bacakoran.co – taufik hidayat pelaku kekerasan yang viral, ternyata memiliki yang kompleks.
data dari unggahan di x menunjukkan pola asuh pembiaran oleh ayahnya, pak tata, diduga berkontribusi membentuk karakter bermasalah.
unggahan dari akun x @karaaism pada rabu, 24 juni 2026 yang dilansir dari tangkap layar youtube kang dedi mulyadi channel, membeberkan detail keluarga pak tata yang memiliki empat anak.
menurut narasi tersebut, anak pertama perempuan sudah meninggal karena sakit.
anak kedua laki-laki masih hidup di garut, tetapi bermasalah sebagai pemabuk, sering berkelahi, dan dua kali bercerai.
anak ketiga adalah, sementara anak bungsu laki-laki meninggal tragis karena overdosis obat-obatan.
kematian anak bungsu ini menjadi pemicu depresi berat bunda taufik hingga meninggal dunia.
lebih mengejutkan pak tata pernah nyaris kehilangan nyawa saat kepalanya dihantam balok kayu oleh taufik saat mencangkul di sawah.
pemicunya sangat sepele tidak ada lauk ikan di rumah.
“gimana mungkin ada anak yang tega bertindak seberingas itu ke ayah kandungnya sendiri demi urusan perut,” tulis @karaaism
pak tata mengakui taufik sebagai “anak emas” karena memiliki wajah paling tampan di antara saudaranya.
akibatnya taufik selalu dimanja dan dibela mati-matian setiap berulah.
narasi menyebut ini sebagai “toxic parenting alias pola asuh pembiaran” yang mematikan empati.
netizen bereaksi beragam menanggapi postingan tersebut.
“ini interesting buat dijadiin study case psikologi. ini genetik berperan, tp benar jg katamu ini toxic parenting,” tulis @itsam23
“dari ceritanya kelihatan ada pola toxic parenting... orang tuanya memanen apa yang mereka tanam," tulis @hlcen_.
"menurut gw pola asuh sih lingkungan tuh ngaruh banget ke tumbuh kembang kita cara membentuk karakter kita seperti apa itu ngaruh banget sama lingkungan. jangankan sejak kecil kita yang udah dewasa aja masih bisa terpengaruh sama lingkungan, contoh gw pribadi kerja di 2 tempat beda dengan lingkungan yang berbeda yg gw rasain juga beda di tempat kerja toxic gw jadi kebawa toxic tapi sebaliknya di tempat kerja yg isi nya orang orang waras ya gw jadi ikut waras," tulis @__reepicheep.
"salah taufik karena dia manusia sadar yg bisa milih. keluarga bisa jadi faktor tapi dominan pilihan taufik atas hidup dia yg kacau," tulis @rfhusyen.
banyak yang menekankan fokus ke korban utama, bukan hanya latar belakang pelaku.
hingga saat ini proses hukum terhadap taufik tetap berjalan dan menjadi prioritas pihak berwajib.