bacakoran.co – pengontrak rumah di surabaya bernama titik kembali menjadi sorotan setelah video penolakannya untuk pindah viral di
kini keluarganya mendapat gelombang hujatan netizen, termasuk anaknya yang masih duduk di bangku sekolah mengalami .
kasus ini berawal dari sengketa lahan kontrakan yang telah ditempati selama tiga generasi.
titik mengaku kesulitan mencari kontrakan baru akibat pemberitaan yang masif.
ia berdalih rumah tersebut merupakan warisan keluarga sejak neneknya.
menurut pengakuannya, neneknya hanya dari pemilik bernama mikana dengan bayaran rp25 per bulan.
seluruh bangunan didirikan dan direnovasi oleh keluarganya sendiri.
setelah neneknya meninggal, sempat ada perjanjian yang memperbolehkan mereka menempati tanpa sewa.
“jadi waktu itu mbah saya sewa tanah ke pemilik tanah, namanya mikana waktu zaman dulu banget senilai rp 25, dibayar setiap bulannya. tapi hanya sewa tanah saja, jadi rumah ini yang membangun, renovasi itu mbah saya semua,” jelas titik.
setelah lahan tersebut dibeli bambang pada 2014 dan dibalik nama pada 2018, titik diminta meninggalkan tempat tersebut.
hanya tersisa dua pengontrak yang belum pindah.
kasus ini semakin meluas setelah mediasi cak armuji diunggah ke youtube.
dampak berat ke keluarga
titik mengakui anak-anaknya turut menjadi korban.
anak yang masih sekolah mendapat perundungan dari teman-temannya, sementara anak yang bekerja juga ikut dihujat.
“anak saya ada yang masih kerja itu juga kena hujatan, ada juga yang masih sekolah, teman-temannya sampai dia di-bully, kan itu bisa menyerang secara verbal dan psikisnya,” ungkap titik, dilansir instagram @ini_surabaya.
“kalau saya saja yang dihujat begitu gak masalah masih bisa saya terima. tapi kalau anak saya kan masih kecil-kecil, kasihan sampai ikut di-bully juga,” tambahnya.