bacakoran.co

Naskah Kuno Wajib di Daftarkan, Pelestariannya Perlu Peran Serta Masyarakat

Foto bersama Kepala Dinas Perpustakaan Kota Palembang Agus Suprianto ATD MM dengan narasumber, pemilik naskah kuno dan peserta. (foto : Dispusip Palembang)--

Naskah Kuno Wajib di Daftarkan, Pelestariannya Perlu Peran Serta Masyarakat

Doni Bae

Doni Bae


bacakoran – mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pelestarian manuskrip atau nusantara yang saat ini masih banyak tersebar di berbagai wilayah di dalam kota palembang.

seruan itu disampaikan kepala (dispusip) kota palembang agus suprianto atd mm saat membuka kegiatan identifikasi, digitalisasi, dan pendaftaran naskah kuno nusantara di aula dispusip kota palembang, kamis (25/6).

menurutnya masyarakat atau lembaga yang memiliki naskah kuno wajib mendaftarkannya ke perpustakaan nasional republik indonesia (perpusnas) untuk kepentingan inventarisasi, pelestarian, dan perlindungan warisan budaya bangsa.

kegiatan yang menghadirkan ketua umum masyarakat pernaskahan nusantara (manassa), dr agus iswanto ss ma mhum  itu diikuti pemilik naskah kuno serta perwakilan kelurahan se-kota palembang. fokus utama kegiatan adalah memperkuat upaya penyelamatan dan pendataan manuskrip bersejarah yang masih tersimpan di masyarakat.

agus suprianto menegaskan, sebagai salah satu kota tertua sekaligus kota dagang bersejarah di indonesia, palembang memiliki tanggung jawab besar menjaga warisan budaya berupa manuskrip dan naskah kuno.

menurut dia, naskah kuno tidak sekadar menyimpan catatan masa lalu. di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan, nilai budaya, hingga filosofi hidup yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

"koleksi-koleksi ini tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga memberikan pedoman dan inspirasi bagi kita semua di masa kini dan masa depan," ujarnya.

karena itu, agus menilai pelestarian naskah kuno di kota palembang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. dibutuhkan keterlibatan masyarakat, pegiat budaya, akademisi, hingga generasi muda agar upaya penyelamatan warisan budaya tersebut berjalan berkelanjutan.

ia menekankan pentingnya pengembangan metode yang lebih inovatif dalam merawat, menyimpan, dan memanfaatkan koleksi manuskrip bersejarah agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. salah satunya melalui program digitalisasi naskah kuno yang saat ini terus dilakukan dispusip kota palembang.

"sangat penting untuk bersama-sama mengembangkan metode yang lebih inovatif dalam merawat, menyimpan, serta memanfaatkan kekayaan budaya ini agar tetap relevan dengan perkembangan zaman," katanya.

melalui kegiatan identifikasi dan digitalisasi naskah kuno nusantara di kota palembang ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian manuskrip semakin meningkat. tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi juga melahirkan langkah konkret untuk menjaga kekayaan budaya daerah.

agus juga menyampaikan apresiasi kepada para pemilik naskah kuno yang telah mempercayakan proses identifikasi, pendaftaran, dan digitalisasi kepada dispusip kota palembang. ia mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pemkot palembang, manassa komisariat sumatera selatan, dan yayasan pusako sumatera selatan.

"kami berharap para pemilik naskah kuno dapat membantu menyampaikan dan memperluas informasi mengenai keberadaan naskah kuno kepada masyarakat kota palembang," ujarnya.

namun ketika ditanya apakah memiliki buku atau kitab lama  tulisan tangan yang disimpan leluhur, biasanya masyarakat akan paham. karena itu manassa menggunakan penyebutan naskah kuno untuk manuskrip.

dalam penjelasannya, peneliti brin ini mengatakan naskah kuno yang dapat didaftarkan harus memenuhi kriteria yaitu, ditulis tangan (bukan hasil cetakan atau fotokopi).berusia paling sedikit 50 tahun dan memiliki nilai sejarah, ilmu pengetahuan, dan budaya.

"cara pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui sistem khazanah pustaka nusantara atau khastara milik perpusnas atau melalui dinas perpustakaan dan arsip di daerah,"jelasnya.

Tag
Share