Berenang Sore, Malam Baru Ketahuan Tidak Pulang, Ternyata Bocah Ini Tenggelam di Sungai Ogan
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Ogan. (foto : ist)--
BACAKORAN.CO -- Seorang bocah berusia 8 tahun bernama Muhammad Al Said bin Zarkasih, warga Desa Kandis 2, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Ogan.
Korban ditemukan Kamis pagi (16/7/2026) sekitar pukul 08.40 WIB, berjarak sekitar lima meter dari lokasi terakhir ia mandi bersama teman-temannya pada Rabu sore (15/7/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir, Edi Rahmat, mengatakan korban ditemukan setelah dilakukan pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
"Korban ditemukan dalam keadaan telah meninggal dunia," ujar Edi, Kamis (16/7/2026).
BACA JUGA:Bocah 6 Tahun Tenggelam Saat Mancing di Bawah Pohon Rengas, Ditemukan Dua Jam Kemudian
BACA JUGA:Hendak Mandi Temukan 2 Stel Pakaian Anak di Tepi Sungai, Ternyata Pemiliknya Tenggelam di Sungai Purun, PALI
Menurut Edi, peristiwa tragis itu bermula ketika korban bersama sejumlah teman sebayanya mandi di Sungai Ogan pada Rabu sore. Aktivitas tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan anak-anak di desa tersebut saat waktu senggang.
Menjelang petang, sekitar pukul 17.00 WIB, teman-teman korban telah pulang ke rumah masing-masing. Namun, Muhammad Al Said tidak kunjung kembali. Kondisi itu membuat pihak keluarga mulai khawatir dan berupaya mencari keberadaan korban.
Sekitar pukul 22.00 WIB, keluarga bersama warga dan perangkat Pemerintah Desa Kandis 2 melakukan pencarian di sejumlah lokasi yang biasa didatangi korban. Saat menyisir tepian sungai, warga menemukan pakaian korban yang tertinggal di pinggir Sungai Ogan.
"Warga pun menemukan pakaian korban di tepian Sungai Ogan," kata Edi.
BACA JUGA:Polisi Sita Mistar Guru Pemukul Siswa SD di Lubuklinggau
BACA JUGA:Klasemen Piala Dunia 2026, Siapa yang Bertahan hingga Semifinal?
Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa korban hilang saat mandi di sungai. Informasi dari sejumlah saksi kemudian mengarah pada dugaan korban tenggelam karena tidak mampu berenang.
"Menurut orang tua dan teman-teman sebayanya, korban tidak bisa berenang," jelas Edi.
Mendapat laporan tersebut, warga segera meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Ogan Ilir. Tim gabungan kemudian melakukan pencarian sejak malam hingga Kamis pagi dengan menyusuri area sekitar lokasi korban terakhir terlihat.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sekitar lima meter dari titik awal diduga tenggelam. Setelah dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
BACA JUGA:Prediksi IHSG Hari Ini: Sektor Teknologi dan Konsumer Diproyeksi Jadi Motor Penggerak Pasar
BACA JUGA:Dolar AS Melemah Usai Inflasi Produsen Melandai, Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.040–Rp18.140
"Alhamdulillah, korban telah ditemukan Kamis pagi sekitar pukul 08.40 WIB dengan jarak lima meter dari lokasi kejadian. Jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga," tutup Edi.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain atau mandi di sungai. Terlebih, kondisi arus Sungai Ogan di sejumlah titik dapat berubah sewaktu-waktu dan berisiko bagi anak-anak yang tidak memiliki kemampuan berenang.