bacakoran.co – dirut pln meminta maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang melanda wilayah jawa dan bali.
adalah ketersediaan batu bara yang menipis di pembangkit listrik.
padahal indonesia merupakan salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia.
kejadian ini memicu pertanyaan keras dari publik mengenai pengelolaan energi nasional.
menurut pernyataan resmi yang beredar luas di media sosial, dirut pln menyampaikan tersebut dalam konferensi pers di jakarta pada 19 juni 2026.
seperti dikutip dari x akun @yappingfess, menunjukkan dirut pln mengenakan rompi biru pln saat berbicara di hadapan media.
"dirut pln : kami minta maaf atas pemadaman listrik bergilir jawa bali karena ketersediaan batu bara menipis," tulis @yappingfess.
unggahan ini menuai ribuan komentar dan repost dari warganet yang merasa kesal.
netizen ramai bereaksi memberikan respon postingan tersebut.
"pajak naik tapi listrik aja gak jadi prioritas, udahlah kalo program gak bisa itu gpp kok diberhentikan aja dan ditinjau sampai bebar benar siap. negara kita belum sesiap itu untuk mbg, ini semua sektor kena loh karena satu program aja," tulis @deezcii.
"ironisnya pln cmn di transmisi. pembangkit sebagian besar dari swasta. pln beli 1000 kepake 600 bayarnya tetep 1000. kayaknya emang harus diubah ini regulasinya sekalian nambah pembangkit pelan2," tulis @iman775.
"mana pemadamannya gaada pemberitahuan lagi, tau tau mati listrik dan jamnya random banget tiap hari," tulis @sunny_daylook.
akibatnya, stok di beberapa pembangkit listrik hanya tersisa belasan hari, memaksa pemadaman bergilir untuk menghindari blackout total.
pln sebagai bumn monopoli listrik diharapkan memberikan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak, terutama pelaku umkm, pedagang makanan, dan rumah tangga yang mengalami kerugian materiil.
pemerintah diminta segera mengevaluasi regulasi pasokan batu bara agar kejadian serupa tidak terulang.