah dan aman.
debat ini mencerminkan perbedaan pandangan antara program unggulan pemerintah seperti mbg dengan kebutuhan infrastruktur dasar di wilayah 3t (terdepan, terluar, tertinggal).
banyak netizen menilai pernyataan mahasiswi tersebut sebagai respons yang tajam.
"politisi ini suka banget membenturkan kelas sosial... padahal konteksnya ya mana prioritas dulu," tulis @stupidmacchiato.
"bis sekolah siapain. biar ke sekolah ga susah payah. itu baru solusi konkret," tulis @cemenix7.
program mbg memang penting untuk mengatasi stunting dan gizi buruk.
namun tanpa infrastruktur yang memadai, distribusi makanan dan akses pendidikan tetap terhambat.