Ronaldo Gagal Cetak Gol, Kini Samai Rekor Legenda Italia Paolo Maldini
Cristiano Ronaldo catatkan sejarah bersama Portugal saat melawan Republik Demokratik Kongo -FIFA-
BACAKORAN.CO - Cristiano Ronaldo tidak mencetak gol di laga perdana Piala Dunia 2026 bersama Timnas Portugal. Dalam laga melawan Republik Demokratik Kongo di Houston Stadium Amerika Serikat kamis (18/6), Kapten Timnas Portugal itu mencatatkan sejarah.
Ronaldo menjadi pemain non kiper tertua yang pernah menjadi starter dalam Piala Dunia. Pada penampilan di Piala Dunia yang ke-23 itu, Ronaldo menampati peringkat keempat dalam daftar penampilan terbanyak sepanjang masa.
Catatan Ronaldo ini menyamai legenda Italia, Paolo Maldini.
Pada pertandingan Portugal melawan Republik Demokratik Kongo, Portugal berhasil unggul lebih dulu melalui Joao Neves. Neves sukses menyambut umpan matang Pedro Neto dengan sundulan (6').
Portugal mendominasi pun jalannya pertandingan. Total Portugal menguasai bola sebanyak 75 persen.
BACA JUGA:2 Gol Haaland Bikin Irak Akhiri Tren Positif Wakil Asia di Piala Dunia 2026
Dengan dominasi itu, Portugal catatkan 9 kali tembakan ke arah gawang Kongo. Dari jumlah itu, 3 di antaranya sukses mengenai sasaran.
Mereka juga mencatatkan peluang melalui sepak pojok sebanyak 5 kali. Bandingkan dengan Kongo yang hanya memainkan bola sebanyak 25 persen saja.
Namun, meski sedikit memainkan bola, Kongo mampu merepotkan barisan pertahanan Portugal. Mereka sukses melancarkan tembakan ke arah gawang Portugal sebanyak 8 kali.
Dari sejumlah tembakan itu, dua di antaranya on target. Dari sejumlah percobaan itu, Kongo mampu mencetak gol melalui Yoane Wissa menit ke-45+5.

Pemain Portugal saat merayakan gol Joao Neves-FIFA-
Kesuksesan Kongo menghidar dari kekalahan saat melawan Portugal membuat pemain bahagia. Wissa sebagai pencetak gol mengakui bahwa pertandingan memang sulit dijalani.
BACA JUGA:Cara Nonton Piala Dunia 2026 di MAXSTREAM TV Lewat Laptop: Tanpa Perlu Aplikasi Tambahan
"Saya tentu sangat bangga hari ini karena kami telah bekerja sangat keras. Ini adalah pertandingan yang sangat sulit melawan tim yang lebih kuat daripada kami," terang Wissa sebagaimana dilansir di sirtus resmi FIFA.