bacakoran.co

Warga Tagih Tanggung Jawab PT BCP atas Korban Bentrok

Dialog warga Desa Dabuk Rejo dengan polisi dan Pemerintah kecamatan Lempuing, OKI. (foto: nissa/sumeks)--

BACAKORAN.CO -- Pasca insiden kerusuhan yang disertai perusakan fasilitas dan kendaraan di area PT Buluh Cawang Plantation (BCP), Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), aparat kepolisian dan pemerintah kecamatan terus berupaya menenangkan warga, dengan cara berdialog, Kamis (25/6).

Dalam dialog yang digelar di Masjid Nurul Yaqin, pemerintah, polisi, tokoh masyarakat, dan warga membahas langkah penyelesaian konflik sekaligus penanganan korban luka tembak yang masih menjalani perawatan.

 

Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto menegaskan kehadiran pemerintah dan kepolisian merupakan bentuk komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat saat terjadi persoalan.

 

"Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku," ujarnya.

BACA JUGA:Rusuh di Kebun Sawit PT BCP, Terdengar Rentetan Letusan Senjata, Satu Tewas dan Tiga Luka Tembak

BACA JUGA:Tak Taat Aturan, Pabrik Pengolahan Sawit di Bengkulu Beli TBS Petani Jauh di Bawah Pasar

 

Menurut Eko, tidak ada pihak yang menginginkan insiden tersebut berujung korban. Karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan komunikasi dan menahan diri agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

 

"Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, proses hukum berlangsung transparan, dan situasi tetap kondusif," tegasnya.

 

Dalam pertemuan itu, pemerintah dan kepolisian juga mengingatkan bahwa tindakan perusakan maupun pembakaran yang mengakibatkan korban jiwa tidak dapat dibenarkan. Aparat meminta seluruh pihak menjaga keamanan sambil menunggu proses hukum berjalan.

 

Sementara itu, keluarga korban luka tembak mengaku masih fokus pada proses penyembuhan. Bagus Arsyad, keluarga Mat Kunci, mengatakan kondisi korban masih dalam penanganan medis."Kami masih fokus melakukan perawatan. Mat Kunci sekarang tengah melakukan rontgen," katanya.

BACA JUGA:Ramai Isu Sarwendah Doktrin Anak Benci Ruben Onsu, Betrand Peto Bongkar Fakta Mengejutkan

BACA JUGA:BI Rate Naik, Cicilan Mobil Ikut Melonjak? Astra Daihatsu Ungkap Fakta Sebenarnya

 

Arsyad mengungkapkan pihak keluarga belum memikirkan langkah hukum atau sikap lanjutan terhadap perusahaan yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut.

 

Namun, dalam dialog warga terdengar tuntutan agar perusahaan bertanggung jawab. Perwakilan warga, Mat Arif dan Aprikal, meminta PT BCP menanggung biaya pengobatan korban serta memberikan santunan kepada keluarga yang terdampak.

 

 

Camat Lempuing Jamhari Ilyas memastikan pemerintah kecamatan akan terus memfasilitasi komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum guna mendorong penyelesaian konflik secara damai.

 

"Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan tindak lanjuti melalui mekanisme yang ada," ujarnya.

BACA JUGA:Rekomendasi Saham Hari Ini 25 Juni 2026: BBRI, RAJA, dan ESSA Diprediksi Bullish

BACA JUGA: Resep Mochi Pisang Ijo Luvita Ho, Jajanan Manis yang Cocok untuk Ide Jualan Untung Cuan

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanahan OKI Alexander Bustomi menjelaskan bahwa proses mediasi sengketa lahan antara warga dan PT BCP di Kecamatan Lempuing sebenarnya telah berlangsung beberapa kali dan saat ini masih dalam tahap negosiasi.

 

"Ini sudah mediasi yang ketiga. Pada pertemuan 23 Juni lalu, warga meminta pembangunan plasma atau bentuk lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tebing Suluh," jelasnya.

 

Menurut Alexander, perusahaan saat itu berjanji menyampaikan usulan tersebut kepada manajemen. Pertemuan lanjutan dijadwalkan pada 3 Juli mendatang. Namun, jadwal tersebut masih akan dievaluasi dengan mempertimbangkan situasi pasca-bentrokan.

Warga Tagih Tanggung Jawab PT BCP atas Korban Bentrok

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran.co -- pasca insiden yang disertai perusakan fasilitas dan kendaraan di area , desa dabuk rejo, kecamatan lempuing, kabupaten ogan komering ilir (oki), aparat kepolisian dan pemerintah kecamatan terus berupaya  dengan cara berdialog, kamis (25/6).

dalam dialog yang digelar di masjid nurul yaqin, pemerintah, polisi, tokoh masyarakat, dan warga membahas langkah penyelesaian konflik sekaligus penanganan korban luka tembak yang masih menjalani perawatan.

 

kapolres oki akbp eko rubiyanto menegaskan kehadiran pemerintah dan kepolisian merupakan bentuk komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat saat terjadi persoalan.

 

"kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan mekanisme hukum yang berlaku," ujarnya.

 

menurut eko, tidak ada pihak yang menginginkan insiden tersebut berujung korban. karena itu, seluruh pihak diminta mengedepankan komunikasi dan menahan diri agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

 

"fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan korban berjalan maksimal, proses hukum berlangsung transparan, dan situasi tetap kondusif," tegasnya.

 

dalam pertemuan itu, pemerintah dan kepolisian juga mengingatkan bahwa tindakan perusakan maupun pembakaran yang mengakibatkan korban jiwa tidak dapat dibenarkan. aparat meminta seluruh pihak menjaga keamanan sambil menunggu proses hukum berjalan.

 

sementara itu, keluarga korban luka tembak mengaku masih fokus pada proses penyembuhan. bagus arsyad, keluarga mat kunci, mengatakan kondisi korban masih dalam penanganan medis."kami masih fokus melakukan perawatan. mat kunci sekarang tengah melakukan rontgen," katanya.

 

arsyad mengungkapkan pihak keluarga belum memikirkan langkah hukum atau sikap lanjutan terhadap perusahaan yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut.

 

namun, dalam dialog warga terdengar tuntutan agar perusahaan bertanggung jawab. perwakilan warga, mat arif dan aprikal, meminta pt bcp menanggung biaya pengobatan korban serta memberikan santunan kepada keluarga yang terdampak.

 

 

camat lempuing jamhari ilyas memastikan pemerintah kecamatan akan terus memfasilitasi komunikasi antara masyarakat, perusahaan, dan aparat penegak hukum guna mendorong penyelesaian konflik secara damai.

 

"semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami catat dan tindak lanjuti melalui mekanisme yang ada," ujarnya.

 

di sisi lain, kepala dinas pertanahan oki alexander bustomi menjelaskan bahwa proses mediasi sengketa lahan antara warga dan pt bcp di kecamatan lempuing sebenarnya telah berlangsung beberapa kali dan saat ini masih dalam tahap negosiasi.

 

"ini sudah mediasi yang ketiga. pada pertemuan 23 juni lalu, warga meminta pembangunan plasma atau bentuk lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa tebing suluh," jelasnya.

 

menurut alexander, perusahaan saat itu berjanji menyampaikan usulan tersebut kepada manajemen. pertemuan lanjutan dijadwalkan pada 3 juli mendatang. namun, jadwal tersebut masih akan dievaluasi dengan mempertimbangkan situasi pasca-bentrokan.

Tag
Share