bacakoran.co – aplikasi bernama kled sedang ramai dibahas di media sosial x karena menawarkan bayaran dalam dollar hanya dengan mengunggah foto atau video sehari-hari.
banyak warganet tertarik mencoba, tapi muncul kekhawatiran soal risiko privasi data.
menurut unggahan yang viral, pengguna cukup mengirimkan foto atau video biasa seperti makanan, barang sehari-hari, atau aktivitas rutin.
setiap 20 hingga 100 foto disebutkan dihargai $1.
semakin berkualitas foto yang diunggah, semakin baik, meski untuk foto random tetap dianggap worth to try bagi sebagian orang.
aplikasi ini bekerja dengan menjual foto dan video pengguna (dengan seizin mereka) kepada perusahaan ai untuk keperluan pelatihan model secara privat.
pembayaran dilakukan melalui paypal, venmo, atau wallet solana.
“foto dan video tersebut dijual ke perusahaan ai (tentunya udah seizin lo) untuk kepentingan privat dan cuma buat training,” tulis @seekhustle dalam thread-nya.
pembuat thread tersebut juga menyoroti sisi risiko.
“menurut gue ini apps masih agak riskan sih capt. risk and rewardnya kurang seimbang dengan harga beli foto mereka semurah itu sementara potensi masalah privasi yg dilanggar jauh lebih gede lagi,” katanya.
ia menyarankan hanya mengunggah foto random yang minim mengandung informasi privasi, lokasi, atau subjek pribadi.
saat ini kled baru tersedia di ios, belum ada versi android.
banyak netizen yang penasaran bertanya apakah aplikasi ini benar-benar membayar.
namun, pengguna disarankan selalu membaca kebijakan privasi dan syarat penggunaan sebelum mengunggah konten dalam jumlah besar.