bacakoran.co

Lagi! Dokter PPDS Unsrat Meninggal di Kost, Perundungan Senior Diduga Penyebab Utama

Dokter PPDS Anestesi FK Unsrat Dr. Adrian Rantung Ditemukan Meninggal di Kamar Kost Diduga Akibat Perundungan--Twitter

"YaAllah, lagi dan lagi. Perundungan dan bullying masih banyak di lingkungan kedokteran," tulis @awaaannnn__.

BACA JUGA:Kolaborasi Warga dan Jerhemy Owen Pulihkan Hutan Aceh Tamiang, 1.300 Pohon Sawit Ilegal Ditebang

Dari kasus ini menunjukkan bahwa lingkungan PPDS yang penuh tekanan ekstrem, termasuk jadwal jaga panjang dan hierarki senioritas ketat, berpotensi memengaruhi kesehatan mental residen.

Nilai kemanusiaan dan etika profesi kedokteran menjadi sorotan utama agar kasus serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Lagi! Dokter PPDS Unsrat Meninggal di Kost, Perundungan Senior Diduga Penyebab Utama

Bimo

Tri


bacakoran.co – dr. adrian rantung, peserta program pendidikan dokter spesialis (ppds) anestesi fakultas kedokteran universitas sam ratulangi (fk unsrat), ditemukan tak bernyawa di kamar kostnya. 

tragedi ini mengejutkan komunitas kesehatan karena dugaan kuat adanya sebagai pemicu. 

kasus ini kembali menyoroti isu tekanan berat di lingkungan pendidikan spesialis kedokteran. 

menurut informasi yang beredar luas di media sosial x (twitter) dari akun @tauroszez pada senin, 6 juli 2026 dengan lebih dari 103 ribu tayangan, dr. adrian rantung merupakan alumni fk unsrat angkatan 2010 yang sedang menjalani pendidikan ppds anestesi di fk unsrat. 

beliau ditemukan meninggal dunia di kamar kostnya. 

gambar penghormatan yang diunggah menampilkan foto almarhum beserta keterangan resmi turut berduka cita dari komunitas kedokteran.

screenshot percakapan internal juga beredar, menyebutkan almarhum semestinya bertugas jaga pagi namun tidak datang, hingga ditemukan sudah tidak bernyawa.

"ppds semester awal, jadi tekanan pasti berat," tulis salah satu sumber di screenshot tersebut. 

kasus ini langsung menjadi perbincangan hangat karena pola serupa yang berulang di program ppds berbagai universitas. 

netizen banyak menyinggung isu perundungan atau bullying yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan , yang seharusnya menjadi tempat pembelajaran profesional namun justru menyisakan trauma mendalam.

"innalillahi wa inna illaihi rojiuun, semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan," tulis @dirado27

ya allah kirain ga bakal ada lagi, ini harus diusut sih," tulis @changaaa13.

"yaallah, lagi dan lagi. perundungan dan bullying masih banyak di lingkungan kedokteran," tulis @awaaannnn__.

dari kasus ini menunjukkan bahwa lingkungan ppds yang penuh tekanan ekstrem, termasuk jadwal jaga panjang dan hierarki senioritas ketat, berpotensi memengaruhi kesehatan mental residen.

nilai kemanusiaan dan etika profesi kedokteran menjadi sorotan utama agar kasus serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Tag
Share