bacakoran.co

Terungkap, Ini Alasan Keluarga Ikhlaskan Kematian Sutrimo Ajudan Febrie Adriansyah, Singgung Penyakit Ini!

Keluarga Sutrimo, ajudan Febrie Adriansyah, ikhlaskan kematian misterius di klinik kosong Kebayoran Baru--Tangkap Layar/Kompas TV

BACAKORAN.CO – Keluarga Sutrimo, pria yang selama puluhan tahun bekerja di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, akhirnya buka suara soal kematian misterius korban yang ditemukan tak bernyawa di pelataran sebuah klinik kosong di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pihak keluarga menegaskan telah mengikhlaskan kepergian Sutrimo dan memastikan tidak akan menempuh jalur hukum apa pun terkait peristiwa tersebut.

Perwakilan keluarga, Sudiono mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan riwayat kesehatan Sutrimo yang selama ini diketahui mengidap penyakit kronis.

Keluarga Pastikan Tak Akan Menuntut

Sudiono menyampaikan bahwa keluarga besar Sutrimo sudah merelakan kepergian korban dan hanya berharap doa dari masyarakat.

BACA JUGA:Kenaikan Tunjangan TNI Era Prabowo: Dari Tamtama hingga Perwira Tinggi, Ini Rinciannya

"Keluarga itu tidak akan menuntut apa pun dan sudah ikhlas, mohon didoakan saja," ujar Sudiono.

Pernyataan tersebut disampaikan di Banyumas, Jawa Tengah, seperti dilansir dari tayangan YouTube Kompas TV.

Sikap pasrah keluarga ini muncul tak lama setelah proses pemakaman Sutrimo rampung dilaksanakan.

Riwayat Diabetes Jadi Sorotan

Dalam keterangannya, Sudiono menyebut bahwa Sutrimo sebenarnya sudah lama bergelut dengan masalah kesehatan serius sebelum ditemukan meninggal dunia.

BACA JUGA:Miris! Keluarga Satpam Sumarna Ungkap Fakta: Hanya Satu Orang Jaga Waduk Jatiluhur, Tak Ada Penerangan

Kondisi itu disebut menjadi salah satu pertimbangan utama keluarga dalam mengikhlaskan peristiwa yang menimpa korban.

"Sutrimo itu memiliki riwayat penyakit diabetes melitus kronis," ungkap Sudiono.

Dengan adanya riwayat penyakit tersebut, pihak keluarga meyakini bahwa kondisi kesehatan Sutrimo turut berperan dalam kematiannya, sehingga mereka memilih untuk tidak mempersoalkan lebih jauh kejadian yang berlangsung di ibu kota tersebut.

Sosok Sutrimo diketahui bukan orang baru di lingkungan keluarga Febrie Adriansyah.

Terungkap, Ini Alasan Keluarga Ikhlaskan Kematian Sutrimo Ajudan Febrie Adriansyah, Singgung Penyakit Ini!

Agus

Tri


bacakoran.co – keluarga sutrimo, pria yang selama puluhan tahun bekerja di kediaman mantan jaksa agung muda bidang tindak pidana khusus (jampidsus) , akhirnya buka suara soal kematian misterius korban yang ditemukan tak bernyawa di pelataran sebuah klinik kosong di kawasan kebayoran baru, jakarta selatan.

pihak keluarga menegaskan telah mengikhlaskan dan memastikan tidak akan menempuh jalur hukum apa pun terkait peristiwa tersebut.

perwakilan keluarga, sudiono mengungkapkan bahwa keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan riwayat kesehatan sutrimo yang selama ini diketahui mengidap

keluarga pastikan tak akan menuntut

sudiono menyampaikan bahwa keluarga besar sutrimo sudah merelakan kepergian korban dan hanya berharap doa dari masyarakat.

"keluarga itu tidak akan menuntut apa pun dan sudah ikhlas, mohon didoakan saja," ujar sudiono.

pernyataan tersebut disampaikan di banyumas, jawa tengah, seperti dilansir dari tayangan youtube kompas tv.

sikap pasrah keluarga ini muncul tak lama setelah proses pemakaman sutrimo rampung dilaksanakan.

riwayat diabetes jadi sorotan

dalam keterangannya, sudiono menyebut bahwa sutrimo sebenarnya sudah lama bergelut dengan masalah kesehatan serius sebelum ditemukan meninggal dunia.

kondisi itu disebut menjadi salah satu pertimbangan utama keluarga dalam mengikhlaskan peristiwa yang menimpa korban.

"sutrimo itu memiliki riwayat penyakit diabetes melitus kronis," ungkap sudiono.

dengan adanya riwayat penyakit tersebut, pihak keluarga meyakini bahwa kondisi kesehatan sutrimo turut berperan dalam kematiannya, sehingga mereka memilih untuk tidak mempersoalkan lebih jauh kejadian yang berlangsung di ibu kota tersebut.

sosok sutrimo diketahui bukan orang baru di lingkungan keluarga febrie adriansyah.

sudiono membenarkan bahwa korban telah mengabdi selama puluhan tahun di kediaman mantan jampidsus tersebut.

meski demikian, sudiono mengaku tidak mengetahui secara pasti tugas dan pekerjaan spesifik yang dijalankan sutrimo selama bekerja di sana.

"bekerja sebagai apa juga saya kurang tahu," kata sudiono.

kronologi penemuan jenazah

sutrimo pertama kali ditemukan telah meninggal dunia di area pelataran klinik mordent yang berlokasi di kawasan kebayoran baru, jakarta selatan, pada kamis, 23 juli 2026.

belakangan diketahui bahwa bangunan klinik tersebut sudah tidak lagi beroperasi sejak masa pandemi covid-19 melanda, sehingga lokasi penemuan jenazah tergolong sepi dan jarang dilalui aktivitas warga.

tak berselang lama usai penemuan tersebut, jenazah sutrimo langsung diberangkatkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

proses pemakaman dilaksanakan pada malam hari di tempat pemakaman umum (tpu) desa wlahar, kecamatan wangon, kabupaten banyumas, jawa tengah, hanya beberapa jam setelah kabar duka tersebut mencuat.

hingga saat ini, keluarga sutrimo memastikan tidak ada niat untuk menuntut pihak mana pun terkait kematian tersebut.

Tag
Share