bacakoran.co

Menteri Desa Yandri Susanto Dihujat Keras: Klaim Orang Desa Jarang Konsumsi Telur dan Daging Ayam Tanpa MBG

Pernyataan Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto yang menyebut orang desa jarang makan telur dan ayam tanpa MBG menuai kontroversi --Twitter

BACAKORAN.CO – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT) Yandri Susanto menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menyebut orang desa jarang mengonsumsi telur dan daging ayam jika tidak ada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara resmi dan kini video pidatonya menyebar luas di media sosial.

Banyak warga menilai pernyataan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap masyarakat desa yang selama ini mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

Video pidato Yandri Susanto diunggah akun X @regar_op0sisi pada Kamis, 2 Juli 2026 dan telah ditonton lebih dari 41.000 kali dengan ratusan komentar kritis. 

BACA JUGA:Syok! Pria Bangladesh Diduga Kencing Sambil Berdiri di Eskalator MRT, Netizen Kecam Keras Perilaku Tak Sopan

Dalam video berdurasi sekitar 22 detik tersebut, Yandri Susanto berbicara di hadapan hadirin sambil mengenakan peci hitam dan kacamata.

"Jarang selama ini penduduk desa makan telur dan makan ayam, semenjak ada MBG mereka merasakan manfaat," ujar yandri susanto, Menteri Desa dan PDT.

Pernyataan ini langsung memicu gelombang kritik. Netizen menilai Menteri Desa seharusnya lebih memahami realita kehidupan masyarakat pedesaan yang banyak memelihara ayam kampung dan memiliki akses telur segar setiap hari.

"Desa mana yang dimaksud pak @kemendespdt," tanya @mbok_tani.

BACA JUGA:Tiga Lawan Satu Gunakan Parang dan Kayu Dekat Pos Polisi di Muba, Satu Pria Luka Bacok

"Heh aku tinggal di desa sampe bosen masak ayam sma telur trs , mbg di sni ga ku makan tu dri anakku sekolah . Ku kasih ke ayam biar ayam nya yg makan . Kelewatan bgt ngehinanya pak," tulis @deyahh2.

"Padahal karena MBG rakyat jadi sulit belanja telor, ayam, dan bahan pokok lain karena harganya naik. Sekarang pas MBG distop, harga-harga telor, ayam dan bahan pokok lain pada turun," tulis @ana_ifah.

Banyak komentar serupa yang menekankan bahwa masyarakat desa justru sering mengonsumsi protein hewani dari hasil ternak sendiri, bahkan lebih berkualitas dibandingkan produk kota.

Di sisi lain, program MBG memang bertujuan meningkatkan gizi nasional, namun penyampaian yang kurang tepat justru menimbulkan persepsi negatif.

Menteri Desa Yandri Susanto Dihujat Keras: Klaim Orang Desa Jarang Konsumsi Telur dan Daging Ayam Tanpa MBG

Jerry

Gusti


bacakoran.co – menteri desa pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi (pdt) yandri susanto menjadi setelah pernyataannya yang menyebut orang desa jarang mengonsumsi telur dan daging ayam jika tidak ada program makan bergizi gratis (mbg).

pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah acara resmi dan kini video pidatonya menyebar luas di

banyak warga menilai pernyataan itu sebagai bentuk penghinaan terhadap masyarakat desa yang selama ini mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan.

video pidato yandri susanto diunggah akun x @regar_op0sisi pada kamis, 2 juli 2026 dan telah ditonton lebih dari 41.000 kali dengan ratusan komentar kritis. 

dalam video berdurasi sekitar 22 detik tersebut, yandri susanto berbicara di hadapan hadirin sambil mengenakan peci hitam dan kacamata.

"jarang selama ini penduduk desa makan telur dan makan ayam, semenjak ada mbg mereka merasakan manfaat," ujar yandri susanto, menteri desa dan pdt.

pernyataan ini langsung memicu gelombang kritik. netizen menilai menteri desa seharusnya lebih memahami realita kehidupan masyarakat pedesaan yang banyak memelihara ayam kampung dan memiliki akses telur segar setiap hari.

"desa mana yang dimaksud pak @kemendespdt," tanya @mbok_tani.

"heh aku tinggal di desa sampe bosen masak ayam sma telur trs , mbg di sni ga ku makan tu dri anakku sekolah . ku kasih ke ayam biar ayam nya yg makan . kelewatan bgt ngehinanya pak," tulis @deyahh2.

"padahal karena mbg rakyat jadi sulit belanja telor, ayam, dan bahan pokok lain karena harganya naik. sekarang pas mbg distop, harga-harga telor, ayam dan bahan pokok lain pada turun," tulis @ana_ifah.

banyak komentar serupa yang menekankan bahwa masyarakat desa justru sering mengonsumsi protein hewani dari hasil ternak sendiri, bahkan lebih berkualitas dibandingkan produk kota.

di sisi lain, program mbg memang bertujuan meningkatkan gizi nasional, namun penyampaian yang kurang tepat justru menimbulkan persepsi negatif.

kementerian desa dan pdt belum memberikan klarifikasi resmi hingga berita ini ditulis.

masyarakat menunggu penjelasan lebih lanjut agar isu ini tidak semakin meluas. 

Tag
Share