bacakoran.co

Motor Listrik Lebih Hemat, Biaya Per Km Cuma Rp42–Rp70

Motor listrik terbukti lebih hemat dibanding motor bensin.gbr.gemini--

 

BACAKORAN.CO - Motor listrik semakin menjadi pilihan masyarakat Indonesia sebagai kendaraan harian karena menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

Pada 2026, dengan tarif listrik rumah tangga dan harga BBM yang berlaku, selisih biaya penggunaan keduanya semakin terasa, terutama bagi pengguna yang rutin menempuh perjalanan setiap hari.

Perbandingan biaya menunjukkan bahwa motor listrik mampu menghemat pengeluaran hingga sekitar empat sampai lima kali lipat dibandingkan motor bensin yang menggunakan Pertalite.

Selain konsumsi energi yang lebih murah, biaya perawatan motor listrik juga lebih rendah karena tidak memiliki banyak komponen mesin yang membutuhkan servis berkala.

BACA JUGA:Jangan Dikira Cepat Rusak! Ini Fakta Riil Motor Listrik Bisa Awet Sampai Belasan Tahun

Untuk penggunaan sehari-hari, motor listrik rata-rata membutuhkan energi sekitar 2 kWh untuk menempuh jarak 50 kilometer.

Dengan asumsi tarif listrik rumah tangga nonsubsidi sekitar Rp1.444 per kWh, biaya pengisian daya hanya sekitar Rp2.800.

Jika dihitung berdasarkan jarak tempuh, biaya operasional motor listrik berada di kisaran Rp42 hingga Rp70 per kilometer, bergantung pada kapasitas baterai, efisiensi kendaraan, serta gaya berkendara.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

BACA JUGA:Modifikasi Motor Listrik Budget Rp5 Juta di 2026, Bisa Lebih Kencang atau Makin Stylish? Ini Rekomendasinya!

Sebagai pembanding, motor bensin yang menggunakan Pertalite dengan konsumsi rata-rata 40 kilometer per liter memerlukan sekitar 1,25 liter bahan bakar untuk menempuh jarak 50 kilometer.

Dengan harga Pertalite sekitar Rp10.000 per liter, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar Rp12.500.

Artinya, pada jarak tempuh yang sama, pengguna motor listrik dapat menghemat hampir Rp10.000 setiap kali berkendara sejauh 50 kilometer.

Jika penggunaan dilakukan secara rutin, selisih tersebut akan semakin besar dalam jangka panjang.

Motor Listrik Lebih Hemat, Biaya Per Km Cuma Rp42–Rp70

Wira

djarwo


 

- semakin menjadi pilihan masyarakat indonesia sebagai kendaraan harian karena menawarkan biaya operasional yang jauh lebih rendah dibandingkan motor berbahan bakar .

pada 2026, dengan tarif listrik rumah tangga dan harga bbm yang berlaku, selisih biaya penggunaan keduanya semakin terasa, terutama bagi pengguna yang rutin menempuh perjalanan setiap hari.

perbandingan biaya menunjukkan bahwa motor listrik mampu menghemat pengeluaran hingga sekitar empat sampai lima kali lipat dibandingkan motor bensin yang menggunakan pertalite.

selain konsumsi energi yang lebih murah, biaya perawatan motor listrik juga lebih rendah karena tidak memiliki banyak komponen mesin yang membutuhkan servis berkala.

untuk penggunaan sehari-hari, motor listrik rata-rata membutuhkan energi sekitar 2 kwh untuk menempuh jarak 50 kilometer.

dengan asumsi tarif listrik rumah tangga nonsubsidi sekitar rp1.444 per kwh, biaya pengisian daya hanya sekitar rp2.800.

jika dihitung berdasarkan jarak tempuh, biaya operasional motor listrik berada di kisaran rp42 hingga rp70 per kilometer, bergantung pada kapasitas baterai, efisiensi kendaraan, serta gaya berkendara.

angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

sebagai pembanding, motor bensin yang menggunakan pertalite dengan konsumsi rata-rata 40 kilometer per liter memerlukan sekitar 1,25 liter bahan bakar untuk menempuh jarak 50 kilometer.

dengan harga pertalite sekitar rp10.000 per liter, biaya yang harus dikeluarkan mencapai sekitar rp12.500.

artinya, pada jarak tempuh yang sama, pengguna motor listrik dapat menghemat hampir rp10.000 setiap kali berkendara sejauh 50 kilometer.

jika penggunaan dilakukan secara rutin, selisih tersebut akan semakin besar dalam jangka panjang.

sebagai ilustrasi, pengendara yang menempuh perjalanan sekitar 50 kilometer setiap hari selama 30 hari akan menghabiskan sekitar rp84.000 untuk biaya listrik.

sementara itu, motor bensin dengan jarak tempuh yang sama membutuhkan biaya sekitar rp375.000 untuk pembelian pertalite.

dari simulasi tersebut, potensi penghematan mencapai sekitar rp291.000 dalam satu bulan hanya dari sisi konsumsi energi.

semakin tinggi intensitas penggunaan kendaraan, semakin besar pula biaya yang dapat dihemat.

keunggulan motor listrik tidak hanya berasal dari biaya pengisian daya yang murah.

kendaraan ini juga memiliki sistem penggerak yang lebih sederhana dibandingkan motor konvensional sehingga biaya perawatannya lebih ringan.

motor listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin secara berkala. selain itu, tidak ada komponen seperti busi, filter udara, kopling, maupun sistem pembakaran yang membutuhkan servis rutin seperti pada motor bensin.

karena jumlah komponen bergeraknya lebih sedikit, risiko keausan juga cenderung lebih rendah.

hal tersebut membuat biaya servis berkala dapat ditekan, sehingga total biaya kepemilikan kendaraan menjadi lebih efisien.

meski demikian, pemilik motor listrik tetap perlu memperhatikan kondisi baterai sebagai komponen utama kendaraan.

pengisian daya yang sesuai anjuran pabrikan serta penggunaan yang wajar dapat membantu menjaga usia pakai baterai tetap optimal.

selain faktor biaya, motor listrik juga menawarkan pengalaman berkendara yang lebih senyap karena tidak menghasilkan suara mesin seperti motor berbahan bakar bensin.

akselerasinya pun terasa halus sehingga cukup nyaman digunakan untuk mobilitas di kawasan perkotaan.

di indonesia, penggunaan motor listrik juga terus didukung melalui pembangunan infrastruktur pengisian daya dan bertambahnya pilihan produk dari berbagai produsen.

hal ini memberi lebih banyak alternatif bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik sesuai kebutuhan dan anggaran.

namun, calon pembeli tetap perlu mempertimbangkan beberapa hal sebelum memilih motor listrik.

jarak tempuh baterai, ketersediaan fasilitas pengisian daya, serta kebutuhan mobilitas harian menjadi faktor penting agar kendaraan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

bagi pengguna yang sebagian besar melakukan perjalanan di dalam kota, motor listrik menjadi pilihan yang cukup efisien.

biaya energi yang rendah dipadukan dengan minimnya kebutuhan perawatan mampu memberikan penghematan dalam penggunaan jangka panjang.

secara keseluruhan, perbandingan biaya operasional menunjukkan bahwa motor listrik menawarkan efisiensi yang jauh lebih baik dibandingkan motor bensin.

dengan biaya sekitar rp42–rp70 per kilometer dan pengeluaran pengisian daya sekitar rp2.800 untuk jarak 50 kilometer, kendaraan listrik menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin mengurangi biaya transportasi harian tanpa mengorbankan fungsi mobilitas.(wira)

Tag
Share