bacakoran.co

Perpustakaan Universitas Leiden Lirik Karya Lokal Sumsel untuk Koleksi Dunia

Kunjungan perwakilan Universiteit Leiden KITLV-Jakarta ke Palembang. (foto: ist)--

BACAKORAN.CO - Perpustakaan Universitas Leiden melalui Universiteit Leiden KITLV-Jakarta mulai menghimpun karya penulis dan penerbit lokal Sumatera Selatan untuk memperkaya koleksi referensi tentang daerah tersebut di Belanda. 

Upaya itu dilakukan perwakilan Universiteit Leiden KITLV-Jakarta diantaranya dengan berkunjung ke Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan dan sejumlah pelestari naskah kuno di Palembang pada Selasa dan Rabu, 23 dan 24 Juni 2026).

Kunjungan yang diwakili Boy Hidayat dan Wulandari itu disambut langsung Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan Fitriana S.Sos., M.Si.  Pertemuan membahas pengumpulan publikasi lokal bertema sejarah, budaya, bahasa, sastra, tradisi, hingga perkembangan masyarakat Sumatera Selatan.

Selain mengunjungi Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, rombongan juga menemui salah satu pemilik dan pelestari naskah kuno Palembang, Kemas H. Andi Syarifuddin. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas sumber referensi dan dokumentasi mengenai khazanah intelektual daerah.

BACA JUGA:Perpustakaan Sumsel Bakal Usulkan Naskah Kuno Karya Abdus Somad Al Palimbani Sebagai IKON

BACA JUGA:Pelatihan Pengelola Perpustakaan Sekolah Rakyat Dimulai, Dorong Literasi Generasi Muda

Universiteit Leiden KITLV-Jakarta diketahui merupakan kantor perwakilan resmi Perpustakaan Universitas Leiden di Indonesia yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Lembaga ini berfungsi sebagai pusat penelitian Asia Tenggara sekaligus kantor penghubung universitas.

Dalam pertemuan tersebut, Fitriana memaparkan berbagai potensi koleksi terbitan lokal, hasil penelitian, buku karya penulis daerah, serta publikasi yang mendokumentasikan kekayaan budaya dan sejarah Sumatera Selatan.

"Kami menyampaikan informasi mengenai koleksi-koleksi lokal yang selama ini menjadi sumber penting dokumentasi sejarah dan budaya Sumatera Selatan," ujarnya.

Menurut dia, kerja sama semacam ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan intelektual daerah ke tingkat internasional. Sebab, berbagai karya yang berhasil dihimpun nantinya akan menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Universitas Leiden dan dapat diakses oleh peneliti, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat internasional.

BACA JUGA:Mobil Bekas 100 Jutaan di 2026: Masih Layak Dibeli atau Justru Rugi? Ini Daftar Pilihan Paling Aman!

BACA JUGA:Mobil Bekas 100 Jutaan di 2026: Masih Layak Dibeli atau Justru Rugi? Ini Daftar Pilihan Paling Aman!

Kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi di bidang pelestarian, dokumentasi, dan diseminasi pengetahuan. Fokusnya tidak hanya pada pengumpulan buku, tetapi juga penguatan upaya pelestarian naskah dan arsip yang menjadi bagian penting sejarah Sumatera Selatan.

Melalui kerja sama pengumpulan karya penulis lokal Sumatera Selatan untuk koleksi Perpustakaan Leiden Belanda ini, kedua pihak berharap informasi mengenai sejarah dan budaya Sumsel semakin dikenal luas.

Kehadiran referensi yang lebih lengkap di perpustakaan kelas dunia itu diharapkan dapat mendorong berkembangnya kajian akademik tentang Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, di tingkat global.

Perpustakaan Universitas Leiden Lirik Karya Lokal Sumsel untuk Koleksi Dunia

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co - universitas leiden melalui mulai menghimpun karya penulis dan penerbit lokal sumatera selatan untuk memperkaya koleksi referensi tentang daerah tersebut di belanda. 

upaya itu dilakukan perwakilan universiteit leiden kitlv-jakarta diantaranya dengan berkunjung ke dan sejumlah pelestari naskah kuno di palembang pada selasa dan rabu, 23 dan 24 juni 2026).

kunjungan yang diwakili boy hidayat dan wulandari itu disambut langsung kepala dinas perpustakaan provinsi sumatera selatan fitriana s.sos., m.si.  pertemuan membahas pengumpulan publikasi lokal bertema sejarah, budaya, bahasa, sastra, tradisi, hingga perkembangan masyarakat sumatera selatan.

selain mengunjungi dinas perpustakaan provinsi sumsel, rombongan juga menemui salah satu pemilik dan pelestari naskah kuno palembang, kemas h. andi syarifuddin. langkah tersebut dilakukan untuk memperluas sumber referensi dan dokumentasi mengenai khazanah intelektual daerah.



universiteit leiden kitlv-jakarta diketahui merupakan kantor perwakilan resmi perpustakaan universitas leiden di indonesia yang bekerja sama dengan badan riset dan inovasi nasional (brin). lembaga ini berfungsi sebagai pusat penelitian asia tenggara sekaligus kantor penghubung universitas.

dalam pertemuan tersebut, fitriana memaparkan berbagai potensi koleksi terbitan lokal, hasil penelitian, buku karya penulis daerah, serta publikasi yang mendokumentasikan kekayaan budaya dan sejarah sumatera selatan.

"kami menyampaikan informasi mengenai koleksi-koleksi lokal yang selama ini menjadi sumber penting dokumentasi sejarah dan budaya sumatera selatan," ujarnya.

menurut dia, kerja sama semacam ini menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan intelektual daerah ke tingkat internasional. sebab, berbagai karya yang berhasil dihimpun nantinya akan menjadi bagian dari koleksi perpustakaan universitas leiden dan dapat diakses oleh peneliti, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat internasional.



kunjungan tersebut juga membuka peluang kolaborasi di bidang pelestarian, dokumentasi, dan diseminasi pengetahuan. fokusnya tidak hanya pada pengumpulan buku, tetapi juga penguatan upaya pelestarian naskah dan arsip yang menjadi bagian penting sejarah sumatera selatan.

melalui kerja sama pengumpulan karya penulis lokal sumatera selatan untuk koleksi perpustakaan leiden belanda ini, kedua pihak berharap informasi mengenai sejarah dan budaya sumsel semakin dikenal luas.

kehadiran referensi yang lebih lengkap di perpustakaan kelas dunia itu diharapkan dapat mendorong berkembangnya kajian akademik tentang indonesia, khususnya sumatera selatan, di tingkat global.

Tag
Share