Langsung Pesta, Keane Antarkan Inggris ke Puncak Grup L
Harry Keane menjadi man of the mach dalam laga Inggris melawan Kroasia-FIFA-
Begitu kembali masuk lapangan, permainan Inggris berbeda. Mereka langsung menggebrak yang membuat pertahanan Kroasia sempat kewalahan.
"Kami langsung bermain dengan intensitas penuh dan mereka tidak mampu mengatasinya. Itulah standar yang harus kami tetapkan di setiap pertandingan," tegasnya.
"Jadi, kredit untuk semua orang. Ini adalah laga pertama turnamen dan hasil yang luar biasa melawan tim kuat. Intensitas permainan adalah kekuatan terbesar kami, jadi kami harus memanfaatkannya lebih sering sepanjang turnamen ini," ujar Keane.
Sebagai pelatih, Thomas Tuchel apresiasi semangat juang para pemain. Mereka sukses menunjukkan semangat pantang menyerah sepanjang laga.
"Respons yang bagus. Babak pertama sedikit rumit bagi kami. Kami tampak gugup. Dalam pengambilan keputusan, kami memilih bermain aman dan mengalirkan bola ke belakang," jelasnya.
BACA JUGA:Tim Debutan di Piala Dunia 2026 Langsung Dihajar Jerman 7-1
"Kami kesulitan menemukan ritme permainan dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk memanfaatkan celah yang ada. Saya melihat statistik yang menunjukkan kami hanya memenangi 33 persen duel di lapangan pada babak pertama dan 73 persen pada babak kedua," terangnya.
"Jadi, bahkan saat tidak menguasai bola, kami tidak cukup baik dan tidak cukup berkomitmen. Saya menyukai reaksi para pemain pada babak kedua. Pertandingan ini penuh emosi dan banyak perasaan yang terlibat. Kami membutuhkan waktu untuk benar-benar menemukan permainan kami," ucapnya.
Sementara pelatih Kroasia Zlatko Dalic mengatakan bahwa anak asuhnya tidak menunjukkan permainan yang apik di babak kedua. Situasi ini mampu dimanfaatkan Inggris untuk mencetak gol ketiga dan keempat.
"Kami memainkan babak kedua yang sangat buruk. Pada babak pertama, kami kebobolan dua gol dari dua situasi bola mati, yang pertama berasal dari penalti. Ada beberapa hal yang tidak kami lakukan dengan baik. Kami kebobolan gol ketiga setelah sebuah bola panjang dan setelah itu terlihat betapa sulitnya untuk kembali ke dalam pertandingan," jelasnya kepada HRT sebagaimana dilansir situs resmi FIFA.
"Kami bereaksi dengan buruk terhadap bola-bola yang dikirim ke belakang lini pertahanan dan rotasi permainan kami juga tidak berjalan dengan baik," tegas Dalic.
