Dolar AS Masih Bertahan, Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah 3 Bulan! Akankah The Fed Pangkas Suku Bunga?
Dolar AS Masih Bertahan, Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah 3 Bulan! Akankah The Fed Pangkas Suku Bunga?gbr.rmol.id--
BACAKORAN.CO - Pasar keuangan global bergerak hati-hati menjelang keputusan penting Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu pekan ini. Dolar Amerika Serikat (USD) masih diperdagangkan relatif stabil karena pelaku pasar masih terpecah mengenai arah kebijakan suku bunga jangka pendek bank sentral AS tersebut.
Sebagian investor meyakini The Fed masih akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk memastikan inflasi benar-benar terkendali. Namun, sebagian lainnya mulai memperkirakan adanya peluang pelonggaran kebijakan apabila tekanan inflasi terus menurun dan pertumbuhan ekonomi mulai melambat.
Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah Tiga Bulan
Sentimen terbesar yang menggerakkan pasar saat ini datang dari perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran.
BACA JUGA:Geger, KPK Sita USD 1 Juta dari Eks Menag Yaqut Cholil yang akan Digunakan untuk Kondisikan Pansus!
Harga minyak mentah dunia (Crude Oil) tercatat turun hingga USD 76,65 per barel, menjadi level terendah dalam tiga bulan terakhir. Penurunan ini dipicu oleh kabar bahwa AS dan Iran sedang mempersiapkan penandatanganan resmi nota kesepakatan damai.
Dalam kesepakatan tersebut, Iran dikabarkan akan memperoleh sejumlah insentif ekonomi, antara lain:
* Pembukaan kembali akses ekspor minyak Iran ke pasar internasional.
* Dana pengembangan ekonomi hingga mencapai USD 300 miliar.
* Pelepasan sebagian aset Iran yang selama ini dibekukan.
* Kerja sama ekonomi di berbagai sektor strategis.
Jika kesepakatan ini benar-benar terealisasi, pasokan minyak global diperkirakan meningkat secara signifikan sehingga berpotensi menjaga harga minyak tetap rendah dalam jangka menengah.
BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Iran Tutup Selat Hormuz, Pasar Ketar-Ketir!
Dampaknya bagi Indonesia
Bagi Indonesia, penurunan harga minyak dapat memberikan beberapa keuntungan:
1. Mengurangi tekanan inflasi, terutama dari sektor energi dan transportasi.
2. Menurunkan beban subsidi energi pemerintah.
3. Membantu menjaga stabilitas neraca perdagangan.
4. Memberikan ruang bagi Bank Indonesia dalam menentukan kebijakan moneter.
Namun di sisi lain, harga minyak yang terlalu rendah juga dapat memengaruhi harga komoditas lain yang menjadi sumber pendapatan sejumlah negara berkembang.