Anak SD Dieksploitasi Demo Dukung MBG: Diajak Pawai, Ternyata Bawa Spanduk Dukung Program Pemerintah
Anak SD di Batam Ikut Demo Dukung MBG Dijanjikan Pawai, Malah Bawa Spanduk Politik--Twitter
BACAKORAN.CO – Anak-anak sekolah dasar (SD) kembali menjadi sorotan setelah diarahkan mengikuti aksi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Yang semula diinformasikan sebagai kegiatan pawai, berubah menjadi demonstrasi dengan membawa spanduk politik.
Hal ini memicu kritik tajam dari masyarakat yang menilai adanya eksploitasi anak.
Menurut unggahan @intinyadeh pada X (Twitter) Minggu, 21 Juni 2026, anak SD diberitahu akan mengikuti pawai. Namun, mereka justru diminta membawa spanduk bertuliskan “Kami dukung program MBG, tidak mau anak belajar dalam keadaan lapar”.
BACA JUGA:Ahok Kritik Keras Program MBG Prabowo: Langsung Usul Bubarkan dan Ganti Voucher Digital via e-KTP
Video dan foto yang beredar menunjukkan anak-anak kecil mengikuti aksi di sekitar area pemerintahan.
Banyak netizen mengecam aksi tersebut.
“Anak SD mana yang dengan kesadaran penuh ikut demo membela MBG secara sukarela?” tulis @1M_pertama.
"komisi perlindungan anak mana ini hellooo," tulis @terryakiw.
"Anak dibawah umur legal aja udah bisa di eksploitasi kayak gini dan orangtuanya pun ngeiyain bukannya ngelarang. @KPAI_official tindak lanjuti hal kayak gini. Kerja weh kerjaaaa. Ini anak dibawah umur loh udah dijejelin hal politik bukan pendidikan dasar," tulis @benediktafc.
"Anak SD loh udah disuruh jadi buzzer pemerintah bobrok ini. Kepala sekolah dan guru gurunya kok bisa ya kepikiran bikin plan kaya gitu, pasti ada yang bayar ga sii?," tulis @lvmatccha.
"Di daerah lain kalo ada walkot/bupati yg didemo masyarakat aja, besoknya instansi dimana asn/p3k yg bekerja dibawah naungannya dapet instruksi suruh bikin demo tandingan. Apalagi skrg demo tingkat nasional, makin ditekan asn/p3knya sama yg diatas. Sampe nyuruh bawa murid pula," tulis @uuncal.
Hal ini dianggap memanfaatkan anak yang belum paham konteks politik untuk kepentingan program MBG yang sebelumnya menuai pro dan kontra di masyarakat.