BACAKORAN.CO - Argentina akan menghadapi ujian dari Tanjung verde di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan ini akan berlangsung Sabtu pagi (4/7) dengan kick off pukul 05.00 WIB.
Jika melihat peringkat FIFA, di atas kertas Argentina tidak akan kesulitan kalahkan Tanjung Verde. Ini karena Argentina di posisi kedua klasemen FIFA sementara Tanjung Verde di urutan ke-63.
Akan tetapi, jika melihat sepak terjang Tanjung Verde di Piala Dunia 2026, Argentina layak waspada. Ini karena Tanjung Verde sudah membuktikan sebagai tim yang sulit ditaklukkan.
Buktinya, Spanyol yang kini menempati posisi ke-3 klasemen FIFA, dipaksa bermain imbang 1-1. Kenyataan itu tersaji pada laga perdana Grup H.
BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Ronaldo Pemain Terbaik, Portugal ke 16 Besar, Ini Lawan Selanjutnya
Kemudian Uruguay juga dipaksa berbagi angka 2-2. Tanjung Verde memastikan langkah ke babak 32 besar dengan bermain imbang 0-0 lawan Arab Saudi.
Tanjung Verde pun mencatatkan tanpa kekalahan selama pertandingan di babak grup. Mereka lolos dengan status runner up Grup H di bawah Spanyol.
Catatan ini memaksa Uruguay pulang dini. Uruguay tak mampu bersaing dengan Tanjung Verde karena finis di urutan ketiga dengan 2 angka.

Tanjung Verde menjaid tim fenomenal karena lolos ke 32 besar tanpa tersentuh kekalahan-FIFA-
"Kami bangga dengan apa yang telah kami capai sejauh ini, dan sekali lagi, kami telah menunjukkan bahwa meski kami adalah negara kecil, kami adalah negara yang berjuang demi apa yang ingin kami capai," tegas Bubista, pelatih Tanjung Verde sebagaimana dilansir situs resmi FIFA.
"Bagi kami, tidak ada yang mustahil," tukas Bubista.
BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Pedro Cetak Gol, Spanyol Lolos Babak 16 Besar
Bertanding melawan Tanjung Verde akan menjadi ujian lini depan Argentina. Selama babak penyisihan grup, mereka mampu mencetak 8 gol.
Masing-masing 3 gol saat kalahkan Aljazair, 2 gol saat taklukkan Austria, dan 3 gol ketika tumbangkan Yordania 3-1.
Piala Dunia 2026: Argentina Terancam Dipulangkan Tanjung Verde, Bagaimana Messi?
Kumaidi
Kumaidi
bacakoran.co - argentina akan menghadapi ujian dari tanjung verde di babak 32 besar piala dunia 2026. pertandingan ini akan berlangsung sabtu pagi (4/7) dengan kick off pukul 05.00 wib.
jika melihat peringkat fifa, di atas kertas argentina tidak akan kesulitan kalahkan tanjung verde. ini karena argentina di posisi kedua klasemen fifa sementara tanjung verde di urutan ke-63.
akan tetapi, jika melihat sepak terjang tanjung verde di piala dunia 2026, argentina layak waspada. ini karena tanjung verde sudah membuktikan sebagai tim yang sulit ditaklukkan.
buktinya, spanyol yang kini menempati posisi ke-3 klasemen fifa, dipaksa bermain imbang 1-1. kenyataan itu tersaji pada laga perdana grup h.
kemudian uruguay juga dipaksa berbagi angka 2-2. tanjung verde memastikan langkah ke babak 32 besar dengan bermain imbang 0-0 lawan arab saudi.
tanjung verde pun mencatatkan tanpa kekalahan selama pertandingan di babak grup. mereka lolos dengan status runner up grup h di bawah spanyol.
catatan ini memaksa uruguay pulang dini. uruguay tak mampu bersaing dengan tanjung verde karena finis di urutan ketiga dengan 2 angka.

tanjung verde menjaid tim fenomenal karena lolos ke 32 besar tanpa tersentuh kekalahan-fifa-
"kami bangga dengan apa yang telah kami capai sejauh ini, dan sekali lagi, kami telah menunjukkan bahwa meski kami adalah negara kecil, kami adalah negara yang berjuang demi apa yang ingin kami capai," tegas bubista, pelatih tanjung verde sebagaimana dilansir situs resmi fifa.
"bagi kami, tidak ada yang mustahil," tukas bubista.
bertanding melawan tanjung verde akan menjadi ujian lini depan argentina. selama babak penyisihan grup, mereka mampu mencetak 8 gol.
masing-masing 3 gol saat kalahkan aljazair, 2 gol saat taklukkan austria, dan 3 gol ketika tumbangkan yordania 3-1.
dari delapan gol yang dicetak argentina, 6 di antaranya lahir dari satu pemain, yaitu lionel messi. argentina pun kini diklaim sebagi tim messi sentris.
gelandang argentina nico paz meengaskan bahwa pemain argentina sudah nyaman berada di piala dunia 2026. mereka bersemangat ukir catatan terjauh karena merasa tidak berjuang sendirian di setiap laga.
"rasanya seperti kami bermain di kandang sendiri; mendengar semua orang itu bernyanyi sungguh luar biasa. saya sangat berharap suasana ini terus bertahan, karena dukungan di luar sana membuat segalanya menjadi jauh lebih baik bagi kami," nico paz.