BACAKORAN.CO - Australia terhenti di babak 32 besar. Langkah mereka terhenti usai kalah dalam drama adu penalti melawan Mesir di Dallas Stadium, tadi malam (3/7).
Australia kalah dalam adu penalti 2-4 usai di waktu normal dan perpanjanganw aktu skor sama kuat 1-1.
Australia cetak gol tertolong dengan gol bunuh diri pemain Mesir Mohamed Hany menit ke-55. Gol ini menyelamatkan Australia dari kekalahan dini karena mereka sebelumnya tertinggal 0-1 melalui gol Emam Ashour (13').
Hasil ini membuat Australia tersingkir dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Terhenti di babak 32 besar.
BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Mesir Singkirkan Australia, Mulus ke Babak 16 Besar, Sejarah!
Capaian ini menurun jika dibandingkan Piala Dunia 2022. Pada saat itu, Australia mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya dihentikan Argentina 1-2.
Meski mengalami kemunduran, pemain Australia tetap bangga dnegan catatan tahun ini. Bagi mereka, apapaun catatan di Piala Dunia tetap bikin mereka bangga.
"Jelas kami harus sangat bangga dengan apa yang telah kami capai sebagai sebuah negara di turnamen ini. Saya rasa ini adalah turnamen yang luar biasa bagi kami sebagai sebuah negara, dan juga menjadi panggung yang sangat baik untuk menunjukkan talenta-talenta muda kami," terang Awer Mabil, penyerang Australia, sebagaimana dilansir situs resmi FIFA.

Pemain Mesir rayakan kemenangan atas Australia.-FIFA-
"Para pemain muda mampu mengambil kesempatan itu, dan mereka benar-benar melakukannya. Jadi saya rasa ada banyak hal positif yang bisa kami bawa pulang dari turnamen ini," tukas.
Rasa bangga juga diutarakan gelandang Australia, Jackson Irvine. Dia bangga karena pemain muda Australia memiliki keberanian tinggi saat hadapi tekanan adu penalti.
"Saya sangat bangga kepada setiap pemain, terutama mereka yang berani maju untuk mengambil tendangan penalti di akhir pertandingan. Ini adalah langkah positif berikutnya bagi tim ini dan bagi sepak bola Australia," ujarnya.
BACA JUGA:Piala Dunia 2026: Jadwal Live Australia vs Mesir, Siapa ke Babak 16 Besar?
"Saya yakin ada pemain-pemain di ruang ganti ini yang akan menjadi sosok yang membawa kami melangkah lebih jauh di masa depan," tegasnya.
Piala Dunia 2026: Australia Tersingkir, Pemain Ini Tetap Bangga, Begini Alasannya
Kumaidi
Kumaidi
bacakoran.co - australia terhenti di babak 32 besar. langkah mereka terhenti usai kalah dalam drama adu penalti melawan mesir di dallas stadium, tadi malam (3/7).
australia kalah dalam adu penalti 2-4 usai di waktu normal dan perpanjanganw aktu skor sama kuat 1-1.
australia cetak gol tertolong dengan gol bunuh diri pemain mesir mohamed hany menit ke-55. gol ini menyelamatkan australia dari kekalahan dini karena mereka sebelumnya tertinggal 0-1 melalui gol emam ashour (13').
hasil ini membuat australia tersingkir dari penyelenggaraan piala dunia 2026. terhenti di babak 32 besar.
capaian ini menurun jika dibandingkan piala dunia 2022. pada saat itu, australia mencapai babak 16 besar sebelum akhirnya dihentikan argentina 1-2.
meski mengalami kemunduran, pemain australia tetap bangga dnegan catatan tahun ini. bagi mereka, apapaun catatan di piala dunia tetap bikin mereka bangga.
"jelas kami harus sangat bangga dengan apa yang telah kami capai sebagai sebuah negara di turnamen ini. saya rasa ini adalah turnamen yang luar biasa bagi kami sebagai sebuah negara, dan juga menjadi panggung yang sangat baik untuk menunjukkan talenta-talenta muda kami," terang awer mabil, penyerang australia, sebagaimana dilansir situs resmi fifa.

pemain mesir rayakan kemenangan atas australia.-fifa-
"para pemain muda mampu mengambil kesempatan itu, dan mereka benar-benar melakukannya. jadi saya rasa ada banyak hal positif yang bisa kami bawa pulang dari turnamen ini," tukas.
rasa bangga juga diutarakan gelandang australia, jackson irvine. dia bangga karena pemain muda australia memiliki keberanian tinggi saat hadapi tekanan adu penalti.
"saya sangat bangga kepada setiap pemain, terutama mereka yang berani maju untuk mengambil tendangan penalti di akhir pertandingan. ini adalah langkah positif berikutnya bagi tim ini dan bagi sepak bola australia," ujarnya.
"saya yakin ada pemain-pemain di ruang ganti ini yang akan menjadi sosok yang membawa kami melangkah lebih jauh di masa depan," tegasnya.
irvine memuji penampilan rekannya karena sukses melakukan pembatasan gerak pemain bintang mesir, moahamed salah. sepanjang pertandingan, salah tidak bisa mencatatkan ancaman ke gawang australia.
"saya rasa kami menjalani pertandingan dengan sangat baik dan mampu membatasi para pemain terbaik mereka agar tidak banyak menciptakan peluang. mungkin kami bisa bermain sedikit lebih baik saat menguasai bola, terutama pada perpanjangan waktu, tetapi secara keseluruhan kami mengelola pertandingan dengan cukup baik," tukasnya.
namun demikian, hasil ini tetap tidak seperti yang diinginkan irvine. dia berharap australia bisa melangkah lebih jauh.
"ini adalah cara yang paling menyakitkan untuk kalah dalam sebuah pertandingan. kami telah memberikan diri kami peluang terbaik untuk melakukan sesuatu yang belum pernah dicapai tim australia sebelumnya, tetapi pada akhirnya kami harus tersingkir lewat adu penalti," jelasnya.